Suzuki Tak Mau Jual DR200S, Ini Alasannya!

banner

DR200S adalah motor trail produksi Suzuki yang RA yakin banyak ditunggu pecinta pabrikan berlogo S di segmen gasruk tanah. Dengan kapasitas mesin 200cc dan model yang keren, publik jadi heran kenapa PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tidak juga menjualnya secara bebas di sini, padahal segmen ini tengah happening di kalangan penghobi “main lumpur”.

SUZUKI-DR200S.jpg

Apalagi saat ini segmen trail tidak lagi hanya punya KLX series milik Kawasaki. Honda (baca AHM) juga baru saja nyemplung dengan CRF150 nya yang punya kelebihan di sana-sini. Artinya, jika sekelas AHM sudah “susah payah” turun gunung, berarti ada “sesuatu” yang menarik di sana. Suzuki kenapa belum bergeming juga?

Apakah Suzuki sudah puas dengan pemesanan DR200S oleh Kepolisian Republik Indonesia yang konon jumlahnya mencapai ratusan unit sebagai kendaraan operasional?

Namun, jika membaca pernyataan Kepala Departemen Sales dan Pemasaran SIS, Yohan Yahya, rasanya memang terlihat kalau Suzuki sama sekali tidak berniat jualan trail di sini. Atau nunggu pasarnya gemuk banget dengan KLX dan CRF serta beberapa pemain lokal macam Viar Cross X atau Gas Gas?

“Spesifikasinya berbeda dari yang umum digunakan di sini,” kata Yohan seperti dikutip dari kompas.com (14/11/2017).

Sekelas SIS tidak bisa menyesuaikan spesifikasi motor produksinya agar sesuai keinginan pasar? rasanya mustahil, kecuali jika kalimatnya diubah menjadi “SIS tidak mau jualan trail”.

Sayang sebenarnya, sebab mumpung mereka sedang giat mengkampanyekan diri dengan isu kebangkitan di tahun 2017 ini. Mereka memang cukup sukses dengan itu ketika punya GSX-R150, tapi lihatlah saudara nakednya, GSX-S150 yang bisa dibilang gagal total. Dari 3 ribuan unit di awal peluncuran, kini hanya 100an unit terjual (wholesales) dalam sebulan. Kenapa tidak mulai melirik segmen trail?

Tapi, walau terlihat tidak mau jualan DR200S, Yohan Yahya juga memberikan pernyataan normatif sama dengan petinggi atpm manapun di negeri ini yakni TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN UNTUK MENJUALNYA namun dengan kapasitas mesin 150cc, layaknya KLX150 atau CRF150. Nah, bagus tuh…

Jika menganggap DR200S punya spek yang tidak sesuai dengan pasar di sini, tinggal menyesuaikan diri bukan? Downgrade sedikit dari 200cc ke 150cc rasanya bukan hal yang sulit bagi Suzuki. Atau jika sparepart yang digunakan di DR200S kelas satu sehingga membuat harga jualnya mahal misalnya, downgrade saja jadi kelas 2 atau kelas 3 agar harga jual setara rival. Toh jika kualitasnya diturunkan tidak terlalu jauh konsumen juga masih memaklumi karena memang mengejar harga jual.

Bisa koq, asal Suzuki-nya mau, nah sekarang pertanyaannya maukah Suzuki? Kalau mau, kapan?

ih nanya-nanya, emang mau beli? Eits… pertanyaan macam apa ini, ya gak lah… 😛

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.