Muncul Spyshot New R25, Kenapa Tidak Tiru All New R15 Saja

Bukankah desain R15 VVA sudah moge look?!

Pagi-pagi dikejutkan kabar dari blogsphere roda dua. Kabar tentang penampakan -yang katanya- R25 terbaru sedang di test jalan. Time for spyshot new R25, bro.

Sebelumnya, RA harus berikan banyak jempol untuk si pengambil gambar new R25 dan mas iwb yang mengangkatnya ke blog iwanbanaran.com, Sabtu (29/7/17). Tanpa mereka berdua, spyshot new R25 bakalan hangus ditelan bumi (eh koq hangus sih). Lebay gak sih?

Jujur, urusan menebak motor baru, apalagi masih di tahap spyshot yang –ya kita tahulah kualitas gambar dan jarak shootnya seperti apa– muncul ke permukaan RA tidak punya skill sejauh itu menebak itu motor A, motor B atau motor Y. Makanya, jempol lagi untuk mereka berdua.

Melihat dan membaca tentang new R25, RA jadi berandai-andai dan berimajinasi tentang sosok rival Ninja 250FI dan CBR250RR itu ke depannya. Tidak mengacu pada spyshot, jadi berpikiran kenapa Yamaha tidak ambil saja desain new R25 dari All New R15 VVA. Betul tidak? Lho, nanti akan sama dong. Ya gak juga lah, kan tinggal ubah sana sini dikit jadi beda deh. Urusan itu RA yakin pabrikan sekelas YIMM gak bakal kesulitan. Lalu, kenapa R15 VVA? Nah ini ayo kita diskusikan…

Pertama, desain R15 VVA sudah terbukti mendapat impresi positif dari masyarakat penikmat berita-berita motor nasional. Bisa dilihat di komentar-komentar mereka di berbagai blog yang mengangkat topik si kuda besi. Mungkin dari 10 komentator, hanya 1 yang tidak suka R15 VVA. Jadi, jika New R25 punya aura R15 VVA Yamaha akan lebih mudah ‘menggorengnya’ di dunia maya dan dunia nyata. Bandingkan dengan impresi awal All New Vixion yang lebih banyak impresi negatif.

Kedua, diantara R-Series boleh jadi R25 current adalah yang paling beda kalau tidak bisa dibilang nyeleneh. Bahkan dibanding R15 VVA, sang adik lebih R-series desain. Jadi, tidak ada alasan bagi Yamaha (YIMM) untuk tidak meng-ATM-kan R15 VVA ke R25. Mungkin yang paling krusial diganti dari R25 current adalah sisi depan. Tampang masih lumayan, namun desain fairing kanan-kiri terlihat aneh. Dan mudah-mudahan ini didengarkan Yamaha sebab di artikel iwb disebutkan kalau desain fairing New R25 beda.

Ketiga, overall R15 VVA is moge look. Disandingkan dengan motor seperempat liter macam Ninja, CBR250RR atau bahkan R25 sendiri tidak kalah bahkan jika tidak ada sticker R15 akan terlihat seperti motor 250cc. Jadi, jika New R25 mengadopsi desain R15 VVA tidak akan banyak ubahan yang harus dilakukan Yamaha. Ubahan paling hanya di sektor yang tidak terlalu terlihat, mungkin yang perlu di pertimbangkan adalah penggunaan rangka deltabox dibanding teralis (value nambah), suspensi belakang pakai sistem link tidak lagi seperti yang sekarang nongkrong di arm gitu. Kuno! Dan tentu saja suspensi depan yang HARUS bin KUDU upside down. Namun, di artikel iwb koq katanya masih model biasa. Ah semoga salah. Satu lagi, bagian dashboard yang harus dibenahi. R25 current terlihat kopong di sektor itu.

Nah, kira-kira itulah 3 alasan mengapa New R25 sebaiknya adopsi garis desain R15 VVA. Takut dibilang gak kreatif? Lha R-Series kan memang mirip-mirip, sama halnya dengan klan CBR yang juga mirip. Justru, terlalu kreatif macam R25 current malah jadi nyeleneh. Intinya, jika Yamaha memang mengincar pasar sport 250cc domestik, New R25 harus total. Jangan nanggung apalagi hanya ubahan minor. Ingat, yang dilawan adalah dua kekuatan besar, yang satu melawan mind set bahwa motor 250cc ya Ninja dan kedua melawan ‘kesempurnaan’ CBR250RR yang hingga kini sulit menemukan kekurangannya.

Ada pendapat lain? 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*