Horeee… Mesin F1 Akan Kembali “Berisik”

Presiden FIA, Jean Todt dan perwakilan pabrikan mesin Formula One (F1) akhirnya sepakat untuk mengembalikan balapan F1 ke “habitat” aslinya sebagai balapan yang berisik. Hal ini setelah mereka bertemu dan membahas soal pemakaian mesin yang lebih murah dan “berisik” mulai musim 2021 nanti.

Hasil diskusi meyakini bahwa mulai tahun 2021 nanti F1 akan meninggalkan mesin V6 Turbo Hybrid 1.6 liter yang dahsyat tapi lebih “sopan” saat berteriak. Namun, tentu saja tidak semua ditinggalkan, ada beberapa teknologi yang tetap dipertahankan. 

Dalam persetujuan juga disebutkan bahwa pengembangan mesin F1 tetap harus sesuai relevan dengan teknologi mobil jalanan. Namun, dengan mesin yang lebih sederhana dan berbiaya murah. Mesin juga akan dibuat lebih keras agar pembalap lebih terpacu menggeber mobilnya.
Dikutip dari Motorsport.com, Presiden FIA, Jean Todt, berkata: “Saya sangat puas dengan proses yang saat ini berjalan, terutama karena banyak pemangku kepentingan yang sepakat soal masa depan area teknis kejuaraan FIA F1.”

“Tentu, kami saat ini harus kembali berdiskusi untuk membahas isu-isu yang lebih mendetail seperti seberapa besar tenaga mesin di 2021. Tapi kami sudah melangkah di jalan yang benar dan saya berharap kami bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk masa depan Formula 1”.

Baca Juga

Faktanya msejak mesin F1 beralih dari V8 ke V6 turbo hybrid, para penikmat ajang balap jet darat ini semakin berkurang. Mereka seolah kehilangan adrenalin gara-gara suara mesin V6 turbo hybrid yang “sopan”. Padahal balapan adalah balapan yang menyajikan sebuah tontonan seru dan memacu adrenali, salah satunya dari suara raungan mesin yang super kencang.

Jika dengan mesin V8 (musim 2013) kekuatan suara mobil tercatat maksimal hingga 140-145 decible, mesin V6 hanya menyemburkan suara 134 decible. Penurunan sampai 10 decible itu membuat balapan jet darat itu sepi penonton.
Gara-gara makin sepinya penonton ini, beberapa negara penyelenggara balap F1 telah memutuskan menghentikan kerjasama alias tidak akan lagi menjadi tuan rumah F1 seperti Singapura, Malaysia dan Inggris. Mereka beralasan jumlah penonton semakin tahun semakin jauh berkurang. Bisa jadi, penyebabnya adalah raungan mesin mobil-mobil F1 yang tidak lagi memekakkan telinga mereka.

Nah, ini baru benar. Kembalikan balap F1 ke habitat aslinya sebagai balapan sebenarnya. Walaupun unsur teknologi sangat mendominasi, namun kepuasan tradisional penonton langsung di sirkuit yakni suara raungan mesin yang super kencang masih tidak tergantikan. Beruntung, para petinggi F1 mulai sadar bahwa keinginan mereka agar F1 makin hi-tech dan berimbas pada mesin yang “sopan” tidak sejalan dengan keinginan penonton. Dan penonton adalah nyawa sebuah balapan.

So, selamat datang mesin berisik, selamat datang adrenalin sebuah tontonan balapan sebenarnya. Ya, walaupun masih 4 tahun lagi terjadi, tapi setidaknya harapan untuk itu sudah ada. Kita sudah rindu balapan F1 kembali seru… seseru MotoGP sehingga bisa kembali ditayangkan live semusim penuh oleh TV Nasional, yang tentunya gratis hehehheeh…penting ini.

RA

Credit: id.motorsport.com, jawapos.com

Iklan

6 responses to “Horeee… Mesin F1 Akan Kembali “Berisik”

  1. Bakal Pake mesin V8 atau V10 bang ntar?
    Kalau V8 biasanya akan pakai model Screamer, suara yg dihasilkan nadanya akan mirip motor Supersport 600cc tapi lebih rapat suaranya, mending balikin lagi aja ke V10 biar makin nyaring dan merdu. Lagian klo V10 banyak pabrikan otomotif punya basic enginenya, termasuk Pabrikan Yamaha juga punya yg sapa tau mau ikutan juga. kalo V12 ane kira ngga mungkin karna paling mahal.

    Suka

    • Nah ini masih akan dibahas lebih lanjut bro. Apakah ttp V6 atau yg lain. Yg jelas Jean Todt ingin mesin F1 lebih sederhana lagi tidak terlalu canggih banget

      Suka

  2. yah, setidaknya kembalikan era kejayaan jaman mesin berisik V8 2,4L berkekuatan 1000dk, gak usah sampai V12 3,0L atau bahkan 3,5L yang sampai merenggut nyawa sang legenda Ayrton Senna.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s