Terlalu Laris, Ini Upaya Yamaha Atasi Inden Mengular NMax

Yamaha sukses besar dengan maxi skutik pertamanya di tanah air, NMax 155. Hingga lebih dari 2 tahun selepas dirilis awal 2015 silam, permintaan pasar untuk skutik ber-vva ini tidak pernah padam, bahkan memiliki kecenderungan meningkat. Sayangnya, Yamaha justru menjadi kewalahan dengan fenomena itu. Yang terjadi adalah inden mengular, durasi inden bahkan mencapai 2-3 bulan. Lalu, apa solusi Yamaha mengatasi masalah yang berpotensi membuat konsumen kecewa ini?

“Kapasitas produksi mulai kita tambahkan”, demikian ujar M. Abidin, Manager Aftersales & Public Relation PT YIMM seperti dikutip dari otomania.com, Rabu (6/9/2017).

Ya, satu-satunya cara memang harus dengan meningkatkan produksi. Sehingga permintaan unit oleh konsumen bisa mulai dipenuhi untuk mengurai ‘kemacetan’ bernama inden. Solusi yang seharusnya sudah diambil Yamaha sejak beberapa bulan lalu ketika mereka mendapatkan inden mengular hingga 2-3 bulan. Sebuah kondisi yang sangat tidak ideal ketika mereka begitu gencar mengejar kuantitas penjualan di market domestik.

Boleh jadi Yamaha ‘kaget’ dengan performa NMax di penjualan. Mungkin di awal peluncuran tidak memprediksi akan se’booming’ ini. Padahal harga NMax jauh di atas matik kebanyakan. Desainpun sebenarnya antimainstream. Nilai plusnya tentu di performa mesin SOHC VVA. Jadi, ketika semua paket itu diterima oleh masyarakat, begini jadinya, membludak. Bahkan, data AISI Agustus kemarin penjualan NMax untuk pertama kalinya mengalahkan matik terlaris Yamaha, Mio M3. Luar biasa memang NMax ini…

Yamaha harus hati-hati dengan fenomena inden ini. Jika mereka tidak segera menemukan solusinya (dan seperti topik utama artikel ini baru ada satu solusi) bisa-bisa konsumen akan eneg, bosan, ekspektasi tinggi menguap, mulai berpikir merk lain dan akhirnya kabur. Untungnya (bagi Yamaha, tidak bagi konsumen) tidak ada rival yang membuat motor sejenis. Jadi, konsumen tidak punya pilihan lain selain menunggu atau membatalkan keinginan. Andaikan ada rival sekelas, habis sudah.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*