September Ceria Hanya Untuk Si Burung Camar!

Ketika tahun memasuki bulan kesembilan, September Ceria, seolah menjadi sebuah soundtrack wajib yang harus segera diputar dan dinyanyikan bersama. Musim kemarau yang konon katanya mencapai puncaknya di bulan tersebut, akhirnya bisa menjadi sebuah semangat baru berkat kehadiran someone or something special. Namun, itu adalah penggalan kisah yang dibawakan seorang biduan cantik nan seksi Vina Panduwinata. Beda dengan yang RA alami di tahun ke-5 bulan ke-4 usia blog satu ini yang kebetulan juga di bulan September ini. September tidak lagi ceria seperti yang digambarkan Si Burung Camar.

Pada dasarnya RA suka menulis. Bahkan, sejak blog ini dibuat Mei 2011 blogging addict menguasai diri. Apalagi sejak akhir 2013 wordads mulai mewarnai aktivitas ngeblog, keseharian RA tidak lengkap tanpa menulis, menulis dan menulis. Ya, walaupun kualitas tulisan masih nomor sekian, yang penting RA menulis, update blog dengan artikel-artikel informatif saduran dari berbagai sumber atau hasil pengalaman sendiri. Sangat menikmati momen itu, walaupun awal-awal serasa dipush bener otak ini untuk selalu menelurkan ide-ide tulisan baru.

Motivasi ngeblog yang sejak awal adalah menyalurkan hobi menulis, membaca plus ingin berbagi mulai ketambahan satu, menambah penghasilan finansial. Kebetulan, sejak akhir 2013 RA mulai memantabkan diri meminang seorang gadis desa, tanggung jawab bertambah, wordads menjadi sandaran selain job utama mengajar. Kata seorang teman “duit wa (wordads) itu duit laki” mengacu pada fakta bahwa penghasilan dari wa untuk pegangan atau uang jajan laki-laki (baca suami), sedangkan gaji dari main job adalah full 100% buat istri. Jadilah wordads sebagai sandaran utama untuk memuaskan hobi dan kebutuhan harian tanpa merecoki duit keluarga. Bahkan, tidak jarang kebutuhan harian anak (alhamdulillah saat ini sudah diamanahi dua putra ganteng) juga diambil dari hasil ngeblog. Klop, hobi menulis tersalurkan, keinginan berbagi informasi terkabulkan plus penghasilan juga bisa didapat.

Namun, masa romantis RA dengan wordads mulai terusik awal tahun ini. Sempat terjadi bWAdai Jilid I yang mengacu pada banyaknya akun wordads rekan-rekan yang dibanned. Namun, kala itu RA masih selamat. BWAdai jilid I lewat… Rasa syukur Alhamdulillah terpanjatkan hingga akhirnya ketakutan itu terjadi. BWAdai kembali terjadi, kali ini bWAdai jilid II akhirnya menyapu asa RA untuk terus berbulan madu dengan wa.

Tanda-tanda bWAdai jilid II memang sudah terlihat sebelum terjadi. Kala itu pihak wordpress nampak sangat mudah sekali menerima pendaftaran member wordads baru. Mereka seolah-olah tengah open recruitment dengan syarat sangat minimal. Bayangkan saja, RA daftar blog baru hanya dengan hits harian rerata 200 pv bisa dengan mudah, tidak sampai 24 jam langsung diapprove. Pun demikian yang dialami rekan-rekan blogger, sangat mudah diterima wordads. Pasca penerimaan besar-besaran itu wordads akhirnya menunjukkan tujuan sebenarnya. Pemotongan earning besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung pemotongan earning hingga 20 kali lipat mereka lakukan. Rideralam yang biasanya ratusan dollar sebulan tiba-tiba di bulan April (earning Maret) menjadi hanya satu digit! Duaaarrr…. Shock dong, walaupun sebenarnya sudah siap juga sebab rekan blogger di Jatimotoblog sudah ada yang terkena sebulan sebelumnya. Tapi, tetap saja masih sulit dipercaya.

Coba “protes” ke Om James jawabannya tidak memuaskan. Alasan utama mereka adalah “itu soal pemasang iklan, tergantung rate yang mereka pasang”. Padahal dengan ads impresion yang sama bahkan lebih besar dibanding bulan sebelumnya, earningnya justru seperduapuluhnya. Tapi, mau ngamuk juga rugi, itu hak 1000% pihak WordPress dan Wordads. Ibarat kata biarlang anjing menggonggong khafilah berlalu. Emang kita anjing? Huh…

Akhirnya, semangat itu perlahan luntur. Semangat menulis dan berbagi informasi mulai drop seiring dengan menurunnya pengunjung blog. RA mohon maaf kepada pembaca setia Rideralam karena motivasi RA berbagi sangat jauh berkurang dibanding sebelum-sebelumnya. Bukan bermaksud habis manis sepah dibuang, saat butuh duit ngejar-ngejar kalian agar mau membuka laman demi laman blog ini, namun saat duit sulit didapat brosis malah ditinggalkan, bukan itu yang menjadi keinginan RA. Tapi, menulis itu soal hati, soal mood, soal semangat dan soal finansial (suka tidak suka soal yang terakhir ini menjadi mendominasi). Jika semua “soal-soal” itu menghilang, apa yang bisa RA lakukan kalau tidak berdiam diri dulu sejenak atau mungkin hingga batas waktu yang tak terbatas (meminjam istilah para pejabat).

RA perlu waktu untuk merenung, memikirkan kembali langkah apa yang harus dilakukan demi mengembalikan ketenangan hati dan pikiran sehingga rangkaian kata demi kata, kalimat dengan kalimat, paragraf demi paragraf kembali bisa dihasilkan. Sudah pasti sisi finansial juga kembali melengkapi ketenangan hati ini.

*jika blog ini masih aktif update artikel, berarti sisa-sisa semangat dan “soal-soal” di atas masih ada. Semoga…

Advertisements

4 Comments

Comments are closed.