Marc Marquez The King of Austin: Kombinasi Skill, Motor, Sirkuit dan Lemahnya Dorna!

Bicara Circuit of the Americas (COTA) di Austin-Texas, Amerika Serikat tempat digelarnya seri ketiga MotoGP 2017 tentu saja tidak akan lepas dari nama Marc Marquez. Jika ada pemilihan pemimpin ‘negara’ bernama Austin, maka ‘rajanya’ sudah tidak usah pemilu lagi, pasti Marquez orangnya. Marquez The King of Austin! Sebuah gelar yang menunjukkan bagaimana dominannya seorang Marquez di sirkuit itu.

Semua berawal dari keputusan Dorna melabrak aturannya sendiri tahun 2013 silam. Kala itu, Repsol Honda mengajukan satu nama untuk memperkuat timnya di kelas para raja. Dia adalah juara dunia Moto2 musim sebelumnya, Marc Marquez muda. Sebenarnya merekrut pembalap baru, muda dan juara dunia di kelas satelit adalah hal yang normal dan sangat bagus. Namun, masalahnya adalah Dorna punya aturan bahwa seorang rookie tidak boleh langsung naik kelas ke MotoGP bersama tim pabrikan. Jadi, Ia harus ‘sekolah’ dulu satu musim di tim satelit atau non pabrikan. Namun, Repsol Honda ngotot ‘memaksakan’ kekuatannya untuk mengikat langsung sang rookie ke tim utama. Dorna lemah, Dorna kalah, akhirnya resmi mulai tahun 2013 aturan itu dihapus dan rookie bebas naik kelas langsung ke tim pabrikan. Resmi juga Repsol Honda mengikat anak bawang bernama Marc Marquez untuk mendampingi anak emas mereka, Dani Pedrosa.

Sebuah keputusan yang akhirnya membuat Honda tidak henti-hentinya tersenyum lebar, sebaliknya Yamaha dan tim pabrikan lain terus manyun. Marc Marquez langsung menjelma menjadi alien baru di MotoGP. Di musim perdananya itu, tanpa diduga Ia langsung menjadi juara dunia. Juara dunia termuda dan juara dunia dari seorang rookie. Nama-nama besar seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso hingga Dani Pedrosa dibuat plonga-plongo. Seorang rookie langsung menjadi juara dunia hanya Marquez yang bisa melakukannya setelah Kenny Roberts tahun 1978. Selain skill Marquez, performa ajib Honda RC213V yang cocok dengan karakter sirkuit tentu saja keputusan Dorna di awal musim adalah penyebabnya. Musim berikutnya dominasi Marquez makin menjadi dan sukses mempertahankan gelar salah satunya dengan catatan gemilang selalu menang di 10 seri pertama dengan poin maksimal 250!

Nah, di antara serangkaian kemenangan di musim 2013 dan 2014 ada satu seri dimana Marquez begitu kuat dan tangguh. Tidak hanya merengkuh kemenangan tapi juga selalu diraih melalui pole position. Kita semua tahu seri itu adalah seri MotoGP Amerika di Sirkuit Americas atau COTA.

Tahun 2013 saat melakoni debut MotoGP nya, Marquez datang ke Austin dengan bekal podium perdana di seri pembuka Qatar (finish ketiga). Duo Yamaha, Lorenzo-Rossi mendominasi Qatar 2013 dan diprediksi kembali akan kuat di Austin. Tahun 2013 adalah tahun debut MotoGP Amerika di Austin. Namun, prediksi bahwa Yamaha akan mendominasi berkat finish 1-2 di Qatar dan bekal juara dunia 2012 di tangan Lorenzo akhirnya sirna di Austin. Sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi nama Marc Marquez begitu sulit untuk sekedar didekati. Penampilannya sempurna. Karakter sirkuit COTA yang stop & go begitu cocok untuk RC213V. Ditambah skill maksimal Marquez yang tidak segan-segan memaksa kemampuan motor dan dirinya hingga tahu batas maksimalnya, perpaduan sempurna menaklukkan Austin.

Pole di Austin menjadi pole pertama dari Marquez. Publik masih berharap saat race nanti Duo Yamaha akan kembali kuat, namun prediksi mereka meleset. Dalam 21 lap pertarungan di lintasan Marquez terlalu kuat. Ia melintasi garis finish pertama menaklukkan sang partner Pedrosa dan sang juara dunia Lorenzo. Kemenangan perdana sang rookie muda berusia 20 tahun. Dan selanjutnya kita semua tahu bahwa sejak tahun itu di Austin ini hanya ada satu nama pemenang yaitu Marc Marquez. Seperti disebutkan di awal tulisan ini, tidak hanya menang tapi Marquez melakukannya selalu dari pole position. Silahkan simak daftar podium MotoGP Americas di COTA 2013-2017 berikut ini.

MotoGP Amerika 2013
1. Marc Marquez Honda 43m 42.123s
2. Dani Pedrosa Honda +1.534s
3. Jorge Lorenzo Yamaha +3.381s

MotoGP Amerika 2014
1. Marc Marquez Honda 43m 33.430s
2. Dani Pedrosa Honda +4.124
3. Andrea Dovizioso Ducati +20.976

MotoGP Amerika 2015
1. Marc Marquez Honda 43m 47.150s
2. Andrea Dovizioso Ducati +2.354s
3. Valentino Rossi Yamaha +3.120s

MotoGP Amerika 2016
1. Marc Marquez Honda 43m 57.945s
2. Jorge Lorenzo Yamaha +6.107s
3. Andrea Iannone Ducati +10.947s

MotoGP Amerika 2017
1. Marc Marquez Honda 43m 58.770s
2. Valentino Rossi Yamaha +3.069s
3. Dani Pedrosa Honda +5.112s

Melihat gap Marquez dengan runner up dari tahun ke tahun, nampaknya balapan terketat hanya terjadi di tahun pertama Austin dibuka untuk MotoGP tahun 2013. Marquez bertarung cukup ketat dengan sang teammate Dani Pedrosa. Selisih 1,5 detik menjadi selisih terkecil Marquez dengan runner up. Tahun-tahun selanjutnya Austin terlihat mudah ditaklukkan Marquez. Bahkan, tahun lalu ketika Jorge Lorenzo juara dunia, Marquez menang dengan gap 6 detik lebih di depan Lorenzo.

Musim ini, Austin masih menjadi milik Marquez. Dengan melanjutkan ‘kebiasaan’ meraih pole di kualifikasi, Marquez sebenarnya mendapatkan perlawanan sengit (lagi-lagi) dari Pedrosa. Bahkan, selepas start Pedrosa langsung ambil alih jalannya balapan dan terus mendominasi di depan hingga 7 lap. Baru di lap 8 Marquez melesat dan mulai memimpin balapan sejak overtake Pedrosa. Selanjutnya, Marquez melaju sendirian di depan dan terus menjauh hingga bendera finish dikibarkan. Kemenangan kelima beruntun dari 5 seri Austin sejak 2013 dan pole kelima beruntun sejak pole pertamanya tahun 2013. Luar biasa!Marc Marquez, The King of Austin!

-RA-

Credit: motogp.com, sidomi.com, sindonews.com, wikipedia.org

Advertisements

6 Comments

  1. Ya begitulah, kalau honda yang minta merubah regulasi pasti dituruti. Andai waktu itu simoncelli masih hidup pasti dia yang bakal pertama kali protes karena ketika dia naik kelas ke motogp, terhalang aturan itu buat gabung di tim pabrikan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*