Jadi Blogger Itu Mudah, Tapi Sulit Juga!

Brosis, menjadi blogger otomotif itu tingkat kesulitannya relatif. Dalam artian bisa dibilang mudah tapi sulit juga. Mudah karena akses informasi dari dunia maya sudah sangat terbuka lebar, tinggal pertangguh paketan data, kuat-kuatin mata dan siapkan secangkir kopi, informasi apapun bisa diserap untuk kemudian disajikan ulang dengan gaya bahasa sesuai style si blogger, termasuk artikel-artikel yang brosis baca di blog ini. Dibilang sulit ada benarnya juga.

Sulit dalam artian untuk menyajikan atau mengisi konten blog yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, baik secara kebenaran isi artikel, kelengkapan artikel dari awal hingga akhir hingga kelengkapan data dan gambar, menuntut sebuah komitmen luar biasa dari si pemilik blog alias blogger. Menyadur sebuah kabar dari blog lain atau media lain bukanlah sebuah kesalahan sepanjang sumbernya jelas disebutkan, namun menyajikan sebuah tulisan dari usaha sendiri, riset sendiri, melihat dengan mata kepala sendiri hingga benar-benar merasakannya langsung di lapangan tentu nilainya lebih memuaskan , baik bagi si blogger maupun pembaca setianya.

Sebuah proses mendapatkan bukti fisik, gambar hingga sumber tulisan tidaklah semudah yang bisa brosis bayangkan. Sebuah tulisan yang berisi 200-1000 karakter yang brosis baca bukan tidak mungkin membutuhkan waktu 2-3 hari untuk mendapatkan mengeksplorasi data mentahnya. Belum proses menyusun kata demi kata agar nyaman dibaca.

Tidak jarang, seorang blogger sampai harus berkorban rupiah demi membeli paket data, biaya membeli bahan bakar minyak untuk motornya, tiket bus untuk menuju lokasi acara. Tidak jarang pula seorang blogger otomotif harus melengkapi dirinya dengan perlengkapan safety gear jika sewaktu-waktu ada ajakan touring dari pabrikan, padahal harganya tidak bisa dibilang murah. Itu baru persiapan, bagaimana jika sudah di lokasi acara? Gambar berikut bisa sedikit menggambarkan betapa seorang blogger itu harus total, walaupun hanya untuk informasi kecil seperti posisi lubang anak kunci jok Aerox misalnya.

Baca Juga
[display-posts category=”blog-activity” posts_per_page=”4″]

Tiduran di bawah motor, sambil menyiapkan kamera yang tidak kecil ukurannya, tidak lupa juga ada sebuah mix kecil untuk merekam suara saat mereview si kuda besi, adalah contoh kecil sebuah usaha mendapatkan materi tulisan. Apakah itu menyiksa? Secara fisik iya, tapi khusus buat yang bodi gajah atau minimal perut buncit (plis serius bacanya gak usah senyum-senyum). Susah jongkok, bro… mending tiduran. Tapi, secara psikologis inilah kepuasan yang bisa dirasakan seorang blogger ketika mendapat sumber informasi primer.

Jadi, jika brosis menyebut “ah, menjadi blogger itu gampang”, memang gampang. Bikin blog, jadi blogger deh. Informasi di luar sana yang jumlahnya miliaran (lebay dikit) dengan hanya modal paketan data plus smartphone 1 jutaan dikolaborasikan dengan kemampuan otak dan kelincahan jari jemari sudah bisa menghasilkan sebuah tulisan. Tidak hanya sebuah, bisa ratusan atau lebih. Tapi, jikalaupun brosis menyebut menjadi blogger itu sulit, memang begitu adanya. Sulit mengisi blog yang sudah dibuat, kalaupun bisa nulis sulit untuk menyajikan sebuah tulisan yang ringan, mudah dipahami, dicerna, memiliki manfaat hingga bisa dipertanggungjawabkan kebenaran tulisan itu. Prosesnya yang sulit, sulit tapi insya Allah bisa dinikmati.

Dan, buat rekan-rekan blogger khususnya blogger otomotif di luar sana, baik yang RA kenal langsung, kenal via sosial media, kenal via kolom komentar blog atau justru yang tidak kenal sama sekali, hobi (atau mungkin profesi bagi sebagian) kita keren, bro! Teruslah berkarya. Silang pendapat atau adu argumen hingga meningkatkan tensi emosi adalah bumbu “persahabatan” kita. Salam kriting dari Kota Santri, Bumi Sholawat Nariyah, Situbondo!

RA

Advertisements

11 Comments

  1. Yang penting jangan munafik aja.. ngaku dan janji gakan gini gakan gitu.. ujung ujungnya ya Gini ya gitu Juga wkwkwk ..
    Pembaca yg ngeh juga bisa ilang kepercayaan.. akhirnya pada kabur.. hehehe..

  2. Konsisten jujur aja, kalau reviewmu jelek dicela ya terima, klw bener jujur intergritasmu di hargai respect bukan uang saja kalau rezeki ngak kemana, kalau objektif buat mainan ke depan kamu akan jilat ludah yg di tanah ,itu pahit banget

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*