Sam Sunderland, Road to Champions Reli Dakar 2017: Skill, Konsistensi Dan Keberuntungan!

Sam Sunderland membuat rekor di Reli Dakar 2017 yang telah usai akhir pekan lalu. Secara pribadi, ini adalah kemenangan pertamanya di reli terganas di dunia itu. Bagi negaranya Sunderland menjadi pembalap Inggris pertama yang mampu menjuarai Reli Dakar. Bagaimana perjalanan Sunderland dari etape pertama hingga akhirnya menjadi the champions? Simak uraiannya berikut.

Etape 1. Etape ini masih belum memunculkan nama Sam Sunderland dalam cerita “dongeng” kejayaannya. Sunderland kalah pamor dari pembalap Sherco TVS, Juan Pedrero yang berhasil menjadi pemenang usai dipenaltinya Xavier de Soultrait yang finish terdepan. Di etape ini Sunderland hanya finish ke-4, 27 detik lebih lambat dari Pedrero.

Etape 2. Lagi-lagi Sam Sunderland bukan menjadi lakon utama. Rekan setim sekaligus juara bertahan, Toby Price lebih mencuri perhatian setelah menjadi pemenang. Price adalah rekan setim Sunderland di Red Bull KTM Rally Team. Sama dengan etape pembuka, Sunderland hanya finish ke-4.

Etape 3. Nama Sam Sunderland mulai diperhitungkan. Finish kedua di belakang sang pemenang Joan Barreda dari Honda, Sunderland mulai menapak klasemen ke posisi dua. Penampilan konsisten Sunderland membawanya menjadi runner up klasemen sementara di belakang Barreda.

Etape 4. Etape 4 belum juga membawa Sam Sunderland ke puncak. Ia hanya finish ketujuh di belakang rekan setim, Matthias Walkner yang menjadi pemenang etape ini. Di etape ini ada dua kejadian menentukan, penalti satu jam untuk semua pembalap Honda, termasuk pimpinan klasemen sebelum etape 4, Joan Barreda dan mundurnya juara bertahan Toby Price akibat kecelakaan yang menimpanya. Sam Sunderland masih berada di posisi 5 klasemen sementara.

Etape 5. Inilah titik balik perjalanan juara Sam Sunderland. Etape ini Sunderland berhasil menang. Selain itu, faktor keberuntungan sedikit membantu Sunderland ke puncak, pasalnya di etape ini para pembalap penguasa klasemen, Joan Barreda, Pablo Quintanilla dan Stefan Svitko tersesat dan kehilangan banyak waktu. Belum lagi penalti 1 jam yang dialami Joan Barreda. Mulai etape ini, Sam Sunderland menentukan takdirnya sendiri untuk menjadi juara Reli Dakar 2017. Puncak klasemen telah digenggamnya.

Etape 6. Etape Sabtu. Sam Sunderland dan seluruh pembalap lain menikmati istirahat panjang selama 2 hari karena etape ini dibatalkan akibat cuaca buruk. Para pembalap kembali menggeber tunggangannya dua hari kemudian di etape 7.

Etape 7. Usai istirahat Sabtu dan Minggu, di Senin etape 7 dimulai. Sam Sunderland finish ketiga dibelakang dua pembalap Honda, Ricky Brabec dan Paulo Goncalves. Di klasemen pembalap, Sunderland masih kokoh di puncak dengan keunggulan waktu 17 menit lebih dari runner up Pablo Quintanilla dari Husqvarna.

Etape 8. Keunggulan Sunderland di klasemen makin besar. Hingga etape ini usai, Sunderland telah unggul 20 menit dari runner up Quintanilla. Etape ini sendiri dimenangkan oleh Joan Barreda, Sunderland finish ketiga.

Etape 9. Lagi-lagi ada pembatalan etape. Longsor batu menjadi penyebabnya. Sam Sunderland tak tersentuh di puncak.

Etape 10. Sam Sunderland hanya finish di posisi 12. Posisinya di klasemen sebenarnya mulai terancam oleh Quintanilla. Di waypoint pertama, Quintanilla sudah unggul 17 menit dari Sunderland. Namun, faktor luck kembali berpihak pada Sunderland. Pablo Quintanilla tersesat dan alami pingsan yang mengakibatkan harus mundur dari lomba. Alhasil Sunderland makin kokoh di puncak. Etape ini kembali dimenangkan Joan Barreda, kemenangan ketiga bagi pembalap Honda ini.

Etape 11. Etape 10 dan 11 sebenarnya telah menjadi titik poin keberhasilan Sunderland mengunci gelar juara. Setelah di etape 10 posisi di klasemen makin kokoh, etape 11 Sunderland hanya tinggal bermain aman. Sebab, di klasemen selisih waktu dengan posisi kedua, Matthias Walkner, sudah terpaut setengah jam. Di etape ini Sunderland finish kelima dan unggul lebih dari 30 menit di klasemen dari runner up, pemenangnya kembali Joan Barreda. Sunderland hanya menunggu formalitas juara Reli Dakar 2017 sebab etape terakhir, etape 12 adalah etape super pendek.

Etape 12. Walau jarak Rio Cuarto menuju Burnos Aires berjarak lebih dari 700 km, namun spesial stage di etape ini hanya 64 km. Jarak yang sangat pendek untuk menghasilkan gap besar bagi sang pemenang dengan posisi di belakangnya. Benar saja, di etape ini sang pemenang, Adrien Van Beveren memiliki catatan waktu yang sama dengan runner up Gerard Farres. Sunderland sendiri hanya finish ke-6 dan akhirnya berhasil merebut gelar juara Reli Dakar 2017 untuk pertama kalinya bagi dirinya dan negaranya, Inggris. Sunderland juga sukses membawa motor KTM terus berjaya ke-11 kalinya di Dakar.

Satu catatan menarik yang mengiringi kemenangan Sam Sunderland yakni konsistensi. Dari 12 etape, 2 dibatalkan hingga hanya ada 10 etape, Sunderland sangat konsisten. Hanya sekali memenangi etape, namun Sundeland juga bersih dari hukuman penalti dan hanya dua kali finish di luar top 10. Faktor lain yang tidak boleh dilupakan adalah kesialan yang menimpa para pesaing terdekatnya.
Penalti 1 jam yang menimpa Joan Barreda dkk menjadi momen paling menguntungkan bagi Sunderland. Bayangkan jika Barreda bersih dari penalti, 4 kemenangan etape akan membuatnya juara Reli Dakar 2017, sayang memang. Lalu, mundurnya sang juara bertahan yang tengah memimpin klasemen, Toby Price juga menjadi keuntungan bagi Sunderland. Tidak kalah penting juga saat Sunderland menang di etape 5, pesaing terdekatnya justru tersesat dan kehilangan banyak waktu. Alhasil, Sunderland melesat ke puncak dengan gap cukup signifikan dari posisi kedua.

Namun, apapun itu juara tetaplah juara yang diraih bukan semata faktor keberuntungan. Skill dan konsistensi telah membawa Sam Sunderland ke puncak dunia. Reli terganas di dunia, Reli Dakar edisi 2017 telah berhasil ditaklukkannya. Selamat, Sam Sunderland! RA

Advertisements