KTM Lebih Value Atau Motor Eropa Bikin Stress?

RC200 lebih value atau akan bikin stress?

KTM benar-benar bikin geger jagad permotoran tanah air nih bro. Strategi mereka ‘jual rugi’ dengan menyunat harga 4 varian motornya hingga 40% sukses membuat publik berpaling kepada brand oranye asal Austria itu, termasuk para blogger kondang dan blogger kondangan negeri ini. Seperti biasa, pro kontra selalu muncul dan biarkan saja mengalir seperti apa adanya. Tugas brosis sebagai konsumen adalah menyerap seluruh kabar, fakta hingga opini para blogger itu dan menyaringnya sesuai kemauan dan kemampuan brosis. Secara umum, ada dua opini yang berkembang tentang produk ‘jual rugi’ KTM ini, apa saja? Lanjuutt…

Opini pertama datang dari, sepertinya yang, pro dengan strategi KTM ini. Lantas membandingkannya dengan produk kompetitor asal Jepang yang nyaris selevel. Dengan selisih harga di bawah 5 juta, pengopini kelompok ini menyebutkan bahwa banyak yang bisa di dapat dari produk KTM (sebut saja RC200). Mulai dari kubikasi yang lebih besar 50cc, power dan torsi yang jauh lebih tinggi, shock depan yang sangat besar hingga ukuran ban yang jauh lebih besar alias gambot. Walau tidak menyebut secara langsung bahwa RC200 lebih value dari kompetitor (sebut saja CBR150R), dari opini dan fakta yang diberikan siapapun tahu yang mana yang lebih value, kecuali para epbeha tentunya :P. Paham kan siapa golongan ini? 

Opini berikutnya datang dari, sebut saja kontra, dengan strategi ‘jual rugi’ KTM ini. Fakta dan opini yang diberikan untuk seolah-olah mengkonter segala kelebihan KTM sebagai brand Eropa, langsung disajikan dari pengalamannya yang telah bertahun-tahun pakai motor-motor Eropa. Sangat meyakinkan nampaknya. Calon konsumen digiring untuk mulai melihat produk Eropa sebagai produk yang akan sangat mengejutkan jika baru pertama kali memilikinya. Mengejutkannya lebih ke arah minor. Isu durabilitas hingga kenyamanan diangkat yang menggambarkan betapa stressnya punya motor Eropa jika mulai mengalami trouble. Atau disebut juga bahwa apapun yang dianggap error di motor Jepang, adalah biasa dan normal ada di motor Eropa. Tidak usah disebutkan siapa golongan ini ya? Hehehe… 

Nah, brosis sebagai calon konsumen (baik motor Jepang atau KTM) tidak usah bingung dengan opini dan penggiringan kedua belah pihak itu. Opini dan fakta yang mereka sajikan anggap saja sebagai masukan. Tidak usah diabaikan apalagi ditolak, namun silahkan brosis baca, hayati baru kemudian keputusan ada di tangan brosis. Jadi beli produk ‘jual rugi’ KTM atau tetap berpaling ke produk Jepang. Toh, uang untuk belinya juga bukan dari dua pihak itu. Uang-uang brosis sendiri, dan brosislah yang paling berhak menentukan keputsannya, bukan mereka. Jadilah konsumen yang cerdas bukan konsumen yang ikut-ikutan.

<b>Contact me on:</b>
Whatsapp +628 77 1 2727 000
Email karis.nsz@gmail.com
Instagram @karismapr
Twitter @karismapr

Advertisements