Salah Kaprah, Salah Yang Biasa… Biasa Salah?

Salah kaprah adalah hal yang lumrah kita jumpai di sekitar kita. Salah kaprah adalah salah yang kaprah atau kesalahan yang menjadi kebiasaan dan dimaklumi atau tidak disalahkan lagi dan hanya bikin kita senyum-senyum. Lucu tapi sedih, miris tapi susah nahan senyum. Seperti yang bisa brosis lihat di gambar berikut.

Yup, Honda GSX-R150. Rupanya identitas asli GSX-R150 adalah buatan Honda bukan Suzuki ya hehehe

Lain lagi dengan gambar satu ini

Ahaa… sepintas tidak ada yang salah dengan kejadian gulingnya truk pengangkut motor Ninja CBR150R di Semarang. Eh wait… Ninja? CBR150R? Alamaakk
Yuhuu… hanya di Indonesia nampaknya kejadian ini bisa brosis temukan. Dibalik ironi ada prestasi sebuah pabrikan. Kasus di atas adalah buah keberhasilan Honda dan Ninja masuk ke alam bawah sadar masyarakat. Begitu mendarah-dagingnya imej sebuah produk hingga mampu menepis nama lain untuk produk yang sama.

Kejadian di atas sebenarnya bukan yang pertama. Dalam beberapa kasus tidak hanya sepeda motor yang salah kaprah. Produk lain juga begitu contoh mie instant apapun merknya masyarakat di sekitar rumah RA akan menyebutnya sarimi. Juga air mineral yang akan dipukul rata sebagai aqua. Popok bayi akan menjadi pampers semuanya. Deterjen apapun namanya hanya satu rinso. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Keberhasilan sebuah merk menancapkan namanya di mindset konsumen atau masyarakat tidak lepas dari keberhasilan mereka menjadi yang pertama, pioner untuk produk tersebut. Dalam kasus di atas, Honda menjadi merk motor pertama yang familier. Namun, khusus motorsport alias berfairing ya imej Ninja sulit dikalahkan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah kaprah adalah ‘kesalahan yg umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan’. Menjadi umum karena sebuah kesalahan telah melalui proses pemakaian yang luas. Proses pemakaian yang luas disebabkan oleh banyak hal (pihak), di antaranya media massa, penggunaan bahasa daerah dan asing, dan pendidikan.

Pertanyaannya, apakah tingkat pendidikan masyarakat ikut mempengaruhi kejadian di atas?

RA

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*