Tinggalkan GP Monako Pilih Indy 500, Ternyata Ini Alasan Alonso!

Ketika Fernando Alonso memutuskan meninggalkan GP Monako dan memilih membalap di ajang balap mobil oval merujuk pada sirkuitnya yang berbentuk oval, Indy Car, muncul pertanyaan, kenapa? F1 dan Indianapolis 500 jelas lebih terkenal F1. Tapi, mengapa seorang Alonso lebih memilih Indy 500 dibanding GP Monaco. Ternyata, ini alasan yang dikemukakan oleh pembalap McLaren Honda itu.

Triple Crown‘ adalah tujuan yang dibidik oleh seorang Alonso. Triple crown bukanlah gelar resmi hanyalah gelar kehormatan yang diberikan kepada pembalap yang menang di 3 (triple) ajang balap paling bergengsi di dunia autosport yakni GP Monako, Le Mans 24 Hours dan Indy 500! Nah, ketemu benang merahnya kan?

Jadi, Alonso ini seperti ingin menorehkan namanya di dalam sejarah balap mobil ceritanya. Ia sudah pernah menang di GP Monako, dua kali malah tahun 2006 dan 2007. So, target berikutnya jelas dua gelar lagi di Le Mans 24 Hours dan Indy 500.

“Saya sudah menjuarai GP Monako dua kali, dan salah satu ambisi saya adalah meraih triple crown, yang sepanjang sejarah olahraga balap, baru bisa diraih oleh Graham Hill”.

Yup, dalam sejarahnya hanya ada satu pembalap yang berhasil meraih ‘triple crown‘ yakni Graham Hill. Ayah seorang pembalap legendaris F1, Damon Hill. Gelar triple crown Graham Hill resmi disandang tahun 1972 saat menjuarai Le Mans 24 Hours. Sebelumnya, Graham Hill telah menjuarai GP Monako sebanyak 5 kali (jumlah gelar yang sama dengan Michael Schumacher) masing-masing tahun 1963, 1964, 1965, 1968 dan 1969 dan gelar Indy 500 tahun 1966. Pembalap aktif yang masih punya kesempatan mengejar triple crown adalah Juan Pablo Montoya eks F1 yang saat ini bertarung di balapan-balapan oval negeri paman sam.

Seri Indy 500 sebelumnya pernah masuk kalender F1 tahun 1950 sampai dengan 1960. Tahun 1961, Indy 500 keluar dari F1 dan menjadi ajang balap sendiri. Kemudian tahun 1987 terjadi pergeseran jadwal GP Monako dimana dimajukan 2 pekan lebih awal sehingga sejak saat itu GP Monako dan Indy 500 berbarengan jadwal lombanya. Kondisi inilah yang akhirnya menyulitkan pembalap aktif F1 untuk mengikuti Indy 500 sekaligus mengejar gelar triple crown.

Dan Fernando Alonso mencoba mengikuti jejak Graham Hill menyandang gelar tak resmi paling berkelas di ajang balap mobil dunia itu. Melalui pembicaraan panjang sejak awal tahun antara dirinya dengan tim yang menaunginya, McLaren Honda, akhirnya Alonso mendapat restu untuk absen di GP Monako dan berlaga di Indy 500 bergabung dengan tim Andretti Autosport. Mobil yang digunakan oleh Andretti Autosport adalah mobil McLaren juga. Nah… cocok.

Untuk memuluskan ambisinya itu, Alonso telah menjadwalkan untuk melakukan uji coba dengan mobil Indy 500 McLaren-Honda-Andretti pasca GP Spanyol Mei nanti. Ia terlihat sangat serius dengan ambisinya ini dan sadar harus belajar banyak di balap oval ini. Maklum, balapan oval memang terlihat mudah karena pembalap hanya mengelilingi sirkuit berbentuk oval, namun dengan jumlah mobil yang banyak dan sangat tipis jarak mereka di lintasan, bahaya besar mengintai. Senggolan sedikit bisa dipastikan akan fatal.

“Saya akan terbang ke Indianapolis dari Barcelona usai balapan GP Spanyol. Mulai menguji coba mobil McLaren-Honda-Andretti di Indy dari tanggal 15 Mei. Mudah-mudahan saya bisa melakukan banyak putaran, saya yakin akan kemampuan kru Andretti Autosport”.

Oke deh bro, semoga ambisinya bisa tercapai. GP Monako sudah, Indy 500 dalam bidikan dan Le Mans 24 Hours menunggu untuk ditaklukkan selanjutnya.

-RA-

Credit: motorsport.com, wikipedia.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s