Beli Cash Dipersulit, Kredit Disarankan… Oknum Sales Begini Harus Dibasmi!

Sales merupakan ujung tombak penjualan sebuah produk. Bisa dibilang berhasil tidaknya sebuah produk ada di tangan si sales. Namun, tidak semua sales ternyata memiliki visi yang sama dengan pabrikan yang memproduksi produknya. Tidak jarang kepentingan pribadi (mendapat keuntungan finansial lebih) menjadikan si sales bukannya membuat produk jualannya laku malah jutru akan ditinggal konsumen. Oknum sales nih namanya.

Salah satu modus oknum sales nakal adalah dengan memberikan informasi yang salah dan memberikan jalan keluar lain yang justru merugikan calon konsumennya. Jika di dunia otomotif roda dua hal itu seringkali ditemui di dealer-dealer yang menyediakan produk baru yang tengah booming menjadi incaran konsumen. Oknum sales mulai bermain di sini. Ketika konsumen datang bermaksud membeli produk tersebut, si oknum mulai mempersulit ketika konsumen hendak membelinya dengan cara cash. Berbagai alasan dikemukakan, paling sering dengan menginformasikan ke konsumen bahwa unit yang dicari tengah kosong. Anehnya, si oknum justru memberikan saran agar konsumen membelinya dengan cara kredit dan unit ready! Pacettak dhei na se nyaman…

Mengapa oknum sales ogah menjual produk dengan sistem cash dan memilih agar konsumen membeli secara kredit? Alasannya adalah uang atau pemasukan untuk kantong si oknum lebih banyak dari sistem kredit dibanding cash….

Ulah oknum sales begini memang tidak banyak, namun efeknya akan menjadi viral dan sangat merugikan. Selain merugikan konsumen, dealer tempatnya bekerja juga akan kena getahnya. Dealer akan dicap jelek oleh konsumen yang lain. Selain itu, untuk scoop yang lebih luas merk atau brand atau pabrikan yang membuat produk itu dan bermaksud menjual agar diterima konsumen segala lapisan menjadi kecipratan imej buruk. Efek jangka panjangnya adalah di mindset konsumen menjadi terpatri bahwa produk A jual mahal dan mempersulit konsumen memiliki produknya gara-gara tidak boleh beli cash. Bisa ditebak, brand itu akan kalah bersaing dengan brand lain. Ulah nakal oknum sales begini yang harus diwaspadai pabrikan.

Tim marketing pusat harus rajin turun ke bawah untuk mendapat gambaran sebenarnya tentang rantai penjualan produknya. Harusnya ketika produknya menjadi buah bibir di masyarakat namun justru penjualan seret, salah satu pos yang bisa dicurigai adalah di sisi salesnya, tenaga penjual yang bermain nakal. Media sosial juga bisa dijadikan sumber referensi untuk mengetahui kondisi di lapangan. Mulai meratanya teknologi internet membuat siapapun yang punya akses akan mencurahkan uneg-unegnya di media sosial. Di sana mereka bisa menemukan keluhan-keluhan calon konsumen yang kecewa gara-gara ulah si oknum. Jika ini dibiarkan terus menerus dan berulang untuk setiap kemunculan produk baru, maka secara tidak langsung akan membuat kompetitor yang tidak melakukan praktek ini laris dengan sendirinya. Konsumen yang kecewa bisa jadi akan mengalihkan pilihannya ke produk sejenis dari brand lain walaupun tidak begitu sreg di hati. Mereka melakukannya karena kebutuhan akan motor yang mendesak atau bahkan karena “balas dendam” terhadap brand yang telah mempersulitnya.

Ulah oknum sales seperti di atas ternyata masih saja ada hingga saat ini. Seperti yang diangkat oleh blogger penyemplak R15 V2.0 yakni aaikhwan.com. Dalam artikelnya, Aa (demikian biasa dipanggil) menceritakan tentang salah satu pembaca blognya yang berkomentar tentang sulitnya mendapat unit Aerox secara cash di dealer Yamaha di daerah Tangerang. Sales justru menyuruh konsumen itu untuk membeli secara kredit. Suex bukan… beruntung, si konsumen tidak berpaling ke brand lain melainkan hanya berpindah dealer seperti yang direkomendasikan Aa.

Pabrikan harus menindak tegas ulah oknum sales begini yang sangat merusak imej brand jika tidak jangan heran kalau sebagus apapun produk yang dikeluarkan akan mendapat effort minimal dari konsumen gara-gara terlanjur sakit hati dikerjain oknum sales. Saran RA sih kalau ketemu oknum sales model begini, laporkan saja ke pusat biar segera dilakukan tindakan. Atau laporkan saja ke blogger biar diangkat menjadi tulisan yang bisa menjadi viral dan dibaca petinggi brand tersebut. Jangan lupa, catat nama oknum salesnya sekaligus dealernya lebih bagus lagi kalau ada foto atau rekaman suara.

RA

Advertisements

11 Comments

  1. dulu pernah nih begini…. niatnya mau beli yamyamha vixion eh ga bole cash akhirnya pindah ke honhon beli vario… sialnya didealer honhon sama aja ngak boleh cash dan nggak bisa pilih warna, akhirnya dealer dikadalin dikit bilangnya mau ambil vario ama scoopy, begitu varionya udah dapet, scoopy langsung cancel… dan sejak saat itu rasanya ogah beli yamyamha atau honhon… klo mau beli mptor lagi rasanya pelayanan sijuki ama kaoskaki (nggak tau klo kateem) lebih sreg dan memuaskan…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*