Aksi Ngawur Jalanan, Vario Cornering Pakai Celana Pendek dan Sandal Jepit

Aksi Ngawur Jalanan, Vario Cornering Pakai Celana Pendek dan Sandal Jepit. Beragam tingkah pola pengguna jalan di tanah air sering mengundang hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Mulai dari ramainya orang ngabuburit motoran tanpa helm, bonceng bertiga, tes top speed, bahkan hingga cornering alias miring-miring layaknya Marc Marquez, Valentino Rossi atau Maverick Vinales. Dan semuanya dilakukan di jalan raya, jalan umum dimana arus kendaraan cukup padat dan tidak searah. Terbayang dong apa jadinya ketika lagi miring-miring eh dari depan muncul emak-emak slonong boy jalur kita. Tapi, nampaknya kondisi jalan yang serba tidak bisa diprediksi bukanlah masalah bagi biker satu ini.

Aksinya dengan Varionya masuk kategori di luar akal sehat alias konyol bin ngawur. Si masbro ini terlihat lagi miring-miring di sebuah jalan raya, jalan umum dengan kelengkapan diri yang termasuk kategori mau mencelakakan diri dan orang lain. Bayangkan, melakukan cornering yang notabene membutuhkan skill dan safety gear komplit tapi Ia hanya pakai helm dan jaket, no safety gear!

Miring-miring sampai knee down tentu saja butuh perlengkapan balap yang maksimal. Lutut jelas harus diproteksi, lha wong namanya juga knee down, (knee alias lutut) akan bersentuhan langsung dengan aspal. Tanpa proteksi knee? Sampeyan hebat bro, Rossi saja dijamin gak bakal berani. Sudah gitu plus tanpa sepatu just sandal jepit. Wow… apakah seluruh sel syarafnya sudah mati rasa sehingga tidak bisa merasakan sakit lagi?

Apapun alasannya, tes top speed atau cornering di jalan raya bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Aksi ‘heroik’ macam begini akan merugikan dirinya sendiri dan terutama orang lain. Andaikan Ia sendiri yang jatuh, cedera atau bahkan koit, ya sesuai resikonyalah tapi kalau masih harus membawa orang lain dalam kesusahan akibat ulahnya, tentu saja ini sangat disesalkan.

Sudah waktunya pemangku kewenangan negeri ini mulai serius memikirkan hal-hal kecil begini. Bukan tidak mungkin mereka melakukan itu karena memang punya adrenalin balap pada dirinya. Mereka butuh sesuatu yang bisa untuk menyalurkan bakat balapnya itu, sebuah sirkuit. Jadi membayangkan punya pemimpin yang ‘gila’ balap lalu menginstruksikan seluruh jajaran bawahannya di tiap kota/kabupaten untuk membangun sirkuit untuk penyaluran hobi warganya, alangkah indahnya melihat jalan raya aman (setidaknya para ngawur-er itu sudah tidak melakukan aksi ngawurnya di jalan raya) dan melampiaskan di sirkuit. Siapa tahu, sebagai bonus akan bermunculan pembalap-pembalap kencang nan berbakat dari daerah bermunculan. Minimal mereka bisa dimanfaatkan untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) misalnya dimana ada kategori balap road race.

Tapi, jika sirkuit sudah disediakan, murah atau bahkan gratis pakainya, tapi masih banyak balap liar atau aksi gila seperti di atas di jalan raya, berarti memamg mental anak negeri ini yang harus dibenahi. Kurikulum tertib berlalu lintas harus sudah wajib dimasukkan ke dalam sekolah-sekolah sejak SD sampai SMA. Kalau masih bandel juga, hajar saja… tangkap satu-persatu, penjarakan saja 1-6 bulan sebagai efek jera. Sekalian orang tuanya juga harus diajak masuk penjara sebagai wujud tanggung jawab terhadap kelakuan anaknya. Aksi Ngawur Jalanan, Vario Cornering Pakai Celana Pendek dan Sandal Jepit.. Ciao…

Advertisements

3 Comments

  1. kalo cuma nikung kayak gitu sih badannya gak perlu miring,
    apalagi sampe kakinya ditaruh footstep belakang.
    asli pekok

  2. “Kurikulum tertib berlalu lintas harus sudah wajib dimasukkan ke dalam sekolah-sekolah sejak SD sampai SMA.”

    Nah ini ni bagus biar waktu ujian sim gak hanya syarat dapat surat izin aja tapi benar2 mengerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*