Gara-Gara Pabrikan Ini, Honda Bisa Dominasi Pasar

Ambisi AHM dengan brand motornya, Honda, untuk menguasai marketshare roda dua tanah air menjadi kenyataan. Setidaknya, itu yang terlihat dari Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) pada semester pertama tahun 2017. Honda hanya menyisakan sepertiga ‘kue’ penjualan untuk para rival.

Sport (45,3% ~ 120.025 unit)

Bahkan, kini dari 3 segmen motor yakni skutik, bebek dan sport semuanya sudah dikuasai pabrikan berlogo sayap tunggal itu. Padahal, hingga tahun lalu segmen sport masih menjadi buruan Honda untuk dikuasai dari Yamaha. Namun, kini berkat kehadiran All New CB150R, All New CBR150R hingga All New CBR250RR, Honda berjaya.

Jika diperhatikan, pangsa pasar utama segmen ini adalah di kelas 150cc. Duet CB150R dan CBR150R menjadi sport terlaris Honda. Hanya Vixion yang secara individu masih lebih laris dari duo itu. Namun, kekuatan Honda di segmen ini adalah jumlah varian sport yang lengkap.

  • Honda CB150R StreetFire: 52.670 unit
  • Honda CBR150R: 37.114 unit
  • Honda Verza 150: 22.366 unit
  • All New CBR250RR: 5.419 unit
  • Honda MegaPro: 1.883 unit
  • Honda CRF250RALLY: 410 unit. 

Skutik/Matik (78,3% ~ 1.719.845 unit)

Di segmen skutik, tidak ada yang bisa mendekati raihan Honda. Ya, bahkan hanya sekedar mendekati saja sulit. Duet BeAT dan Vario series ditambah performa gemilang Scoopy benar-benar mendominasi jalanan tanah air. Bahkan, jika Honda hanya punya BeAT saja misalnya, itupun sudah cukup membawa si sayap tunggal terbang tinggi di atas yang lain. Benar-benar fenomenal skutik satu ini.

  • Honda BeAT series: 902.553 unit
  • Honda vario series: 540.433 unit
  • New Honda Scoopy eSP: 270.569 unit
  • Honda Spacy: 2.588 unit, dan
  • Honda PCX: 3.692 unit. 

Bebek/Cub (69,4% ~ 166.074 unit)

Lalu, segmen ‘tradisional’ yakni bebek alias cub Honda memang sejak lama sudah menguasai. Di tengah marketshare bebek yang terus tergerus, Honda masih berada di hati konsumen setianya. Bebek murah Revo dan saudaranya, Supra, masih bisa menghipnotis konsumen. Kondisi jalan yang tidak semuanya mulus, khususnya di wilayah pinggiran masih membutubkan motor bebek untuk menaklukkannya. Biaya perawatan murah dan konsumsi bahan bakar yang irit menjadi ‘senjata’ utama jualan bebek. Walau saat ini tren bebek sudah ke arah bebek super, namun tidak bisa dipungkiri harga jual yang sudah mepet motor sport menjadi handicap utama. Nanggung, nambah sedikit sudah dapat motor batangan. Alhasil, ‘the real bebek’ macam Revo dan Supra masih mendapat tempat di kalangan konsumen.

  • Honda Revo series: 77.876 unit
  • Honda Supra series: 67.387 unit
  • New Honda Sonic 150R: 14.708 unit
  • Honda Blade 6.103 unit. 

Melihat angka-angka di atas plus kondisi di lapangan terkait jumlah layanan 3s, perilaku sales dan dealer serta perlakuan AHM terhadap komunitas, media dan blogger rasa-rasanya dominasi Honda masih akan berlangsung lama atau jangan-jangan selamanya. Bagaimana tidak, dengan kekuatan sumber daya Astra grup, kapasitas produksi dan finansial memungkinkan untuk melakukan itu. Ya, walaupun isu tiru sana tiru sini hingga julukan pabrikan tidak kreatif, follower hingga minim inovasi masih ada saja terdengar, namun AHM dengan Honda terus melaju meninggalkan semua itu di belakang. 

Dibalik dominasi Honda saat ini sebenarnya ada ‘kontirbusi’ Yamaha, Kawasaki hingga Suzuki. Tiga pabrikan itu menjadi sumber tenaga bagi AHM dan Honda untuk mendominasi. Tanpa ‘ulah’ tiga pabrikan itu bisa jadi saat ini kita hanya akan menemukan motor-motor Honda jadul di jalanan. Yamaha punya andil besar atas menggilanya Honda di segmen sport. Kehadiran klan vixion pada tahun 2007 mengubah peta motor batangan di tanah air. Generasi Honda GL yang menguasai sejak lama dengan teknologi apa adanya langsung ambyar dengan kehadiran motor 150cc berteknologi canggih, rangka deltabox namun tetap murah. Sejak saat itu, misi Honda jelas… menggulingkan Vixion dan Yamaha di segmen sport. Walau sempat salah jalan dengan CB150R SF generasi pertama, kini Brosis bisa lihat hasilnya. 

Masih di segmen sport, namun di kelas seperempat liter, dominasi Kawasaki Ninja plus kehadiran Yamaha R25 seolah-olah menjadi ‘doping’ bagi Honda untuk segera ikutan sadar. Benar saja, walau sempat malu dengan CBR250R jomblo, kini CBR250RR telah mampu menyingkirkan para rival. 

Di segmen bebek, khususnya bebek super (ayago) Honda memang sempat punya Sonic di awal 2000an, namun status motor yang impor dan permintaan pasar yang minim membuat Sonic pensiun. Namun, berkat ketekunan Suzuki dengan Satria FU-nya hingga membuat marketshare ayago ‘meledak’ setara sport terlaris kala itu, Honda akhirnya tergoda untuk me-reborn Sonic. Muncullah All New Sonic 150R yang perlahan mulai mengalihkan konsumen dari FU. Kini? Lihat saja hasilnya. 

Dan, keberhasilan Honda menguasai pasar hingga nyaris 80% adalah berkat kehadiran motor sakti bernama BeAT. Inspirasinya? Yamaha Mio. Gak usah diceritain deh kalau yang satu ini brosis pasti lebih paham dari RA.

Sumber: anangcozz.com

Advertisements

4 Comments

  1. [roduk2 dari Astra grup itu memang followers, ga brani jadi yang pertama, tp sekali dah ngikutin kompetitor lama2 disikat jg dgn kemampuan finansial yang berlimpah

  2. halo mas, kalau mau kontak mas via e-mail kemana ya? mau membicarakan soal konten nih mas.. terima kasih 🙂 ditunggu replynya by email ya.. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*