Produk Bejibun dan Laris Manis Tapi Hanya Menang 6 Penghargaan Otomotif Award 2017? Hellooo…

Ajang Otomotif Award tahun ini menyisakan hasil kurang memuaskan bagi pemimpin pasar motor tanah air, Honda. Dengan jumlah line up paling komplit ditambah penerimaan pasar yang luar biasa, Honda ‘hanya’ mampu menyabet 6 gelar the best di ajang award yang menurut beberapa pihak disebut sebagai award setingan. Entah apa maksudnya…

Hasil 6 gelar the best untuk pabrikan sekelas Honda tentu saja merupakan capaian minor. Suzuki yang hanya mengandalkan produk ‘itu-itu’ saja bisa menyabet 4 gelar, belum lagi Yamaha yang sukses besar memborong 10 gelar, Honda yang di seluruh segmen punya senjata justru hanya bawa 6 gelar. Ada apa? Apakah produk-produk keluaran Honda tidak berkelas, tidak berkualitas atau tidak masuk dalam parameter penilaian versi Tabloid Otomotif?

Kita lihat dulu parameter yang digunakan Otomotif untuk menentukan pemenang berbagai kategori produk. Yaitu desain, fitur dan teknologi, riding position dan handling, performa, konsumsi bensin, harga dan tentunya kebaruan.

Ambil contoh untuk kategori hypercub, Sonic 150R kalah dari Satria F150. Di Cub 110-115, Honda Revo FI juga tidak berkutik terhadap Jupiter Z1. Kemudian di low skutik 110-125, skutik fenomenal BeAT harus kalah dari Mio M3 SSS dan AKS padahal bicara siapa paling laris keduanya bagaikan langit dan bumi.

Kekalahan Honda juga terjadi di skutik retro 110-125 cc. Scoopy dijungkalkan New Fino 125 Bluecore. Untuk skutik 150 cc juga kekalahan mendera Vario 150. Di kelas ini Aerox 155 terlalu tangguh bagi Vario 150. Keunggulan Yamaha di kelas skutik ini hanya di kubikasi 110-125 cc yakni Vario 125 yang mengalahkan lawan-lawannya.

Keunggulan Honda hanya ada di kelas sport. CBR250RR yang fenomenal sukses menyandang titel bergengsi best of the best sport mengalahkan best sport 150 All New R15 dan kategori sport lainnya seperti naked sport 250 cc, MT25. Sport adventure juga berhasil direbut Honda melalui CRF250 yang mengalahkan Kawasaki Versys 250.

Di kelas Big Bike, tak ada satupun produk Honda yang mampu menjadi best of. Mengapa bisa demikian?

Brosis punya jawaban maaing-masing, yang jelas walaupun di ajang award-award begini Honda tidak sesukses Yamaha, tapi di pejualan mereka panen raya. Bisa jadi bagi mereka hal itu jauh lebih penting dari sekedar award. Namun, jika melihat dari sisi lain kita jadi bertanya bagaimana mungkin motor yang tidak masuk best of bisa laris, sebaliknya yang masuk kategori best of koq tidak moncer di penjualan. Apakah konsumen kita masih brand minded dalam memilih sebuah produk untuk aktivitas harian?

Daftar 6 penghargaan Otomotif Award 2017 yang diraih Honda:

1. Cub 125 cc: Honda Blade 125 FI
2. High Skutik 110-125 cc: Honda Vario 125 eSP
3. Low Sport 150-180 cc: Honda Verza 150
4. Sport Fairing 250-300 cc: All New Honda CBR250RR
5. Dual Purpose: Honda CRF250 Rally
6. Best of The Best Sport: All New Honda CBR250RR

*update: Honda tambah 2 gelar lewat CBR250RR sebagai Bike of the Year 2017 dan Favorit Bike

-RA-

Credit: otomotifnet.com

Advertisements

14 Comments

  1. Scoopy ya? Baru nongol April, gak masuk itungan, kan sampe maret doang.. Produk belum dijual setelah Maret gak masuk itungan.. New Vixion 2017 aja kudunya bisa sabet gelar..

  2. mungkin ini yg namanya rasa mengalahkan segalanya hehe.. meski gk menang penghargaan klo dipakai enak, awet, hemat operasional ya tetap dipilih. kya 125 ane, IMHO

  3. justru award itu harus mendidik, bukan berdasarkan polling masyarakat umum yg bukan ahlinya.
    sehingga atpm berlomba” untuk membuat produk terbaik dengan harga terjankau , demi mendapatkan konsumen.
    menurut saya sih karena mayoritas konsumen masih brand minded.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*