Warga Swiss Ini Membantu Bikin Jembatan Di Daerah Terpencil Indonesia Malah Didenda…  "Sakit!!!"

ktm indonesia

Toni Ruttimann arsitek Swiss

Miris… 
Entah kata apa lagi yang bisa menggambarkan kondisi yang terjadi di negeri ini seperti diangkat oleh Liputan6 berikut. Monggo disimak…

Liputan6.com, Jakarta Kabar miris soal arsitek dari Swiss, Toni Ruttiman pertama kali dibagikan oleh sosiolog sekaligus akademisi dari Universitas Indoneisa, Imam Prasodjo di akun Facebooknya. Ruttiman merupakan arsitek dari Swiss yang secara suka rela membangun puluhan jembatan di daerah terpencil di Indonesia.

Tetapi sayangnya, apa yang dilakukan Ruttiman tak mendapat jalan yang mulus dari pemerintah. Belakangan, tutur Imam, Ruttiman bahkan harus menghadapi ribetnya birokrasi pengiriman barang. 

“Saya mengikuti betapa sulitnya mengurus proses administrasi import barang bantuan. Saya merasa kesal menghadapi birokrasi yang begitu ruwet dan lambat ini, walaupun untuk import barang bantuan sekalipun,” ujar Imam geram.

Imam menyertakan postingan surat dari asisten Ruttiman tentang lika-liku proses pengiriman barang bantuan. Belakangan diketahui, barang bantuan yang mengendap di bea cukai itu malah dikenai denda yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 195 juta.

Imam mengaku terpukul melihat surat itu, ia makin malu dan cemas ketika mendapat kiriman email dari Ruttiman yang hendak menyudahi upaya bantuan suka relanya karena merasa dihambat oleh birokrasi yang rumit.

“Terus terang saya malu menghadapi kejadian ini. Saya ingin sekali berteriak sekerasnya mewakili rakyat yang selama ini masih mengharapkan bantuan Toni Ruttiman. Maukah pemerintah mengambil alih denda yang harus dibayar ini? Saya juga terpikir, bisakah kita bersama-sama urunan untuk mengganti denda itu agar kita sebagai bangsa setidaknya memiliki harga diri? Entahlah!,” tulis Imam.

Entah, apa yang salah dengan cerita di atas. Separah itukah kelakuan sebagian oknum pengambil kebijakan negeri ini, padahal mereka mendapat gaji dari pajak yang dibayarkan rakyat kecil. Yang jelas, jika cerita di atas benar adanya, sungguh memalukan dan menjijikkan!

Toni baru 3 tahun membangun daerah terpencil di Indonesia. Dengan cara seperti ini, Toni telah berhasil memasang 61 jembatan gantung di berbagai daerah termasuk Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan bahkan hingga Sulawesi, Maluku Utara dan NTT.

Jika dilihat hasil jembatan rancangannya di beberapa foto yang ditampilkan di akun facebook Imam Prasodjo nampak kalau sangat rapi dan profesional. Bagaimana mungkin yang begini ini justru dihambat dengan yang namanya birokrasi. Pak Presiden harus tahu kabar ini nih… Biar dipecat saja itu oknum yang menghambat.

Berikut beberapa gambar jembatan hasil karya Toni Ruttiman dan staffnya yang dari Indonesia serta rakyat setempat. Gambar fiambil dari akun facebook Imam B Prasodjo. 

Advertisements

2 Comments

  1. mesti fahami birokrasi dulu, bantuan barang impor mesti ada surat sakti dukungan dari pemerintah dulu, tapi mudah2an dgn disebar begini bisa ada jalan tengah dan turuntangan nya fihak pemerintah

  2. laporkan ke lapor.go.id mudah-mudahan jokowi bisa memuluskan bantuan ini.
    jembatan-jembatannya bagus-bagus ya.
    calon masuk surga nih orang.

Comments are closed.