Penurunan Marketshare Vario Bukan Karena Duet NMax-Aerox?

Penurunan Marketshare Vario Bukan Karena Duet NMax-Aerox? Jika kita perhatikan Data AISI April 2017 terjadi penurunan signifikan pada distribusi Honda. Ada lost sekitar 70 ribuan unit total. Dilihat per-varian, Vario menjadi penyumbang angka penurunan terbesar. Ternyata, penurunan itu memang sengaja dilakukan AHM karena penjualan yang diluar ekspektasi.

Dalam 3 bulan pertama tahun ini, Vario series memiliki average distribusi 100 ribuan unit. Angka tersebut membawa Vario menduduki posisi kedua varian terlaris di bawah BeAT. Namun, ketika data April keluar distribusi Vario menjadi hanya 49 ribuan, anjlok separuhnya. Ada sesuatu yang terjadi sepertinya dengan penerimaan pasar.

Melalui tmcblog.com akhirnya kita jadi tahu bahwa AHM memang menurunkan distribusi Vario ke dealer. Nah, yang menarik adalah alasan penurunan itu.

AHM punya prediksi sepanjang Januari-Maret 2017 kondisi market akan berkembang seiring dengan komoditi pertanian yang lancar. Namun, ternyata hal itu tidak terjadi. Beberapa komoditi pertanian memang mengalami fluktuasi yang tidak bagus. Sebut saja bawang merah, bawang putih dan tentu saja cabai rawit dimana harga ketiga komoditi itu terus mengalami kenaikan. Secara logika seharusnya dengan naiknya harga komoditas itu, petani akan untung besar. Tapi, nyatanya tidak semua begitu. Konsumen justru mengurangi pembelian akibat melonjaknya harga. Petanipun seret. Kondisi inilah yang kira-kira membuat AHM salah prediksi.

Akhirnya, ketika distribusi 3 bulan awal mengikuti prediksi market besar, kenyataannya daya serap tidak sebesar yang diperkirakan, maka di bulan April terjadi penyesuaian distribusi. AHM mulai menurunkan distribusinya untuk mengurangi stok melimpah di dealer-dealer. Dan kondisi Data AISI April adalah jawabannya.

Bisa dimengerti, sebab sebagian besar petani memang mengandalkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sekunder hingga tersiernya. Jadi, ketika panen berhasil apapun bisa dibeli, sebaliknya ketika panen gagal apa yang ada di rumah bahkan dijual untuk menutupi kerugian. Itulah realita petani di negeri ini. Dengan produk motorpun begitu.

Masa panen menjadi masa pamer motor baru. Dan motor Honda memang mendominasi. Motor kinyis-kinyis belum ada plat nopol sudah berseliweran di jalanan, materro kata orang madura. Tapi, saat paceklik atau panen tidak berhasil bersiaplah mereka mulai menawarkan motor yang mereka miliki untuk dijual untuk menutupi kerugian dan menjadi modal tanam berikutnya. Dan nampaknya AHM benar-benar terpengaruh dengan kondisi itu. Sebab produk-produk mereka memang kebanyakan untuk daily routinity, jalan-jalan, di bawa ke pasar belanja, di bawa ke sawah ngawasi pekerja sawah dan sebagainya.

Jadi, penurunan marketshare Vario bukan karena duet NMax-Aerox?

Advertisements

3 Comments

  1. Werengnya biru apa coklatnih, yg beli mtr itu dikota bukan di desa om, kesawah pakai pak rio yg bener tuh buat undang2x irigasi dibenerin biar ngak jadi comberan got krn disawahdibangun rumah dan mck hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*