Hati-Hati Parkir Di Pasar Besar Kota Malang, Motor Bro Ini Hilang Walau Hanya Sejam!

Hati-hati parkir di Pasar Besar Kota Malang Bro, sebab kalau tidak akan mengalami kejadian seperti yang dialami AR, seorang Jurnalis. Motor yang diparkir di areal parkir barat pasar tepatnya di Jalan Sersan Harun mendadak lenyap. Namun, ajaibnya sejam kemudian ditemukan hanya sekitar 100 m dari lokasi. Petugas parkir ada main?

Adalah akun Facebook Dahlia Irawati yang menceritakan kronologis kejadian yang menimpa rekannya tersebut. Berawal dari motor yang diparkir, kemudian seperti biasa mendapat karcis parkir yang sayangnya tidak diperiksa keabsahannya (hampir semua orang seperti ini) dan si tukang parkir mengatakan motor tidak usah dikunci stir. Setelah keperluan di pasar selesai AR kaget sebab motornya telah lenyap. Parahnya karcis parkir yang didapatnya adalah karcis parkir lokasi lain yang jaraknya berkilo-kilometer dari TKP. Bahkan, AR dituduh mengada-ada oleh tukang parkir sebab karcis yang ditunjukkan bukan karcis area parkir itu. Beruntung, AR yang seorang jurnalis menghubungi rekan-rekan seprofesinya dan polisi.

Setelah rame-rame sekitar sejam, ternyata si motor ditemukan di parkir tak jauh dari lokasi awal. Padahal AR mengaku sudah menyisir TKP dan yakin tidak menemukan motornya. Hal itu terjadi setelah petugas parkir diinterograsi di polsek terdekat. Aneh bukan?

Berikut kronologis lengkapnya:

Motor ‘Hilang’ Satu Jam

Teman saya, AR, berkunjung ke Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (6/9) siang hari. Ia menitipkan motornya di areal parkir barat pasar, tepatnya di Jalan Sersan Harun. AR diberi karcis oleh tukang parkir. Seperti kebanyakan orang, AR pun tidak melihat karcisnya. Ia juga tidak mengunci setir motornya, karena petugas mengatakan jangan dikunci setir.

Setelah keperluannya cukup, AR keluar pasar dan mendapati motor yang diparkirnya lenyap. Ia pun menyisir ke lokasi terdekat dan nihil. Lemaslah teman saya ini.

Apalagi, saat melihat karcis parkir yang diberikan tukang parkir tadi rupanya berasal dari areal parkir RSSA Malang yang lokasinya berkilo-kilo meter jauhnya dari pasar. Teman saya AR sempat dituduh mengada-ada—bahwa ia parkir di sana. Ia disalah-salahkan petugas parkir tersebut, dan dikatai mencari gara-gara.

Merasa terdesak, AR yang seorang jurnalis ini pun menelepon temannya—juga seorang jurnalis dan rumahnya dekat dengan pasar. Polisi terdekat pun dihubungi untuk ikut datang ke pasar. Singkat kata, belasan jurnalis pun melurug ke lokasi AR berada di pasar. Plus polisi dari polsek terdekat.

Polisi pun membawa tukang parkir yang bertugas saat itu ke kantor polres. Orang-orang di sekitar pasar mulai panas. Kerabat tukang parkir ini bahkan sempat beristegang dengan polisi—yg berpakaian preman. Dikira yg mereka hadapi hanya wartawan kali. Polisi membentak, dan mereka mundur. Tukang parkir tetap dibawa ke kantor polisi. (Note: belakangan diketahui bahwa jukir ini adalah salah satu ‘mantu dari pemilik parkiran di sana’). Pantesan…banyak orang tadi belain.

Selama lebih kurang satu jam, polisi menginterogasi si jukir. Si jukir mengaku sempat menitipkan lahannya pada temannya karena ia makan siang. Dan kejadian itu diaku saat ia makan siang. Polisi pun mendesak agar teman-teman yan diserai lahan saat makan siang turut dipanggil ke kantor.

Personil reskrim kembali diturunkan ke lapangan untk menjemput teman-teman jukir itu. Tak lama, Kanit Reskrim polsek tersebut mendapat kabar bahwa motor AR ketemu dan ditemukan jarak 100 meter dari lokasi parkir awal. Ajaib…!!!
Padahal sebelum polisi turun tangan, AR sudah mencari motor tersebut di lokasi itu, dan tidak menjumpainya sebab di sana dipenuhi parkir mobil.

Saat kami kembali ke pasar dan mengambil motor itu, banyak orang di sekitar pasar cemuwit….motor wes ketemu ae lho. Paling salah parkir. Biasa parkir nang kene ketemune nang kono. Duh, lha iki parkir ato ngajak olahraga sih pikirku. Babahno wes… (Intinya mrk minta persoalan gak usah diteruskan).
Dan benar, polisi gak menemukan unsur pidana. Hanya denda tipiring karena memberikan karcis yang beda. Polisi bekerjasama dengan Dishub Kota.

Dan, akhirnya tidak diketahui, bagaimana motor itu secara misterius hilang lalu sejam kemudian balik lagi….Aneh tapi nyata….

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang akan parkir di areal parkir Pasar Besar Kota Malang. Modus pencurian kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, memang makin beragam seiring makin lemahnya sektor perekonomian bangsa. Banyak orang menghalalkan segala cara demi mendapatkan sejumlah finansial haram.

Contact me on:
Whatsapp +628 77 1 2727 000
Email karis.nsz@gmail.com
Facebook Fanpage rideralam
LinkedIn Karisma Perdana

Advertisements

4 Comments

Comments are closed.