Suasana Garasi Kondusif, Modal Yamaha Di MotoGP Argentina Akhir Pekan Nanti

Seri kedua MotoGP 2017 akan dilangsungkan akhir pekan ini di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Menyambut seri Argentina ini Yamaha optimis bisa melanjutkan tren kemenangan berkat situasi garasi yang lebih tenang.

Yamaha mengawali musim ini dengan hasil luar biasa. Kemenangan Maverick Vinales dilengkapi dengan podium Valentino Rossi saat beelaga di Sirkuit Losail, Qatar. Tidak hanya prestasi di lintasan, di garasipun kondisi sudah jauh lebih kondusif dibanding dua musim sebelumnya.

Rekrutan anyar Maverick Vinales membawa situasi positif ke dalam tim. Di podium, usai melompat sebagai ekspresi kemenangan, Vinales disambut uluran tangan hangat dari Rossi, sebuah pemandangan langka bagi Yamaha di dua musim terakhir.

“Kami beruntung meski dua tahun belakangan situasi di dalam tim buruk. Walau friksi antara dua pembalap selalu terjadi, orang-orang di dalam tim tetap bersatu,” ungkap Lin Jarvis, Bos Yamaha.

Memang benar, di musim 2015 dan 2016 Yamaha sangat kerepotan berkonsentrasi membangun kesolidan tim. Penyebabnya adalah hubungan buruk Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Faktor inilah yang diduga menjadi penyebab hengkangnya Lorenzo ke Ducati musim ini. Sebuah keputusan yang akhirnya bisa membawa konsentrasi dan fokus Yamaha kembali ke trek kemenangan. Ditambah kehadiran sang pembalap muda sekelas Vinales, aura positif makin terlihat.

Jelang MotoGP Argentina, Jarvis mengungkapkan timnya bakal datang dengan semangat positif. Yamaha memiliki motor kompetitif dengan dua rider terbaik.

“Tentu atmosfernya lebih ringan saat ini karena kami tidak memiliki polemik seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekarang kami memiliki rookie yang tidak punya masalah dengan siapa pun dan dia orang baik,” katanya.

Tapi, beberapa pihak meyakini hubungan baik Rossi-Vinales tidak akan bertahan lama. Seri pertama Qatar tidak bisa dijadikan acuan sebab sepanjang race 20 lap Vinales lebih banyak bertarung head to head dengan Andrea Dovizioso dibanding dengan Rossi. Hubungan harmonis mereka akan teruji ketika keduanya terlibat pertarungan secara langsung atau bahkan saat keduanya terlibat race to title layaknya Rossi-Lorenzo tahun 2015 lalu.

Di Argentina nanti, duel antara Vinales dan Rossi mungkin terjadi. Namun, kira-kira bagaimana gambaran duel Minggu (9/4)? Vinales awal tahun ini menyebutkan pandangannya tentang hubungannya dengan Rossi di Yamaha.

“Terlibat konflik dengan Valentino (Rossi) hanya akan memudahkan Marquez merebut gelar juara,” ujarnya.

RA

Credit: Jawapos edisi cetak 4 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*