Mood Menulis Ambyar? Kenali Penyebab dan Solusinya Versi Rideralamdotcom

Mood Menulis Ambyar? Kenali Penyebab dan Solusinya Versi Rideralamdotcom. Mengumpulkan sisa-sisa mood ngeblog nih bro. Entah mengapa dalam 2-3 hari ke belakang mood nulis alias ngeblog tiba-tiba drop padahal materi blog sangat banyak. Harus dipaksa ini mah agar tidak kebabalasan. Pernah ngalami yang begini bro? Bagaimana mengatasinya? Kita sharing bareng-bareng yuk…

Penyebab Mood Ambyar

Banyak alasan yang membuat mood menulis kita buyar alias ambyar alias menghilang. Salah satunya adalah kondisi badan yang kecapekan. Ini yang dialami RA dalam kurun waktu beberapa hari ke belakang.

Puasa memang bikin lemas, apalagi jika pola makan saat buka dan sahur kurang benar. Asal kenyang ternyata membuat kita kalap makan segalanya. Sayang, dengan berbuka yang sangat tidak terkontrol dan sahur ala kadarnya membuat puasa terasa makin berat. Siang hari badan lemas jadi malas beraktivitas. Ditambah cuaca yang terik, jangankan mood menulis untuk sekedar duduk-duduk santai sambil baca-baca saja tidak punya tenaga. Mengurangi asupan karbohidrat menjadi salah satu solusi dan perbanyak makan buah, kurma bisa jadi alternatif solusi.

Alasan kedua yang bikin mood menulis hilang adalah aktivitas yang padat. Aktivitas di sini bukan tentang rutinitas harian. Kalau satu ini Insya Allah metabolisme badan sudah terbiasa, kita juga sudah bisa memperkirakan apa yang akan dirasakan tubuh, apa yang akan dilakukan dan seterusnya. Namun, ini adalah aktivitas tentatif, kondisional bisa juga spontanitas.

Sebuah kondisi yang menuntut badan segera beradaptasi dengan yang terjadi. Tidak jarang, kondisi ini membuat energi yang keluar dari tubuh melebihi energi harian rutin. Alhasil, badan jadi lemas dan malas beraktivitas lainnya. Badan keburu kehabisan ‘bensin’. Solusinya, usai melakukan aktivitas tentatif tersebut usahakan istirahat, tidur sekitar 30 menit biarkan sel-sel tubuh membelah diri optimal untuk mengembalikan kondisi tubuh kembali normal. Hindari minum-minuman berenergi atau air es agar tidak makin lemas jadinya. Minuman-minuman model begini memang terasa menyegarkan tubuh, tapi efeknya sesaat. Usai meminum itu, badan akan makin tidak nyaman.

Lalu, bagaimana mengembalikan mood menulis atau ngeblog?

Paksa diri ini untuk menulis. Ya, terkadang diri ini kehilangan mood menulis menjadi keterusan jika mengikuti alurnya. Kita harus melawan itu, paksa untuk menulis walaupun itu hanya 2-3 paragraf dengan topik ringan. Yang penting kita menghasilka sebuah tulisan dan diposting di blog. Jika ini bisa dilakukan, Insya Allah mood menulis akan perlahan kembali. Ingat, perlahan ya bukan spontan langsung normal. Butuh beberapa tulisan lagi agar benar-benar kembali normal. Artikel yang brosis baca ini adalah tulisan pertama saat mood menulis benar-benar pergi. RA tidak peduli bagus tidak hasilnya, yang penting bisa merobohkan ‘tembok’ itu.

Cara kedua, perbanyak baca timeline akun twitter kita dan ikuti berita yang menjadi favorit. Di antara aplikasi sosial media yang paling sering RA buka saat ini adalah twitter. Banyak informasi yang berguna di twitter (tentu saja sebenarnya kita sendirilah yang menentukan dari akun apa yang kita follow) dan berita yang paling RA nantikan adalah kabar update mercato alias transfer pemain klub favorit AC Milan yang baru kembali jadi klub kaya.

Nah, di sela-sela kabar soal Milan tentu saja ada kabar-kabar lain di timeline yang bisa jadi akan menarik perhatian kita untuk sekedar membaca judulnya atau justru malah membuka link yang disediakan kemudian membaca berita tersebut sampai selesai. Lha kan tadi bilang jangankan nulis, baca-baca saja malas… nah itu poinnya, paksa bro!

Blogwalking menjadi cara selanjutnya. Sebenarnya ini mirip dengan yang kedua, baca-baca. Blogwalking ke blog-blog sahabat bisa membangkitkan mood. Dengan membaca banyak blog (tidak harus baca sampai habis, cukup tahu trend topik apa yang tengah hot) kita bisa ‘iri’ dengan mereka. Mereka bisa, mosok kita gak bisa. Ini serius, blogwalking memang sangat membantu membangkitkan mood menulis. Melihat rekan-rekan blogger semangat menerbitkan artikel demi artikel, andaikan kita ‘normal’ Insya Allah kita ikut terpacu lho. Trust me it’s work!

Berikutnya adalah bentuk tanggung jawab. Kita harus profesional sebagai blogger. Kita punya pembaca yang dengan ikhlas mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli paketan data internet demi membuka satu persatu artikel di blog kita. Sebagai ‘imbalannya’ kita harus menghadirkan artikel demi artikel secara rutin dan berkualitas. Satu lagi, bagi yang sudah ‘disponsori’ sejumlah banner, bentuk tanggungjawabnya tentu saja harus rutin update blog agar si banner bisa rutin dilihat pembaca. Sudah ditransfer koq males-malesan.

Yang terakhir, pikirkan dollar demi dollar yang akan mengalir. Sebenarnya motivasi ini bisa yang terakhir bisa juga motivasi utama. Tergantung blogger masing-masing. Dengan berharap dollar turun sedera badai pasir China beberapa waktu lalu, tentu saja logika kita akan berjalan, tentu saja blog harus diupdate. Kalau perlu sehari sampai 10 artikel. Bagaimana mungkin pengunjung akan datang kalau blog kita update seminggu sekali. Mood Menulis Ambyar? Kenali Penyebab dan Solusinya Versi Rideralamdotcom.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*