Yamaha… NMax Itu Sukses, Kenapa Tidak Sekalian Dieksploitasi?!

Yamaha punya jagoan di segmen skutik yakni NMax 155. Skutik selonjor ini mampu menggantikan peran Vixion series yang sudah mulai dibabat sang rival di segmen sport sebagai tulang punggung penjualan pabrikan berlogo garpu tala itu. Data AISI menunjukkan distribusi NMax tiap bulan tidak pernah kurang dari 15 ribu unit. Namun, angka itu untuk ukuran skutik bukanlah apa-apa. Bandingkan dengan Vario yang di kisaran 100 ribu unit/bulan. Jadi bertanya-tanya, kenapa Yamaha gak sekalian habis-habisan di NMax ini.

Maksudnya?

Jadi begini, selama ini strategi Yamaha di segmen skutik seperti coba-coba terus. Sukses di satu varian, malah mulai membangun imej varian lain padahal masih bisa terus digenjot optimal lagi. Contoh, Mio M3 sukses (untuk kelas Yamaha) namun justru mengalihkan fokus ke New Soul GT125. Padahal andaikan Yamaha mau lebih cerdik, kenapa tidak membuat Mio M3 dengan kubikasi di bawahnya. Tentu saja harga akan jadi lebih murah. Memang sih, dengan banyak jenis motor akan memberikan banyak pilihan bagi konsumen, namun kalau ada satu yang lagi booming kenapa tidak dimanfaatkan atau istilah kasarnya diperas saja sampai habis santannya.

Nah, NMax sudah masuk kategori sukses. Kenapa tidak sekalian dieksploitasi sampai maksimal. Bikin saja NMax 125 misalnya. Tentu saja dengan bentuk bodi dan ukuran yang sama. Berikan sedikit perbedaan untuk membedakan keduanya, misalnya variasi warna atau striping. Harga jelas harus lebih murah. Jika NMax 155 dibanderol 25 juta, NMax 125 bisa saja dilepas di kisaran 20-21 jutaan. Konsumen yang tadinya naksir NMax 155 namun dana tidak sampai bisa mengalihkan perhatian ke NMax 125.

Baca Juga
[display-posts tag=”nmax-155″ posts_per_page=”4″]


Strategi ini sudah berhasil dilakukan Honda. Honda memberikan “kebingungan” sekaligus alternatif bagi calon konsumennya saat hendak meminang Vario. Di top classnya ada Vario 150 eSP dan Vario 125 eSP. Perbedaan keduanya hanya soal kubikasi mesin dan permainan warna grafis, namun hasilnya luar biasa. Vario 125 eSP laris manis, Vario 150 eSP tetap diburu. Kalau mau sedikit berbeda ada Vario 110. Perbedaan bodi memang banyak, tapi dengan tetap mengusung nama besar Vario, konsumen tentu saja masih mendapat pride-nya.

Nah, jadi membayangkan jika Yamaha menyediakan NMax 125 (tanpa downgrade apapun selain kubikasi) harga 20 juta misalnya, angka distribusi 20-30 ribu unit/bulan untuk NMax series bukanlah hal yang mustahil.
Jika hambatannya adalah kapasitas produksi, kenapa tidak untuk menambah investasi pembangunan plant. Indonesia itu pasar besar. Rugi jika tidak menjadikan pasar besar ini jadi prioritas utama. Atau kalau masih pelit juga, kenapa tidak mengambil line produksi varian lain yang tidak laku. Stop saja dan alihkan ke produksi NMax 155 dan NMax 125.

Saat ini, Yamaha punya gacoan anyar pada sosok Aerox 155. Tinggal lihat saja penerimaan pasar dalam 6-12 bulan ke depan. Jika secerah NMax, kenapa tidak untuk menelurkan New Aerox 125 dengan bodi sama persis dengan sang kakak. Buang saja si Aerox 125 geje itu, motor gagal jual koq masih dipiara. Vietnam saja sudah ada Aerox 125. Memang sih ngomong itu gampang, masa iya RA harus turun tangan ke lapangan juga wkwkwkwkwk

-RA-

Advertisements

5 Comments

  1. Sangattt setujuuuuu gan…. josss gandoss ,, semoga pihak yamaha membaca,memikirkannya,& menjalankannya….
    Cz makin lama makin habisss dihajar honda
    Padahal hanya yamaha yg berani fight dari semua segment ,, rajin menelorkan produk2 baru, tapi koq anehy tambah habis di hajar honda,, siapa yg salah…

  2. mungkin memang yamaha setengah2 fight dengan honda
    logika simple, kalo yamaha serius bikin aja varian nmax yg sukses itu.

    Siapa yg tidak kenal jaringan astra, hampir semua sparepart mereka kuasai, dan seperti diketahui astra dikuasai oleh singapur.

    yamaha msh bergantung pada sparepart jaringan astra
    even kayaba pun setau ane msh punya astra
    berbeda dengan suzuki dan kawasaki, yg kyknya sparepart nya bikin sendiri.

    jadi tuduhan kartel honda yamaha seperti nya bukan isapan jempol bekala.
    ujung2 nya adalah monopoli ASTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*