Instruksi Kapolda, Begal Silahkan Dibunuh!

Ngeri-ngeri sedap baca judul di atas. Dan judul di atas RA kutip dari pernyataan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf selaku juru bicara Polda Sumut yang diangkat oleh Primadaily.

Pernyataan tersebut keluar menyusul makin maraknya aksi begal yang terjadi terutama di Medan, Sumatera Utara. Polda Sumut Irjen Pol Eko AS mengintruksikan kepada masyarakat boleh membawa senjata sebagai pelindung apabila mengalami aksi begal jalanan. Namun, bukan senjata tajam atau senjata api yang boleh dibawa melainkan sejenis pentungan.

“Masyarakat hanya diperbolehkan membawa alat pelindung. Kalau masih membawa pentungan atau tongkat masih boleh. Bawa saja kemana pergi selama untuk melindungi diri di jalanan,” jelas Helfi, beberapa waktu lalu.

Helfi bahkan mengatakan jika kondisi kepepet oleh Begal silahkan dilawan dan kalau perlu matikan (dibunuh sekalian). Sebab menurutnya pelaku begal biasanya dalam pengaruh narkoba sehingga rata-rata nekad melakukan aksinya.

Ngeri-ngeri sedap juga dengan instruksi Polda tersebut ya. Di satu sisi begal memang sangat menyusahkan. Tindakan kriminal mereka saat ini tidak jarang sampai menghabisi korban hanya demi merampas harta korban yang biasanya berupa sepeda motor. Sehingga masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menyediakan alat untuk melawan. Dalam situasi antara hidup atau mati, memang melawan mutlak harus dilakukan tak peduli si begal hanya luka atau bahkan koit. Namun, jika tindakan membunuh begal dilegalkan rasa-rasanya ngeri juga jika sampai salah sasaran. Disangka begal ternyata penagih hutang misalnya.

Gimana ya enaknya?

Advertisements

2 Comments

Comments are closed.