Ini Alasan Mengapa Honda Mendominasi Pasar, Blogger Berperan!

Melihat, membaca dan menganalisa Data AISI Januari 2017 siapapun akan sulit mencari-cari kesalahan strategi Honda jualan motor di sini. Andaikan ada skor maka nilai Honda 9 dari maksimal 10, nyaris sempurna. Dominasi mereka sangat sulit dipercaya oleh nalar, apalagi saingannya tidak hanya satu tapi tiga (TVS abaikan dulu ya). Tapi, angka 77 nyaris 78% penguasaan pasar seolah-olah yang lain hanya figuran. Mengapa bisa begitu?

Data AISI Januari 2017

1. Honda: 368.739 unit
2. Yamaha: 94.117 unit
3. Kawasaki: 7.370 unit
4. Suzuki: 3.511 unit
5. TVS: 142 unit

Silahkan simak data di atas. Jomplang banget bukan? Begitu digdayanya Honda dari para rival tradisionalnya seperti Yamaha, Kawasaki dan Suzuki menimbulkan pertanyaan, ngapain saja mereka? Apa tidak bisa membuat produk sebagus produk Honda (dari sisi konsumen)? Strategi jualannya seperti apa? Bla bla bla…

Oke, kita lihat dari sisi Honda. Diferensiasi produk mereka jelas. Contoh di skutik. Konsumen yang punya ukuran tubuh mungil, BeAT siap dibawa pulang, mau lebih elegan dengan market laki-perempuan usia mapan, Vario series bukanlah pilihan yang salah, atau mau skutik retro jadul, Scoopy telah tersedia. Intinya, Honda telah menyediakan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat. Itu hanya contoh kecil di skutik, di segmen lain kurang lebih sama.

Baca Juga
[display-posts tag=”marketshare” posts_per_page=”4″]

Selain itu, ada fenomena baru yang mulai massive dilakukan Honda dan seluruh jaringan dealernya di Indonesia yakni merangkul blogger roda dua dengan menyediakan mereka unit-unit motor baru untuk dipinjamkan beberapa hari. Sebenarnya strategi ini sudah lama dilakukan, tapi baru sebatas untuk kalangan blogger papan atas. Namun, untuk kali ini mereka sudah membuka pintu untuk blogger-blogger daerah untuk merasakan sensasi motor anyar Honda tidak hanya sebatas test ride di lapangan parkir kantor tapi boleh di bawa pulang dan “diperkosa” habis-habisan dalam beberapa hari. Brosis bisa tahu siapa saja para blogger itu di blog masing-masing.

Strategi ini bukanlah tanpa resiko. Bagaimana jika si blogger menggeber habis hingga melebihi batas maksimal kemampuan motor, toh tidak ada yang memantau. Usia mesin motor akan berpengaruh. Bagaimana pula jika si blogger sampai mengalami crash atau insiden kecelakaan saat test ride si kuda besi harian, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki unit pinjaman. Belum lagi jika ternyata si blogger menemukan sisi minus dari si kuda besi lebih detil, kemudian ditulis di artikel blognya dan dibaca ribuan visitor, bukannya promosi keunggulan malah jadi BC produk. Semua resiko di atas tentu saja tidak mustahil terjadi, tapi kenapa Honda tetap melakukannya?

Jawabannya bisa jadi adalah mereka mendapat promosi gratis produk barunya di blog masing-masing. Bayangkan saja jika yang mendapat pinjaman 15 blogger, minimal akan ada 15 artikel tentang si kuda besi. Dan jumlah itu tentu saja akan berkembang hingga puluhan artikel secara total. Artikel 1 tentang kabar kedatangan si kuda besi di news room blogger, artikel 2 tentang review fisik si kuda besi, artikel 3 tentang fitur andalan, artikel 4 tentang riding hari pertama, artikel 5 riding hari kedua, bla bla bla… berapa artikel coba untuk seorang blogger yang produktif menulis. 5 artikel saja tiap blogger, berarti sudah 75 artikel secara total. Ini promosi gratis tapi sangat mengena ke calon konsumen. Ingat, saat ini sudah banyak calon konsumen, khususnya segmen motorsport, yang lebih percaya ulasan blogger tinimbang sales.

Intinya adalah membentuk mindset positif pada calon konsumen melalui review positif dari para blogger yang diberi pinjaman unit. Apalagi, tentu saja akan ada ewuh pakewuh dari si blogger jika menemukan hal negatif dan mengulasnya di artikel blognya. Sudah dipinjamin koq mengabarkan jeleknya, kira-kira begitu. Adat ketimuran, sungkanisme masih kental di negeri ini. No offense lho ya…

Nah, apa yang sudah dilakukan Honda ini haruslah juga diikuti produsen lain. Suzuki sudah mulai melakukannya dengan memberi beberapa blogger unit pinjaman sport fairing mereka untul direview selama beberapa hari. Bahkan mereka sudah juga melakukan promo lain dalam bentuk harga khusus untuk si kuda besi yang jauh lebih murah dari harga rival. Yamaha juga harus melakukannya.

Kita tahu awal tahun ini Yamaha telah memperkenalkan beberapa motor anyar. Motor baru tentu saja harus diperkenalkan ke publik. Promosi via delaer melalui banner-banner tetaplah dilakukan, tapi jangan lupakan peran kecepatan arus informasi dunia maya melalui blogger-blogger tanah air. Manjakan kita dengan unit test ride. Bensin, cuci, oli silahkan suruh kita keluarkan biaya sendiri, pasti tidak akan menolak. Kecuali beberapa blogger yang memang punya aliansi dengan pabrikan tertentu, yang begini akan susah objektif.

Honda saja yang telah mendominasi pasar hingga nyaris 80% masih mau “buang-buang” duit dan resiko besar untuk promo produk barunya melalui para blogger, lha mosok yang penjualannya kembang kempis tidak mau melakukan hal yang sama. Tidak usah sama persis, cukup ATM saja. Amati, Tiru, Modifikasi.

-RA-

Advertisements

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*