8 Tips Mengemudi Mobil Aman Di Musim Hujan

skanaa

Musim hujan seringkali menjadi momok menakutkan bagi pengendara mobil. Tidak jarang beberapa kecelakaan terjadi saat hujan turun. Keterbatasan jarak pandang, jalan yang licin ditambah kondisi mobil yang kurang prima seringkali menjadi penyebab. Oleh karena itu, beberapa tips berikut bisa Anda jadikan penambah wawasan mengemudi kala hujan turun.

Menyambut musim hujan hal paling mendasar yang harus kita persiapkan adalah kondisi mobil agar tetap prima. Cek satu persatu bagian mobil yang sangat berpengaruh saat hujan turun.

Ban
Ban menjadi komponen paling “menderita” kala hujan turun. Ada dua hal yang harus diperiksa terkait ban, pertama pastikan tekanan angin ban sesuai anjuran pabrikan. Informasi tekanan udara ban bisa dilihat di laci dashboard atau sisi belakang pintu atau di balik tutup tangki bahan bakar.

Kedua, kedalaman alur ban. Kedalaman alur ban yang cukup bisa membuang air ke samping saat ban membelah jalanan berair. Sehingga kondiai aquaplaning bisa dihindari. Aquaplaning adalah kondisi ban melayang di atas air sehingga traksi ban dengan aspal tidak ada. Kondisi ini sangat berbahaya jika pengemudi panik.

Wiper
Wiper seperti menjadi mata ketiga dan kempat kita. Saat hujan deras turun, maka kaca depan mobil akan menjadi buram akibat guyuran air. Wiper berfungsi menyapu air dari kaca mobil sehingga pengemudi bisa melihat kondisi di depan mobil.

Karet wiper yang bagus harus mampu menyapu air di kaca hingga “kering” dan bening. Namun, sebaliknya karet wiper yang aus hanya membuat kaca depan mobil semakin buram ketika disapu. Akibatnya pandangan pengemudi terhalang.

Lampu
Hujan yang deras membuat jalan tidak terlihat sempurna. Jarak pandang terbatas sehingga dibutuhkan bantuan penerangan walaupun di siang hari. Oleh karena itu, pastikan seluruh kelistrikan termasuk lampu-lampu di mobil Anda berfungsi prima semua. Selain membantu kita melihat jalan di depan, lampu juga membantu pengemudi lain menyadari keberadaan kita di jalan sehingga resiko tabrakan bisa diminimalisir.

Komponen-komponen lain bukan berarti ala kadarnya, namun tetap harus dikontrol kondisinya. Misalnya rem, air conditioner hingga kondisi karet-karet di kaca mobil juga harus dicek demi kenyamanan dan keselamatan Anda saat mengemudi di musim hujan.

Setelah bagian-bagian utama mobil diperiksa dan sudah dipastikan prima, maka saatnya Anda berkendara menerobos hujan yang turun. Namun, kondisi mobil prima saja belum cukup. Faktor skill dan pengetahuan pengemudi juga ikut menentukan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengemudi kala turun hujan.

Kurangi Kecepatan
Kejadian yang sering dialami saat mengemudi di kala hujan adalah ban slip akibat jalanan yang kotor bercampur oli, minyak dan air. Untuk meminimalisir ban slip cara paling tepat adalah dengan mengurangi kecepatan mobil.

Latihan Mengatasi Slip
Walaupun sudah hati-hati dengan mengurangi kecepatan, terkadang kondisi slip masih saja terjadi. Hal paling baik menghadapinya adalah dengan sering berlatih mengatasinya. Yakni dengan cara menekan pedal rem dengan pasti, hindari menekan dengan keras dan dalam-dalam secara spontan. Berikutnya dengan memegang dengan pasti kemudi dan mengikuti arah slip mobil sambil perlahan melakukan pengereman.

Jaga Jarak Aman
Jika saat cuaca normal jarak aman dengan kendaraan di depan adalah 2 detik, maka saat hujan tambah jarak aman menjadi 3-4 detik. Mengemudi di cuaca hujan mengharuskan cara yang halus dalam mengkontrol kemudi, pedal-pedal kopling, rem dan gas. Dengan menambah jarak aman maka ada waktu lebih banyak untuk menghentikan mobil tanpa harus secara spontan.

Hindari Menerobos Genangan Air
Sebisa mungkin hindari menerobos genangan air dengan kecepatan tinggi. Sebab, bisa saja mobil anda terperosok ke dalam lubang yang berada di bawah genangan air tersebut.

Hindari Bermanuver Mendadak
Dalam kondisi cuaca normal saja melakukan manuver mendadak di jalan raya sangat berbahaya apalagi ketika hujan turun. Konsisten di jalur laju kendaraan Anda untuk menghindari kemungkinan kecelakaan.

Nyalakan Lampu Utama
Jangan segan untuk menyalakan lampu utama atau jika ada daytime running light. Hal ini berguna untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar Anda. Jangan menyalakan lampu hazard karena akan membuat pengemudi lain silau.

Apabila Terjebak Banjir
Jika terjebak banjir dan mobil anda mogok karena air masuk ke saluran pembuangan maka biarkan mobil anda mati, jangan mencoba menghidupkannya sebab bisa saja sistem pengapian Anda mengalami konsleting dan menyebabkan mobil Anda terbakar.

Jika Hujan Sangat Lebat, Berhentilah!
Saat jarak pandang tidak lagi membuat Anda menguasai medan serta wiper sudah tidak mampu membuat kaca depan bening akibat hujan yang sangat lebat, maka cara terbaik dan teraman adalah berhenti. Jangan memaksakan untuk terus melaju, menepilah di tempat yang aman hingga Anda merasa kembali bisa menguasai medan.

Advertisements