Pasca Tes MotoGP Brno 2016, Lorenzo Nyaman Dengan Yang Ada, Rossi Gak Sabar Untuk Yang Baru

Lorenzo dan Rossi beda pandangan soal sasis baru M1

Tes Brno awal pekan ini menghasilkan dua kesimpulan berbeda bagi dua pembalap Movistar Yamaha. Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi punya pandangan berbeda dengan hasil uji coba beberapa part di M1 mereka.

Dari hasil ujicoba, Lorenzo dan Rossi menjadi yang tercepat dibanding pembalap lain. Lorenzo unggul 0,371 detik dari Rossi. Ia menilai beberapa part menghasilkan efek positif dan part lainnya tidak berguna. Nah, salah satu part yang menurutnya tidak dibutuhkan untuk digunakan ke depan adalah sasis baru sebab dengan current part hasilnya sudah lebih baik. Lorenzo lebih memilih tetap menggunakan sasis current M1.

“Saya tidak suka tahap sebelumnya, jadi secara teori Saya juga tidak akan suka dengan tahap berikutnya sebab bisa jadi akan lebih buruk bagi Saya. Secara teori, Anda tidak akan tahu hasilnya kalau tidak mencoba, namun bagi Saya jika yang saat ini bisa menghasilkan hasil lebih baik, mengapa harus mencoba yang baru,” beber Lorenzo soal sasis baru Yamaha M1.

Hmm… Rupanya Lorenzo ini seorang pembalap yang jika nyaman dengan kondisi yang ada enggan mencoba hal baru yang menurutnya bisa lebih buruk hasilnya. Karakter ini juga mungkin yang membuat seorang Lorenzo kesulitan beradaptasi dengan something new ya. Soal ban depan Michelin misalnya.

Pendapat berbeda dilontarkan Rossi. Pembalap berusia 37 tahun itu justru menyebut tidak sabar untuk menggunakan sasis dan swing arm baru di M1 miliknya. Rossi mengaku sangat menyukai sasis baru yang digunakan di ujicoba Brno lalu. Ia menyebut punya feeling bagus dengan itu.

Feeling dengan motor meningkat dan Saya bisa lebih cepat masuk di tikungan. Saya juga suka dengan sektor pengereman motor ini. Saya merasa nyaman dan berharap menggunakannya (sasis dan swing arm baru) sesegera mungkin. Saya sudah bicara dengan Yamaha dan berharap dapat menggunakannya di sisa musim ini,” ujar Rossi

Rossi menilai swing arm baru membuat akselerasi M1 lebih meningkat, namun stabilitas keseluruhan lebih didapat dari sasis baru. Tidak heran kalau Rossi begitu ingin segera memakainya. Apakah Yamaha akan mengabulkannya?

Ada dua settingan berbeda, termasuk dua sasis pada satu tim di MotoGP bukanlah hal baru dan aneh. Dua pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez juga menggunakan dua sasis berbeda untuk RC213V mereka. Maklum, para pembalap hebat itu selalu punya cara berbeda memperlakukan tunggangan sesuai karakter masing-masing.

Credit: crash

Contact me on:
Whatsapp +628 77 1 2727 000
Email karis.nsz@gmail.com
Twitter @karismapr
Instagram @karismapr
LinkedIn Karisma Perdana

Advertisements