Huawei Sindir Samsung Galaxy Note 7 Sebagai Bom

ktm indonesia

Samsung Galaxy Note 7 disebut Huawei sebagai bom

Masalah yang menimpa Samsung Galaxy Note 7 akibat trouble di batere sehingga menyebabkan meledak nampaknya menjadi perhatian serius sang rival. Salah satunya produsen asal negeri China yang makin massive menggerojok pasar smartphone tanah air. Huawei yang berambisi mengejar Samsung menyindir anomali batere Galaxy Note 7 (GalNote 7) sembari mengunggulkan kekuatan produk mereka sendiri.

Beberapa waktu belakangan makin merebak isu larangan penggunaan GalNote 7 sembari dicharge, baik di mobil ataupun di pesawat. Hal itu merupakan dampak dari beberapa kasus meledaknya GalNote7 saat dilakukan pengisian batere di dalam mobil hingga terbakar. Sehingga beberapa otoritas penerbangan bahkan hingga mengeluarkan larangan tertulis bagi siapapun penumpang pesawat untuk tidak mengaktifkan GalNote7 atau melakukan pengisian daya selama penerbangan. Sebuah kondisi yang memaksa Samsung harus melakukan recall kepada GalNote 7 nya itu.

Samsung Galaxy Note 7 meledak saat diisi daya

Sedangkan di belahan lain dunia dalam waktu berdekatan, sebuah smartphone Huawei P8 Lite dikabarkan mampu menyelamatkan nyawa sang pemilik dari tembakan senjata api perampok. Orang tersebut bernama Siraaj Abrahams warga Afrika Selatan yang rumahnya disantroni perampok. Beruntung, P8 Lite yang berada di saku jaketnya mampu melindunginya dari peluru yang ditembakkan salah seorang perampok kepadanya.

Huawei P8 Lite bekas tembakan peluru

Dua hal bertolak belakang inilah yang membuat Huawei punya “bahan” untuk menyindir Samsung.
Ketika Johnson Ma yang menjabat sebagai Country Director Huawei Devices ditanya mengenai belum masuknya produk andalan Huawei P9 ke Indonesia yang sudah diperkenalkan secara global April 2016 lalu, Ia lantas mengaitkan dua kejadian di atas sebagai jawabannya. Johnson berkilah sebuah produk harus memiliki kualitas mumpuni sebelum benar-benar dilepas ke pasar.

“Misalnya begini, ketika Anda pergi ke suatu tempat membawa dua ponsel, satu bisa melindungi Anda dari peluru dan satu lagi disimpan sebagai bom. Itulah sebabnya mengapa kami sangat serius memperhatikan masalah kualitas,” sindir Johnson kepada detikINET, Kamis (22/9).

Hahaha… Ada-ada saja si Huawei ini ya. Tinggal bilang saja kalau P9 belum dapat ijin prinsipal untuk masuk ke Indonesia atau P9 memang tidak akan dijual di Indonesia gitu, pakai menyindir Samsung segala. Tapi, its okay inilah persaingan di dunia bisnis smartphone yang sangat dinamis. Apalagi pasar smartphone Indonesia makin tumbuh pesat. Pasar yang seksi harus mendapat perlakuan khusus, termasuk kalau perlu dengan mengeksploitasi kelemahan kompetitor demi penguasaan market hehehehe

Credit: detiknet

Contact me on:
Whatsapp +6287712727000
Email karis.nsz@gmail.com
FB Fanspage @rideralam
LinkedIn Karisma Perdana

Advertisements

2 Comments

Comments are closed.