Bom Waktu!

Ilustrasi siswa-siswi tengah persiapan outbond

Cerita sedikit tentang kondisi di salah satu kelas sekolah menengah atas yang RA ketahui. Sebagaimana halnya kelas-kelas lain di sekolah manapun selalu ada pengurus kelas. Ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris dan bendahara serta tentu saja ada wali kelas. Secara organisasi, merekalah yang memimpin tertib tidaknya kelas, tentu saja sang ketua yang punya otoritas tertinggi. Dan memang benar, kondisi kelas tertib, aman serta kondusif walaupun dalam satu tahun berjalan pasti selalu ada masalah, beda pendapat dan adu mulut tapi semua bisa diredam. Siapa yang meredam? Ketua kelas dong… bukaaaann!!!

Di kelas itu ada satu orang yang ternyata punya “kekuasaan” lebih tinggi dari siapapun warga kelas, bahkan dari ketua kelas (tentu saja wali kelas tidak masuk kategori ya). Anak ini, sebut saja si Jack, sebenarnya punya badan biasa saja, tidak gede kayak preman namun dia ini salah satu cucu pendiri sekolah. Jadi, dia ditakuti dan “disungkani” teman-temannya. Kasarnya, setiap apa yang dititahkannya akan dieksekusi warga kelas. Agak heran juga sih kenapa dia tidak jadi ketua kelas saja ya, de facto dan de jure kan bisa dipegangnya.

Sebenarnya jika dibilang kelas itu tentram ya tidak sepenuhnya benar. Sebab, beberapa siswa pernah berpendapat berbeda tentang suatu hal, sampai diskusi hangat namun akhirnya diam semua. Tenang lagi di permukaan, walaupun boleh jadi si “oknum” siswa itu menyimpan jengkel dalam hatinya. Salah satunya soal pemilihan wakil kelas untuk ikut lomba antar kelas. Saat wali kelas memberitahu ketua kelas bahwa akan ada lomba mata pelajaran Fisika, maka si Jack akan segera memilih siapa-siapa yang akan ikut. Tak peduli apakah dia jago Fisika atau tidak yang penting ada di pihaknya. Nah, biasanya ketua kelas akan diajak. Hasilnya? Ya biasa saja, juara? gak lah lha wong dari kelas sebelah prestasinya lebih mentereng sebab memang siswa-siswi pilihan dan kompeten di mapel itu. Bagi Jack tidak masalah, pun begitu bagi ketua kelas. Yang penting ikutan, dapat konsumsi dan nama kelas terkenal urusan menang kalah nomor 66!

Masalah berikutnya soal kunjungan study tour ke kota sebelah misalnya. Acara study tour ini gratis bagi yang ikut, paling hanya keluar biaya ngemil. Namun, ada salah satu wali murid yang mau mendukung kegiatan ini dengan menyediakan akomodasi berupa penginapan. Karena jumlahnya terbatas, si wali murid tidak woro-woro hanya menunjuk si ketua kelas untuk memilih sejumlah siswa, tentu saja sang anak harus masuk. Ketua kelas kembali memberitahu si Jack, nah sama dengan kejadian sebelumnya, si Jack dan ketua kelas akhirnya kembali menunjuk teman-teman se-geng-nya saja. Yang lain jangankan diajak, diberitahu saja tidak.

Tapi, Jack dan ketua kelas sangat hebat. Mereka bisa “menyembunyikan” itu dengan rapi. Mereka seperti punya sistem sendiri di tengah-tengah sistem kelas. Mereka punya aturan sendiri di tengah-tengah aturan yang sudah disepakati bersama sekelas. Komunikasinya? Bikin grup bbm dong, kan sudah jamak. Dengan kata lain mereka membentuk negara di dalam negara. Tujuannya sih bagus membesarkan nama kelasnya, membuat kelasnya terkenal se-sekolah. Namun sayang, mereka selalu mengatas-namakan perwakilan kelas ketika justru kelompok mereka sendiri yang selalu diuntungkan.

Cerita kondisi kelas di atas ada di sekolah tempat rekan kerja RA. Dia cerita sambil geleng-geleng kepala. “Koq bisa begitu ya?, bahaya untuk perkembangan kelas itu. Seperti memelihara bom waktu tuh” demikian ujarnya. RA sih santai saja menanggapinya. “Biarin saja lah cak, hal yang seperti itu tidak akan awet, yang penting kita selesaikan kewajiban kita. Selebihnya biarkan Yang Maha segalanya yang mengatur”. Santai tapi dalam hati miris juga. Masih pelajar sudah begitu, apalagi saat bermasyarakat nanti. Begitu berat tugas guru masa kini ya. (karismauyy)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s