Daftar Juara Piala AFF U-19: Thailand 4, Indra Sjafri 1

Timnas Indonesia U-19 akan memulai misi meraih target juara di turnamen Piala AFF U-19 di Myanmar, 4-7 September 2017. Indonesia pernah punya kenangan manis di turnamen ini sekitar 4 tahun silam. Dengan pelatih yang sama dengan saat ini, Indra Sjafri, garuda muda kala itu sukses meraih gelar juara usai mengandaskan perlawanan Vietnam di final melalui adu penalti. Dan itulah satu-satunya gelar Indonesia di turnamen remaja tingkat ASEAN tersebut.

Ya, sejak digulirkan pertama kali tahun 2002, turnamen tahunan itu selalu tidak pernah memunculkan negeri terbesar di Asia Tenggara ini sebagai kampiun. Jangankan kampiun, sekedar lolos ke 4 besar atau lolos dari babak penyisihan grup saja tidak pernah. Hanya Indra Sjafri dengan anak asuh berkelas seperti Evan Dimas, Hansamu Yama hingga Ilham Udin Arbain di era 2013 mendobrak temboh kokoh itu. Di turnamen edisi ke-9 itulah pertama kalinya Indonesia lolos fase grup dan bahkan juara.

Jadi, jika dalam turnamen edisi ke-14 tahun ini timnas menargetkan juara lagi, itu adalah target yang masuk akal dan wajar. Di belakang nakhoda tim ada nama yang sama, Indra Sjafri, pelatih yang terlihat begitu menikmati, begitu serius memunculkan dan mengorbitkan talenta-talenta muda negeri ini ke level tertinggi.

Egy Maulana Vikri andalan Indra Sjafri kali ini

Kini, Indra berharap tongkat estafet Evan Dimas dkk bisa diteruskan oleh pemain sekelas Egy Maulana Vikri yang menonjol dalam setahun terakhir. Egy mendapat gelar Jouer Revelation Trophee saat Timnas U-19 berlaga di Turnamen Toulon, Prancis, pada Juni lalu. Penghargaan itu dianugerahi kepada jebolan SSB ASIOP Apacinti ini karena dinilai menjadi pemain yang paling berpengaruh terhadap tim. Padahal timnas kala itu gagal melaju ke babak selanjutnya.

Selain Egy, Indra Sjafri juga telah menemukan mutiara-mutiara terpendam seperti Asnawi Mangkualam dan Saddil Ramdani. Dua pemain ini bahkan sampai ‘dipinjam’ timnas U-22 untuk berlaga di SEA Games 2017 di Malaysia kemarin. Medali perunggu menjadi buah dari performa mereka. Jangan lupakan pula Rahmat Irianto putra legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro yang kini bahkan menjabat kapten di green force pada usia belia.

Kembali soal perjalanan timnas Indonesia di Piala AFF U-19. Di turnamen ini Thailand masih menjadi raja. Pembinaan yang bagus di usia dini membuat mereka kuat di semua usia timnasnya. Thailand sudah 4 kali memenangi gelar Piala AFF U-19. Gelar terakhir mereka rebut di tahun 2015 silam kala menghajar Vietnam 6-0 di final. Gelar di tahun 2015 melengkapi 3 gelar sebelumnya di tahun 2002, 2009 dan 2011. Tidak ada satupun negara Asia Tenggara yang bisa mendekati raihan Thailand ini.

Pesaing terdekat dalam urusan koleksi titel juara adalah Myanmar, Vietnam dan Indonesia. Ketiga negara ini baru sekali merasakan juara. Sebenarnya ada negara lain yang juara lebih dari sekali yakni Australia (4 kali). Lho, Australia bukannya di luar Asia Tenggara? Benar, Piala AFF U-19 memang sering mengundang negara di luar ASEAN sebagai tim tamu. Selain Australia, ada Uzbekistan, Korea Selatan, China, Jepang dan Iran yang pernah ikut turnamen ini dan dua negara terakhir disebut sudah pernah merasakan juara, Iran tahun 2012 dan Jepang 2014.

Tahun inipun sebenarnya AFF mengundang tim tamu Selandia Baru, sayang mereka membatalkan keikutsertaannya. Padahal jika berpartisipasi Selandia Baru akan segrup dengan Indonesia di grup B.

Di turnamen ini hingga sebelum 2013, Indonesia seperti menampakkan wajah asli pembinaan sepakbola usia mudanya. Selalu berpartisipasi sejak 2002, garuda muda selalu gagal di penyisihan grup. Bahkan di periode ini prestasi Indonesia kalah dari Laos yang dua kali masuk semifinal. Pembinaan usia muda memang kerapkali diabaikan oleh PSSI. Alhasil, klub-klub Liga Indonesia pun tidak punya kewajiban untuk menghasilkan pemain muda sebab mereka tidak diharuskan punya itu. Mungkin, sejak Indra Sjafri ditunjuk untuk membina pemain muda dari U-17 kala itu hingga U-19, Indonesia memetik hasilnya di tahun 2013 silam. Bisa dibilang gelar di tahun 2013 berkat tangan dingin Indra Sjafri.

Indra Sjafri sukses membawa Evan Dimas dkk Juara Piala AFF U-19 Tahun 2013 di Sidoarjo

Sayang, buruknya orang-orang yang tidak becus di jajaran manajemen PSSI kala itu mengharuskan pelatih asal Padang itu lengser. Prestasi Timnas U-19 langsung mandek kembali. Edisi 2014 Indonesia gagal di grup, dihajar Thailand 6-2 dan Myanmar 3-0 dan menduduki juru kunci. Tahun 2015 Indonesia absen akibat sanksi FIFA dan kembali ikut serta tahun 2016 namun lagi-lagi kandas di babak penyisihan. Indonesia yang tergabung bersama Thailand dan Australia hanya menang dua kali melawan Kamboja dan Laos serta kalah 3 kali dari Thailand, Australia dan Myanmar.

Daftar Juara Piala AFF U-19:

  • 2002 – Thailand (vs Myanmar 3-0)
  • 2005 – Myanmar (vs Malaysia 1-0)
  • 2006 – Australia (round robin grup)
  • 2007 – Vietnam (vs Malaysia 1-0)
  • 2008 – Australia (vs Korea Selatan 0-0 ap. 3-1)
  • 2009 – Thailand (vs Australia 2-2 ap. 5-3)
  • 2010 – Australia (vs Thailand 1-0)
  • 2011 – Thailand (vs Vietnam 1-1 ap. 5-4)
  • 2012 – Iran (vs Uzbekistan 2-1)
  • 2013 – Indonesia (vs Vietnam 0-0 ap. 7-6)
  • 2014 – Jepang (vs Vietnam 1-0)
  • 2015 – Thailand (vs Vietnam 6-0)
  • 2016 – Australia (vs Thailand 5-1)
  • 2017 (?)
Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*