Data AISI 2016: Ninja 250 Menang, R25 Juga Menang!

semakin-merdeka-dari-angsuran-mahal

r25-vs-ninja-250-2016

Membandingkan sport 250 cc antara Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25 selalu menarik. Maklum, di kelas inilah produk flagship masing-masing pabrikan berada. Adu gengsi menjadi tak terhindarkan. Para penggemar dunia motor tanah air biasanya panas-panasan membandingkan keduanya, walaupun lebih seringnya yang heboh itu justru yang tidak punya unitnya. Publik selalu membandingkan dengan konklusi siapa yang terbaik, R25 atau Ninja 250.

Untuk menjawab pertanyaan itu cukup banyak parameter yang bisa dibandingkan. Misalnya seperti top speed, torsi, performa di lintasan hingga angka penjualan. Nah, parameter terakhir yang akan kita lihat di artikel ini. Mengapa, sebab ada data yang bisa di perbandingkan. Data real di lapangan (Data AISI sih). Lalu, siapa yang unggul?

Data yang diperbandingkan adalah Data AISI Januari hingga September 2016. Secara total marketshare maka R25 yang di atas, namun jika hanya dilihat distribusi nasional, Ninja 250 mutlak sangat unggul. Monggo cekidot grafik berikut:

r25-vs-ninja-250

Untuk pasar domestik alias dalam negeri keunggulan distribusi Ninja 250 hingga hampir 3 kali lipat R25. Brand Ninja sudah sangat kuat mengakar di konsumen sini. Pokoknya, moge (di sini 250 cc masih bisa dianggap moge) ya Ninja. Kelebihan Ninja selain lebih dulu bermain, juga karena desain dan suara knalpot yang ternyata masuk ke selera konsumen. Secara performa Ninja 250 memang di atas kertas kalah dari R25, tapi lagi-lagi konsumen disini membeli sport 250 karena satu paket, ya desain, ya suara knalpot, ya performa. Paling penting sih desain dan suara knalpot. Performa cincay lah, sebab kondisi jalanan di sini yang always stuck alias macet membuat performa gahar menjadi mubadzir. Lagipula, mau ngebut kemana? #eh

Nah, justru Yamaha R25 panen besar untuk pasar ekspor. Mlempem di lokal dibalas tunai di pasar luar negeri. Sebenarnya bukan benar-benar R25 yang diekspor namun R3, tapi kedua motor sebenarnya sama hanya beda di kubikasi. Jadi, anggap saja mereka satu produk (siapa sih yang menganggap begini?). Kelebihan Yamaha dibanding Kawasaki untuk pasar ekspor adalah Yamaha global mempercayakan produksi si dual silinder di Indonesia, sedangkan Kawasaki tidak. Alhasil, Yamaha bisa melakukan ekspor, Kawasaki tidak. Jelas, Yamaha unggul telak di sini. Secara total pasar ekspor R25/R3 adalah 23.646 unit sepanjang 9 bulan pertama 2016 ini atau unggul 2 kali lipat total penjualan Kawasaki Ninja 250.

Dah itu saja…

Contact me on:
Whatsapp +6287712727000
Email karis.nsz@gmail.com
FB Fanspage @rideralam

Iklan

One response to “Data AISI 2016: Ninja 250 Menang, R25 Juga Menang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s