Valentino Rossi Sang Pembalap Hari Minggu, Bos Honda Kaget!

Siapa yang menyangka bahwa seorang Valentino Rossi di awal musim MotoGP 2017 ini sukses dua kali naik podium dari dua seri. Posisi ketiga di Qatar dan kedua di Argentina. Alasannya karena sepanjang tes pramusim plus latihan bebas jelang race Rossi nyaris selalu terpuruk. Wajar dong kalau ekspektasi publik jadi drop.

Ya, walaupun di dua musim terakhir Rossi lebih dikenal sebagai pembalap hari minggu merajuk dari kebiasaannya selalu tampil luar biasa saat race yang dihelat hari Minggu, namun saat itu performa Rossi jelang race tidak seburuk musim ini. Sejelek-jeleknya performa Rossi di pramusim paling posisinya masih top 10.

Sejelek-jeleknya Rossi musim lalu, tidak pernah tuh dari 18 seri masuk kualifikasi 1 (Q1) pasti langsung ke Q2 alias top 10 combined practice time FP1-FP3. Nah, musim ini baru dua seri Rossi sudah pernah merasakan Q1 di Argentina lalu saat hanya berada di posisi 17 overall saat latihan bebas. Di Qatar pun sebenarnya Rossi nyaris ke Q1 saat hanya menduduki peringkat 10 combined practice time.

Namun, semua “skill semenjana” itu mendadak sirna saat race berlangsung. Start dari posisi 10 di Qatar, Rossi melesat menyalip satu demi satu rival di depannya hingga akhirnya finish ketiga di belakang Maverick Vinales sang juara dan Andrea Dovizioso sang runner up.

Kejadian serupa kembali terulang di Argentina. Bahkan lebih buruk. Rossi hanya menempati posisi ke-18 di kombinasi waktu FP1-FP3. Bayangkan saja, seorang Rossi dengan motor sekencang M1 hanya di posisi 18?! Sedangkan sang teammate Vinales justru berkibar di puncak (baca juga Motor Vinales Lebih Baik?). Akhirnya, Rossi merasakan Q1 dimana Ia harus bertarung dengan nama-nama besar di situ. Ada Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan juga Dani Pedrosa. Beruntung, di sesi ini keterpurukan Rossi tidak berlanjut. Ia sukses menjadi rider tercepat kedua di belakang Dani Pedrosa dan berhak melaju ke Q2.

Di Q2, Rossi tidak bagus-bagus amat. Buktinya Ia hanya bisa menempati posisi ketujuh dari 12 pembalap. Ia tepat di belakang Vinales, bahkan jauh di belakang seorang Karel Abraham (posisi dua) yang siapapun tahu reputasi pembalap ini. Lagi-lagi publik tidak berharap Rossi bisa naik podium. Apalagi sebelum race Rossi selalu mengeluhkan banyak hal. Yang ban lah hingga sasis M1 menjadi objek penderitaan (baca Rossi Banyak Mengeluh). Namun, sekali lagi publik salah.

Baru saja lap 2 Rossi sudah naik ke posisi 4 di belakang sang pimpinan lomba Marquez, Crutchlow kedua dan Vinales tepat di depannya. Bahkan Rossi sudah di zona podium satu lap kemudian menyusul crash Marquez. Podium ketiga nampaknya juga belum menjadi akhir tujuan Rossi. Termas de Rio Hondo menjadi saksi bagaimana Rossi mampu mempecundangi Crutchlow untuk merebut posisi runner up 4 lap jelang finish. Posisi yang akhirnya dipertahankan hingga bendera finish dikibarkan. Rossi naik podium lagi di hari Minggu! Podium kedua pula!

Sontak, hasil positif ini membuat beberapa pihak terkejut. Salah satunya adalah bos Repsol Honda Livio Suppo. Principal Team Repsol Honda itu menyebut sukses yang didapat Rossi di awal musim ini mengejutkan. Setelah terseok-seok menunggangi YZR-M1 2017 selama tes pramusim, pembalap Italia itu malah bisa melesat di dua seri perdana.

“Saya lebih terkejut dengan hasil yang dicapai Valentino, yang kesulitan selama tes, serta sesi latihan Qatar dan Argentina, tapi bisa finis di podium,” ujar Suppo.
“Selamat dari saya untuknya. Saya lebih terkejut dengannya (Rossi) ketimbang Vinales,” tutupnya.

Yup, Suppo lebih kaget dengan raihan Rossi dibanding Vinales. Vinales dan Rossi memang seperti langit dan bumi sejak pramusim dan sesi latihan bebas Qatar dan Argentina. Jadi wajar jika banyak pihak, termasuk Suppo, tidak heran dengan capaian Vinales walaupun ini musim debutnya bersama Yamaha.

Kita tunggu saja apakah Rossi masih akan “menjaga” tren jeleknya di seri ketiga Austin, Amerika dua pekan mendatang dengan terpuruk di sesi Jumat dan Sabtu kemudian menggila di Minggu? Kalau boleh memilih sih lebih baik Rossi sudah fight dan ngejoss sejak latihan bebas dan klimaksnya di race Minggu. Apalagi kalau di race nanti Rossi duel ketat dengan Vinales dan Marquez, penonton bakalan kesetanan tuh teriak-teriaknya. Oh iya, ayo doakan juga Lorenzo segera tersenyum lagi, gak muring-muring bahkan sampai banting motor lagi di Austin nanti agar kita yang nonton lebih tegang lagi.

-RA-

Credit: motogp.com, detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s