Data AISI April 2017: MX King 150 Superior, Supra GTR150 Terjebak Masa Lalunya!

Bebek super

Data AISI April 2017: MX King 150 Superior, Supra GTR150 Terjebak Masa Lalunya! Salah satu segmen yang cukup menarik untuk disimak adalah segmen bebek super 150cc. Di segmen ini ada dua rival yang bersaing yakni Yamaha MX King 150 dan Honda Supra GTR150. Keduanya mewakili keinginan konsumen yang bosan dengan bebek performa biasa namun tidak mau motorsport. Seperti apa persaingan mereka sepanjang tahun ini hingga April ini? Lanjut…

Klan MX sudah lama bermain di segmen bebek sejak masih bernama Jupiter MX. Yamaha menyasar penggemar bebek yang tidak mau motornya seperti bebek kebanyakan, baik performa maupun fungsi harian. Makanya dengan memilih kubikasi 135cc kala itu MX sudah mampu merebut perhatian konsumen.

Sedangkan Supra GTR150 baru saja hadir memang untuk ‘menemani’ MX King. Honda berharap ‘tuah’ nama besar Supra untuk menggempur MX King. Wajar, Supra sudah identik dengan motor bebek laris manis. Sukseskah?

Kita lihat sepanjang Januari – April 2017 data distribusi keduanya:

Januari
MX King 150 – 5.149
Supra GTR150 – 517

Februari
MX King 150 – 6.413
Supra GTR150 – 603

Maret
MX King 150 – 4.361
Supra GTR150 – 110

April
MX King 150 – 4.147
Supra GTR150 – 503

TOTAL
MX King 150 – 20.070
Supra GTR150 – 1.733

Khusus April 2017 kemarin, penjualan (distribusi) MX King mencapai 8 kali lipat Supra GTR. Sangat jauh. Bahkan jika total dalam 4 bulan pertama tahun ini MX King makin jauh di depan nyaris 20 kali lipat Supra GTR.

Jika melihat data di atas terlihat Supra GTR tidak mampu mengimbangi MX King. Banyak faktor yang membuat hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya sudah disinggung di awal. Klan MX menancapkan kuku sebagai bebek kencang sudah sejak pertama rilis tahun 2005 (cmiiw). Mengambil kapasitas mesin di atas bebek kebanyakan (135cc) Jupiter MX 135 sukses memikat konsumen kala itu dimana gerombolan skutik belum berkembang. Market bebek masih besar.

Masa lalu

Di sisi lain, Honda sudah lebih dulu menancapkan kukunya di segmen bebek dengan klan Supra-nya. Jika, MX bermain di sisi performa alias identik dengan kecepatan, Supra sebaliknya lebih mendekatkan diri ke imej motor rakyat, multifungsi, irit dan apa adanya.

Alhasil, ketika Honda mentransformasi klan Supra ke arah performa (walaupun klaim mereka sebagai bebek adventure) dengan kelahiran Supra GTR150, publik mengernyitkan dahi. Heemmm… Supra kencang? Heemmm… kira-kira begitu. Apalagi, melihat desain Supra GTR150 yang masih beraura klan Supra makin menambah ‘penderitaannya’.

Di sisi lain, transformasi Jupiter MX ke MX King berlangsung smooth, mulus dan justru makin meningkatkan nilai MX King. Secara performa jelas masih terbaik dan justru makin baik, dari sisi desain MX King makin futuristik namun tidak menghilangkan aura klan MX. Tidak heran jika MX King masih mendapatkan hati para konsumen.

Kira-kira begitulah ya, gak usah dianggap serius dah hahahahaData AISI April 2017: MX King 150 Superior, Supra GTR150 Terjebak Masa Lalunya!

Advertisements

5 Comments

  1. saiya masih bermimpi, supra 150 cc mesin tidur ga pake radiator, ga pake kopling, ada bagasi luas minim perawatan dan bandel tapi ga malu maluin kalo dikejari motor matic

  2. coba dulu namanya Blade bukan supra..bisa lain ceritannya .walaupun belum tentu laris juga sih.

    si GTR sih bukan bebek sport tapi bebek advencur dgn penjualan ancur .

  3. Hai om jombre inget nyontek kawak zx130 diganti namanya jadi newsuprax tinggal mesin tidurannya boreup 150cc bak digedein muat helm fullface ya cuocok daripada supra sindrom masalalu wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*