Ketika ‘Para Penantang’ Itu Bukan Lagi Hoax, Then Follower is a Must!

Ketika ‘Para Penantang’ Itu Bukan Lagi Hoax, Then Follower is a Must! Di Indonesia, bicara Honda ya bicara follower. Tendensius? Silahkan saja sebutkan produk Honda yang tidak mengekor pabrikan lain di sini, ada? Ada, scoopy, lalu apa lagi? Kita bicara Hondanya AHM lho ya, bukan Honda impor. Ada lagi? Oke kalau ada, sebutkan saja, tidak masalah. Sebab, konteks artikel kali ini adalah soal respon Honda terhadap produk maxi skutik Yamaha. Brosis epbeye atau brosis epbeha? Lanjut…

Ya, yang kita bicarakan adalah tentang rumor yang mengiringi kemunculan dua maxi Yamaha, NMax 155 dan XMax 250. Ada satu persamaan yakni ketika keduanya muncul, kemudian direspon dengan rencana kemunculan ‘penantang NMax’ atau ‘penantang XMax’ dari pabrikan sayap tunggal itu. Kami menyebutnya ‘Para Penantang’.

Menginjak usia 2 tahun masih menunggu ‘para penantang’

Masih hangat dalam ingatan, di awal tahun 2015 silam, Yamaha menggebrak dengan kemunculan produk global sebuah maxi scooter dengan desain khas skutik Eropa, NMax 155. Tidak saja menawarkan desain skutik baru, teknologi mesin vva yang powerful, namun juga dibungkus dengan pricing yang masuk akal. Alhasil, NMax laris manis. Walau tidak akan pernah mengalahkan volume penjualan BeAT, namun setidaknya konsumem diberikan pilihan suasana lain dari klan skutik, tidak lagi skutik dengan desain gitu-gitu saja.

Alhasil, NMax laris manis. Inden mengular (sebuah situasi yang memiliki makna relatif dari sudut pandang mana melihatnya). Yang terjadi berikutnya adalah muncul sebuah ‘harapan’ baru dari pasar bahwa Honda akan melakukan kebiasaannya, ATM, dengan rencana menelurkan ‘penantang NMax’. Mulai dari wacana PCX Lokal hingga rencana melokalkan Forza. Hasilnya? Hingga saat ini pertengahan tahun 2017 semua masih hoax! Usia NMax sudah lebih dua tahun, dan tak ada tuh yang namanya ‘penantang-penantang’itu.

Kemudian, dua tahun pasca kehadiran maxi skutik fenomenal di kelas 150 cc, Yamaha kembali memberikan sesuatu yang baru dengan kehadiran maxi skutik premium 250 cc, XMax. ‘Mengekor’ kesuksesan sang adik (eh koq bisa adik keluar duluan sih), XMax juga diluncurkan dengan segudang kelebihan yang ditawarkan. Sehingga banderol 55 juta Rupiah bukanlah angka yang terasa mahal. Desain agresif, performa gahar (salah satunya torsi yang sadis) hingga teknologi yang disematkan di dalamnya (traction control khas motorsport dihadirkan untuk menjinakkan torsi) menjadikan XMax sangat value. Kembali, ketika pemesanan dibuka, calon konsumen menyerbu. Bahkan, data terakhir ada sekitar 4000 daftar pemesanan XMax yang sudah dikantongi Yamaha. Bahkan, market sport 250 cc yang selama ini adem ayem kini mulai digerogoti si maxi.

Yamaha XMax 250 siap menunggu ‘para penantang’

Apa yang terjadi selanjutnya? Mirip dengan saat kehadiran NMax, muncul berita Honda siapkan ‘penantang XMax’. Bahkan, kali ini terlihat lebih serius, lebih beneran dan lebih logis dengan menghadirkan sejumlah kode-kode project motor baru untuk meyakinkan pasar. Benarkah Honda akan menghadirkan ‘penantang XMax?’

Kita tunggu saja beberapa waktu ke depan. Apakah nasibnya sama dengan si ‘penantang NMax’ yang beraninya hanya kata-kata tanpa gambar alias…. (isi sendiri) atau yang ini lebih mendekati kebenaran? Jika nasibnya serupa ‘penantang NMax’ maka si ‘penantang XMax’ anggap saja hoax. Tapi, jika akhirnya ‘para penantang’ itu nyata hadir di pasar motor nasional (entah kapan waktunya) maka status sebagai follower makin tidak terbantahkan.

Lalu, maksud tulisan di atas apa? Tergantung apakah anda epbeye atau epbeha. Jadi, sudut brosis yang mana? Di sanalah makna tulisan ini bisa ditemukan. Ketika ‘Para Penantang’ Itu Bukan Lagi Hoax, Then Follower is a Must!

Advertisements

3 Comments

  1. perlu tuh sebenernya kompetitor itu, biar produsen tetep mawas ama kualitas produknya. tapi misalnya ahm keluarin maxi skutik kelas 150 cc buat lawan nmax n suzuki yang gosipnya keluarin maxi skutik 175 cc buat lawan nmax, kali saya milih suzuki 175cc angan2 itu hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*