Manor Saja Ingin Rio Bertahan, Mengapa Kita Tidak?

ktm indonesia

Masa depan Rio Haryanto di Formula One masih tanda tanya. Walau telah memastikan tetap bisa membalap bersama Manor di GP Jerman akhir pekan ini, namun kekuatiran sewaktu-waktu Rio terdepak dari kokpit Manor masih besar.

Penyebabnya jelas manajemen Rio masih belum melunasi sisa dana sebesar 8 juta euro dari total 15 juta euro yang harus dibayarkan sebagai pay driver ke pihak Manor. Segala upaya telah dilakukan manajemen, termasuk pemerintah dalam hal ini Kemenpora yang terus mensuport. Namun hingga jelang race GP Jerman 2016 petang nanti, dana itu belum ada. Bisa jadi GP Jerman bisa menjadi race perpisahan Rio. Semoga tidak.

Sebelumnya, Rio Haryanto diisukan bakal terdepak dari posisinya sebagai driver Tim Manor Racing usai race F1 2016 yang dilangsungkan di Sirkuit Hungaroring pada Minggu 24 Juli 2016 malam WIB. Hal itu karena, manajemen pembalap berusia 23 tahun itu belum mampu melunasi utang kepada Tim Manor.

Padahal, sebenarnya Rio adalah pembalap yang sangat disukai Dave Ryan, Direktur Balap Tim Manor Racing. Ryan ngotot ingin mempertahankan Rio ditengah isu nama-nama pembalap lain yang siap menggantikannya seperti Alexander Rossi, Jordan King dan yang teranyar Stoffel Vandoorne sebab konsistensi Rio yang bagus.

Walau membela tim yang tidak kompetitif, Ryan menyebut kesuksesan finish 8 kali dari 11 race adalah prestasi yang luar biasa bagi debutan seperti Rio. Hal itulah yang membuat Rio masih menjadi plan A bagi Manor alias prioritas untuk dipertahankan. Ryan mengaku sudah duduk bersama manajemen Rio untuk mencari solusi terbaik. Opsi mengganti Rio dengan pembalap lain memang terbuka, namun prioritasnya adalah mempertahankannya!

Mosok pembalap seganteng ini dibiarkan nganggur #eh

Well, pihak Manor sudah memberikan jaminan prioritas bagi Rio, sekarang tinggal bagaimana negeriini bersikap. Pembalap andalan sekaligus orang yang telah jelas-jelas mengharumkan nama bangsanya di dunia apakah akan dibiarkan begitu saja layu bahkan mati sebelum berkembang, padahal kita sangat mampu menyiramnya agar terus mekar. Kemana nurani petinggi negeri ini?

Advertisements

4 Comments

Comments are closed.