Harusnya AHM Masukkan Honda 150SS Racer Ini, Bentuk Apresiasi Bukan Hanya Kejar Keuntungan Terus!

Motor sekeren ini mosok gak pede laku

Banyak yang mengatakan bahwa Honda itu follower. Bisa juga diartikan, Honda tidak mau memenuhi keinginan konsumen jika marketnya kecil. Tidak salah juga jika diartikan Honda tidak mau ambil resiko tidak laku setelah melihat rivalnya bernasib begitu. Semua opini di atas makin meyakinkan setelah mereka (baca AHM) enggan memasukkan varian Honda 150SS Racer ke tanah air gara-gara Xabre gak laku.

Ya, tidak salah juga sih apa yang menjadi keputusan AHM terkait 150SS Racer. Buat apa ngeluarin produk jika pasarnya kecil. Buat apa buang-buang biaya riset dan produksi jika ujung-ujungnya tidak laku. Di dalam dunia bisnis, keuntungan adalah segalanya.

Sebulan 1000 unit bisalah

Tapi, jika melihat marketshare Honda yang sudah mendekati 80% penguasaan pasar domestik, sebenarnya inilah waktu yang tepat untuk berinovasi, bahasa gaulnya iseng-iseng, menurunkan varian ‘aneh-aneh’ untuk makin melengkapi line up agar semakin rapat dan makin sulit ditembus rival. Kalau di sepakbola, Honda ini ibarat sudah memimpin klasemen dengan jarak poin sangat jauh, jadi jika menurunkan pemain lapis dua untuk 1-2 pertandingan selanjutnya tidak akan rugi, justru siapa tahu bisa memunculkan pemain andalan baru. Kalahpun tidak begitu berpengaruh, menang malah jadi bonus.

Di segmen 150cc, Honda sudah punya jagoan pada sosok All New CB150R, Verza 150, New Megapro juga masih ada yang beli atau jika yang versi fairing mau dimasukkan ada All New CBR150R. Kerjasama semuanya masih membuat Honda memimpin di segmen sport, walau secara individu masih ada Yamaha All New Vixion yang menjadi raja. Nah, Honda 150SS Racer ini anggaplah sebagai pemain debutan, pemain lapis kedua yang menjanjikan performa mengejutkan. Tentu saja jika diberi kesempatan mentas.

Gara-gara desain, banderolnya luar biasa

Di aliran motor mirip Honda 150SS Racer ini hanya Yamaha Xabre pemainnya. Walau secara performa penjualan tidaklah se-massive New Vixion atau CB150R SF, tapi itu lebih disebabkan harga jualnya yang lebih mahal untuk ukuran motor 150cc. Padahal secara performa, Xabre tidaklah sesuperrior harganya. Nah, harusnya sebagai follower yang pintar sejauh ini, Honda bisalah mengambil celah itu. Oke, anggaplah banderol 150SS Racer mepet Xabre, tapi Honda bisa memainkan fitur dan performa untuk lebih unggul dari andalan Yamaha itu. Jurus ATM yang selama ini menjadi andalan bisa digunakan kembali dan rasa-rasanya dengan nama besar Honda, apalagi dalam 2 tahun terakhir pamor sport 150 Honda kembali berkibar, 150SS Racer bukanlah hal yang mustahil untuk merebut hati konsumen.

Hitung-hitung, anggaplah itu sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen negeri ini yang begitu luar biasa mempercayai merk Honda. Kasarnya, masak sih kita ‘dipaksa’ beli motor Honda walaupun itu tidak benar-benar sesuai keinginan, hanya karena kebutuhan dan para rival tidak punya yang sebaik Honda akhirnya pilihan jatuh ke merk sayap tunggal itu. Sesekali keluarkan produk yang unik, sematkan fitur-fitur kekinian dan performa sedikit di atas rival.

Atau jangan-jangan Honda tidak mau memasukkan 150SS Racer ke Indonesia karena takut makin dicap sebagai follower? Ah, abaikan saja opini geje ini bro. Sudah jam 1 malam, berarti sudah setengah jam nulis artikel ini, sekarang waktunya tidur yuk…

Advertisements