Cerita Genza Ganti Ban Belakang Ori, Harga di Toko dan Dealer koq Beda Gitu ya?

Sedikit cerita dari Genza, Yamaha NMax non ABS warna hitam, yang telah menemani rutinitas harian RA selama lebih dari setahun terakhir. Bulan lalu, tensioner bawaan Genza patah dan menimbulkan bunyi mesin yang sangat keras mirip helikopter (artikel). Alhasil, jajan deh. Nah, sekitar 1.000 km kemudian (21 ribuan) Genza jajan lagi, tapi kali ini bagian kaki-kaki.

Yup, saat odometer sudah menyentuh angka 21 ribuan km, ban belakang Genza terlihat sudah mirip kepala RA saja, gundul, bro! 😀 Pantesan, saat melaju hujan-hujan terasa beberapa kali selip bagian belakang. Ternyata sudah waktunya ganti. Sebagai informasi ban Genza masih bawaan pabrik, depan-belakang. Normal sekali, mesti ban belakang yang kalah duluan.

So, RA mulai mencari ban NMax di beberapa toko onderdil dan aksesoris motor di Situbondo. Tempat pertama yang RA datangi adalah sebuah toko khusus ban dari sebuah planet di luar bumi :P. Sayang, walau khusus ban ternyata untuk NMax mereka tidak punya stocknya lho. Agak diluar logika juga sih. NMax yang sudah beredar hampir 2 tahun ini ternyata belum menggugah minat mereka menyediakan stock ban, padahal motor laris nih (memang tidak selaris mbit sih). Ya sudah, segera melipir ke toko-toko aksesoris dan bengkel motor di seputaran kota. Hasilnya, nihil! Ada apa ini? Apa mereka tidak melihat potensi pasar NMax sih. Mosok gak ada yang jual? Owner NMax yang RA kenal di YNVCI chapter Situbondo pada gila modif lho, hanya RA sih yang gak (terbentur masalah dana kalau ini mah).

Terakhir RA ke sebuah toko onderdil motor di depan pom Panji, dengan tidak terlalu berharap menanyakan keberadaan ban original NMax (maunya sih ban merk lain dengan ukuran di atas, tapi yang ori saja gak ada mosok aftermarketnya akan ada, logikanya begitu). Tapi, ternyata jawaban kokoh pemilik toko di luar dugaan. Ia bilang ban NMax ada, ori. RA sampai mengulang pertanyaan sampai 2 kali memastikan si kokoh tidak salah dengar. Dan jawabannya sama, ada! Horee... iseng nanya yang ukuran di atas orinya (kali aja ada bro, siap dikejutkan lagi ini) dan ternyata jawabannya, gak ada!) Ah ya sudahlah, yang penting Genza bisa segera ganti ban. Padahal sebenarnya RA ingin pakai ban ukuran 150/70-13 untuk belakang, naik 2 tingkat di atas ukuran aslinya (130/80-13). Rencananya sih gitu, dan yang depan akan dinaikkan ke 120/80-13 atau naik satu tingkat (110/80-13). Keinginan tinggal khayalan, nasib tinggal di kota kecil ya begini. Hikmahnya, lebih hemat uang hehehehe…. oh iya, harga ban belakang NMax original di toko ini 240 ribu Rupiah (ini juga sampai 2 kali nanya memastikan sebab ada informasi harga lain dengan jenis ban yang sama).

Betul, kenapa RA sampai dua kali nanya harga ban di toko itu, sebelumnya RA tanya ke dealer harga ban ori NMax bagian belakang adalah 320 ribu Rupiah. Waduh, ada selisih harga lumayan buat dua kali fulltank pertamax tuh. Koq bisa? Penjelasan pihak dealer begini:

“Mas, harga ban ori NMax di kita memang lebih mahal karena sebelum dijual telah dilakukan serangkaian ujicoba sehingga benar-benar pas untuk NMax”.

What? Seriusan? Memangnya ban ori NMax di toko-toko lain tidak diujicoba dulu tha? Sama-sama ori lho. Memang sih, RA tidak melihat langsung wujud “ban ori” di dealer tersebut, apakah berbeda dengan ori NMax di toko non dealer. Tapi, kalau dipikir pakai logika, namanya ban ori sepeda yang sama (ini juga sampai 2 kali tanya ke si kokoh soal ke-ori-an ban NMax) dimana-mana ya sama. Atau ban palsu? Tapi saat dibandingkan dengan ban gundul Genza, pattern dan tulisan IRC nya juga sama persis. Wah… koq bisa beda harganya fantastis ya. Ah sudahlah, biarkan saja yang penting RA tahu dan bisa sharing ke brosis sekalian. Jangan kayak orang susah ah  (memang susah sih, buktinya beli yang lebih murah wwkwkwkwk)

Baca Juga
[display-posts tag=”genza” posts_per_page=”4″]

Akhirnya, RA jadi ambil (beli maksudnya) ban belakang Genza di toko si kokoh seharga 240 ribu Rupiah tunai (gak pake disuruh kredit koq :D). Dan pasangnya di dealer itu hahahaha… mbak kasir dealernya sempat rada aneh mukanya pas RA tanya berapa biaya pasang ban (maklum, sebelumnya mbak itu yang bilang harga 320 ribu). Kenapa pasang di dealer, ya simpel karena mereka punya alat pembuka dan pemasang ban. Lebih cepat dan tentunya lebih aman ke velg. Di toko si kokoh gak ada alatnya sih. Oh iya, biaya pasangnya 25 ribu Rupiah, murah atau mahal? Menurut RA sih wajar, pasang sendiri ya gak bisa (sekali lagi jangan kayak orang susah ah :P).

Akhirnya, mulai odometer 21 ribuan km, ban belakang Genza sudah baru lagi. Sedangkan ban depan masih ada sisa sekitar 50% (artinya apa nih ya?), masih aman lah untuk 10 ribuan km lagi. Masih bisa nabung. Sayang memang, keinginan menaikkan ukuran ban depan-belakang Genza jadi urung dilakukan, kota Situbondo masih terlalu kecil untuk menyediakan aksesoris ban aftermarket NMax. Ada toko di timur alun-alun yang bisa menyediakan ban sesuai keinginan tapi inden dulu. Males ah, kelamaan. Jadi ingat, sekitar 6 tahun lalu saat mengganti ban dan velg Sipio dari ring 18 ke ring 17 harus ke Jember, sekarang buat ganti ban belakang NMax kalau harus ke Jember lagi koq ya males, tidak efisien waktu.

Pertanyaannya, 21 ribu km ban belakang NMax sudah ganti, wajar atau boros atau malah irit pemakaian? Monggo yang punya pengalaman bisa coret-coret di kolom komentar, bro. Kaso’on...

RA

Advertisements

17 Comments

  1. Barang sama wong pabriknya sama, perlakuan khusus? Setau ane ga ada perlakuan khusus selain tambahan biaya gudang storage dan bertambah panjangnya distribusi. Itu yg jelas bikin mahal wkwkwkkwwkwkwk apalagi plus kata “original pabrikan motor” wkwkwkwkwkkwwk ada margin keuntungan lagi buat nambah harga

  2. Apa yg dibilang pihak dealer ada benarnya, lebih mahal karena produk yg masuk pabrikan yamaha akan ada pengecekan ulang quice control( itu yg bikin mahal) kwalitas mah 11_12

    #kacung vendor

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*