Dari Jack Miller Hingga Maverick Vinales, Kejutan MotoGP Musim Ini! 

Brosis, MotoGP musim ini boleh dibilang sangat seru dengan banyak sekali kejutan. Jika brosis menilai MotoGP musim lalu seru berkat ‘konspirasi Spaniard’, boleh dibilang MotoGP musim ini keseruannya setara dengan musim lalu dari sudut pandang berbeda. Indikasi serunya MotoGP musim ini sudah dimulai sebelum musim berjalan dimana Dorna telah membuat sebuah aturan revolusioner dengan menyamakan sistem elektronik seluruh tim menggunakan Magneti Marelli. Hasilnya? MotoGP Inggris akhir pekan lalu menjadi salah satu indikasinya.

Dominasi mereka mulai terkikis?

Tapi di awal-awal MotoGP musim ini nyaris menyerupai musim-musim sebelumnya. Maksudnya, para pemenang tiap seri nyaris sama itu-itu saja pembalapnya. Kalau gak Marquez, Lorenzo atau Rossi. Setidaknya hingga seri ketujuh Catalunya ketiga nama di atas berbagi rata kemenangan, Marquez dan Rossi 2 kali, Lorenzo sudah 3 kali. Mungkin yang sedikit berubah adalah tidak adanya nama Dani Pedrosa dalam daftar pemenang. Namun, memasuki seri kedelapan di Assen, Belanda kejutan mulai terjadi.

Jack Miller buka kran kejutan

Adalah Jack Miller, pembalap Australia yang memulai rangkaian kejutan musim ini. Tak diduga-duga pembalap tim Marc VDS itu sukses merebut kemenangan perdana bagi dirinya maupun timnya. Memang, balapan berlangsung dalam kondisi basah dimana kejutan biasanya memang akan selalu terjadi, namun untuk melihat nama Jack Miller di podium tertinggi rasa-rasanya mustahil. Maklum, sejak debut di MotoGP musim lalu performa Miller jauh dari harapan. Tiba-tiba di sebuah balapan basah di negeri Tulip namanya langsung berkibar teratas. Surprise, big surprise!!
Sempat “kembali normal” di seri Jerman dimana dominasi Marquez membuatnya meraih kemenangan ketiganya musim ini, menyamai jumlah kemenangan Lorenzo. Namun, usai lakon di Sachsenring itu MotoGP 2016 kembali menghadirkan kejutan-kejutan beruntun!

Dominasi Berbuah kemenangan pertama

Dimulai di seri kesepuluh di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Keperkasaan Ducati sejak tes resmi hingga latihan bebas, sesi kualifikasi makin dimantabkan usai race 22 lap diselenggarakan. Ducati melalui Andrea Iannone mendominasi balapan sekaligus meraih kemenangan pertamanya sejak musim 2007 kala masih diperkuat Casey Stoner. Bagi Iannone kemenangan di Red Bull Ring menyempurnakan raihan pole positionnya. Luar biasa… Ducati nyaris tak tersentuh di Austria. Bahkan podium 1-2 dikuasai mereka setelah Andrea Dovizioso menjadi runner up. Tak ada nama Marquez dan Rossi di podium, hanya tersisa Lorenzo disana.
Apakah kemenangan Jack Miller dan Andrea Iannone sebuah kebetulan? Mungkin bagi mereka pribadi boleh jadi itu seperti berkah, namun bagi tontonan MotoGP, kemenangan mereka makin meyakinkan sebagai kejutan setelah seri berikutnya lagi-lagi nama baru yang jadi pemenang.

Cal Crutchlow Inggris pertama dalam 35 tahun

Sirkuit Brno, Rep. Czeska menjadi seri ke-11 MotoGP. Trek basah kembali mewarnai balapan. Kejutan bisa saja terjadi lagi. Dan benar saja, saat bendera finish dikibarkan bukan motor #93 atau #46 atau #99 yang melintas pertama melainkan motor #35. Yup, Cal Crutchlow menjadi juara baru MotoGP musim ini. Dengan strategi pemilihan ban yang tepat, Crutchlow memang sempat pelan di awal-awal start. Maklum, ban tipe hard yang dipakainya belum panas di tengah lintasan yang basah. Namun, semakin jumlah lap bertambah serta mengering di sana-sini mulailah Crutchlow memetik buah perjudiannya. Satu perasatu pembalap di depannya dilibas, termasuk Marquez dan Rossi. Crutchlow mempersembahkan kemenangan pertama bagi dirinya, timnya LCR Honda dan bagi Inggris setelah 35 tahun menunggu.

Maverick Vinales tidak usah nunggu ke Yamaha buat menang

Tunggu, kejutan belum usai. Silverstone sebagai sirkuit kencang yang cocok dengan karakter Honda memberikan tanda awal kejutan akan terjadi. Sesi pembuka latihan bebas menjadi milik Maverick Vinales, pembalap Suzuki dengan motor GSX-RR. Nih motor masih usia belia, lha wong debut Suzuki di MotoGP usai pensiun 2011 lalu baru tahun 2015 kemarin. Sepanjang Jumat-Sabtu Vinales memang sangat kencang dan konsisten di baris depan. Namun, siapa yang akan menyangka kalau dia bakal menang di race. Bahkan, Vinales sendiri kaget dengan hasil race. Suzuki (khususnya Vinales) memang sering kencang di latihan bebas atau kualifikasi, namun di race dengan banyak lap selama ini paling banter podium ketiga di Le Mans, Prancis seri kelima lalu. Apalagi di Silverstone ini trek masuk kategori kering. Biasanya kalau kering begini pembalap-pembalap ‘tradisional’ yang akan menang, kalau gak Marquez ya Rossi atau Lorenzo. Ternyata, Vinales mampu mengobrak-abrik prediksi. Selepas start hingga finish Suzuki GSX-RR #25 tak tersentuh sama sekali di depan. Luar biasa dalam kondisi balapan normal, Vinales bisa menang bahkan dengan gap 3 detik lebih dari posisi kedua yang ditempati Crutchlow. Yup, Crutchlow melengkapi kejutan race Silverstone kali ini meneruskan tren positifnya di Brno.

Kapan menang lagi, bro?

Sudah cukupkah kejutan MotoGP musim ini hingga seri kedua belas di Silverstone, Inggris? RA sebagai penikmat tontonan seru MotoGP tentu saja tidak rela. Okelah dalam 6 seri tersisa taruhlah Rossi-Marquez-Lorenzo berbagi masing-masing 1 kemenangan, artinya akan ada 3 kejutan lagi yang akan terjadi. Penasaran dong siapa yang akan sumringah di podium teratas menyusul sumringahnya Miller, Iannone, Crutchlow atau Vinales. Masih ada Dovizioso atau mungkin Hector Barbera atau Danilo Petrucci yang ditunggu kejutannya. Atau jangan-jangan Dani Pedrosa bakal ngamuk nih di sisa musim. Wait and see aja…

Contact me on:
Whatsapp +628 77 1 2727 000
Email karis.nsz@gmail.com
LinkedIn Karisma Perdana

Advertisements