AISI November 2016: Yamaha MX King Terlaris, Honda Berjaya, Satria F150 Merana

Brosis, walaupun performa motor bebek di tanah air makin tergerus oleh makin populernya motor tanpa gigi alias matik, namun tetap menarik untuk mengikuti perkembangannya. Apalagi di kelas bebek sport 150 cc tiga samurai tengah bersaing ketat se ketat semv*ak. Abaikan dulu soal performa di atas lintasan balap atau di jalanan, tapi kita tengok dulu bagaimana performa para bebek sport 150 c di lintasan marketshare. Yukk..

Oke, di kelas ini Honda, Yamaha dan Suzuki punya gacoan masing-masing, bahkan Honda punya dua yakni Sonic 150 dan Supra GTR150. Yamaha punya MX King 150 dan Suzuki yang tetap mengandalkan klan satria yaitu Satria F150 alias FU Injeksi. Bagaimana hasilnya?

Data AISI bulan November 2016 memberikan gambaran bagaimana market bebek sport 150 sejatinya tidak terlalu besar. Namun, gengsi dipertaruhkan di sini. Yamaha MX King berhasil menjadi bebek sport terlaris dibanding yang lain. Di bulan November MX King terdistribusi sebanyak 3.296 unit unggul tipis dari Sonic 150 3.065 unit. Lalu Suzuki F150 Injeksi diangka 1.986 unit dan terakhir Supra GTR yang laku 1.210 unit.

Bebek super MX King unggul telak dari bebek super Supra GTR, ayago Sonic 150 sukses pecundangi Satria F150. Itu jika dilihat dari sisi jenis motornya. Bagaimana kalau dilihat dari sisi brand. Honda ternyata mampu mengungguli Yamaha. Tidak heran sebab mereka punya line up paling lengkap. Bebek super ada, ayago juga ada. Sebagai pabrikan terbesar, mudah bagi Honda untuk menyediakan apapun yang diinginkan konsumen. Mereka tidak terlalu dipusingkan dengan kapasitas produksi. Terbesar di dunia, bro!

Yang luar biasa adalah MX King. Motor paling beda dari 3 motor lainnya jika dilihat dari jenis mesinnya (SOHC sendiri) ternyata bisa diterima konsumen dengan baik. Walaupun di dalam tes yang dilakukan media otomotif, MX King selalu kalah di lintasan lurus atau dynotest dari para rival, tapi masih terlaris juga. Apa artinya? Boleh jadi desain MX King khas Yamaha yang futuristik menjadi kekuatan utama. Konsumen tanah air masih dominan mengagungkan desain dibanding performa, toh jalanan makin padat makin susah mengeluarkan kemampuan maksimal motor. Motor kencang namun butuh jarak tempuh yang jauh untuk mencapai puncak performa akan mubadzir dengan kondisi tersebut. Kekuatan utama motor-motor SOHC ada di performa bawah-menengah cocok untuk meladeni jalanan padat. Menyadari itu, Honda akhirnya memaksa mesin DOHC yang mereka punya menjadi SOHC wannabe demi mengakomodir kondisi tersebut. Cukup sukses bukan dengan Sonic 150?

Yang kasian ya Satria F150. Performa paling gahar diantara yang lain, namun penjualan tetap saja kalah. Ada apa? Ada yang bisa menjelaskan? Apakah gara-gara nama Suzuki di depannya, coba Honda. #eh

Iklan

2 responses to “AISI November 2016: Yamaha MX King Terlaris, Honda Berjaya, Satria F150 Merana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s