Shock Belakang NMax Keras? Bagi RA Justru Kurang Keras Lho… 


Update langsung dari BeRes Yamaha SIP Panji saat tengah menunggu si Genza servis rutin. Ada dua keluhan si Genza kali ini yang RA sampaikan ke Supervisor Mekanik be|nama Mas Sudarsono yakni bunyi “klitik-klitik” di bagian belakang dan bunyi “greg-greg” juga di bagian belakang. Lebih tepatnya bagian bawah sekitar CVT dan Shock. Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya, lanjut ya bacanya….

Untuk membuktikan itu, beliau mencoba si Genza dengan RA bonceng di belakang. Muter-muter sekitar BeRes melewati jalan aspal yang mulus sampai rusak. Saat ini si Genza sedang dipreteli bagian CVT untuk analisa suara “klitik-klitik” yang masih buta. Nah, untuk bunyik “greg-greg” dugaan awal adalah ada ‘sesuatu’ yang terjadi di bagian shock belakang. RA menjelaskan bahwa jika dinaiki sendirian bunyi itu tidak muncul, namun saat boncengan dengan istri baru itu suara terdengar saat melewati jalan bergelombang dengan kecepatan 20-an kpj (di atas itu malah tidak terdengar). So, fokus ke shock belakang Genza alias NMax Hitam keluaran akhir 2015.

Tak lama setelah Genza masuk ‘ruang operasi’ mas Sudarsono menghampiri RA yang duduk di ruang tunggu BeRes dengan fasilitas free wife eh wifi dan sebotol teh botolan gratis. Beliau menemukan penyebab bunyi “greg-greg” yang ternyata adalah akibat gesekan per shock pada bagian yang rapat. Beliau mengatakan beradunya per tersebut adalah penyebab bunyi “greg-greg”. Hal itu dibuktikan dengan penampakan foto berikut. 

Warna kuning kecoklatan di per itu bukanlah kotoran debu yang melengket tapi cat yang tergores alias terkelupas. Gesekan antar per inilah yang menyebabkan muncul warna “greg-greg”. Iseng RA tanyakan penyebabnya, kenapa iseng sebab RA sudah menduga itu adalah karena beban yang sangat berat, dan benar saja beliau mengatakan persis dengan yang RA pikirkan. Jadi malu xixixixi… Maklum, bobot RA dan istri saat ‘menyiksa’ si Genza adalah nyaris 2 kuintal. Betooll… Anda tidak salah baca, NYARIS 2 KUINTAL heuheuheu… belum 2 kw koq. 

Lalu, apa solusinya? Beliau memberikan jalan keluar yaitu dengan mengganti shock yang lebih rigid alias keras alias kaku. What the h*ell!!! Shock belakang Genza yang sudah sekeras baja, sekaku batang dan semenyiksa itu harus diganti yang lebih keras lagi? Dunia serasa gelap, brooo… (kalau ini lebay ya…)

Oke, berhubung dana 8 juta dari banner belum cair, ya sudah akhirnya diambil solusi termurah dan termudah. Sangat rekomended untuk yang bebal yakni BIARKAN SAJA TETAP PAKAI YANG LAMA heuheuheu… Nasib.

Sampai sekarang si Genza belum kelar di operasi. RA masih penasaran dengan bunyi “klitik-klitik” apakah setelah bongkar CVT dan ganti roller milik Mio M3 masih akan bersuara atau hilang. Next article lah… Sekarang mau menikmati teh botolan dulu yaa… Enjoyed! 

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Yamaha NMax Yang Makin Pasaran, Laris Maniiisss…. | rideralam.com

Comments are closed.