Joan Mir, Sensasi Anyar Spaniard Yang Idolakan Valentino Rossi!

Joan Mir adalah fenomena baru di ajang balap grand prix Moto3 dalam dua tahun terakhir. Memulai debut 2016, juara dunia setahun kemudian. Tahun depan pemuda Spanyol ini akan mencoba peruntungan di kelas lebih tinggi Moto2. Nah, sedikit kepoin si Rookie of The Year 2016 itu yuk…

Mir cilik ditempa di sekolah balap milik ayah Jorge Lorenzo, Chico Lorenzo di usia 10 tahun. Walau usianya sangat belia, Mir sudah mampu memenangi sejumlah balapan dan bahkan mendominasinya. CEV atau kejurnas balap motor Spanyol adalah kompetisi yang sukses dimenanginya. Nama pembalap MotoGP saat ini seperti Maverick Vinales juga pernah juara di sini.

Pic. pinterest.cl

Tahun 2013 dan 2014, Mir yang kala itu berusia 16 tahun mengikuti ajang balap Red Bull Rookies Cup dan sukses menjadi runner up di akhir kompetisi dengan 3 kemenangan. Tahun 2015 Mir ikut di CEV Moto3 Junior World Championship dengan prestasi memenangi 4 dari 6 seri awal. Prestasi yang menghantarkannya merasakan balapan yang lebih kompetitif di ajang Moto3 musim 2015 walau hanya satu seri yakni di Phillip Island kala menggantikan pembalap Leopard Racing Hiroki Ono. Mir start dari posisi 18 namun gagal menyelesaikan balapan akibat insiden dengan John McPhee.

Barulah di musim berikutnya alias tahun 2016 Mir tampil full season di Moto3 bersama tim Leopard Racing berpartner dengan Fabio Quartararo dan Andrea Locatelli. Ia menutup musim debut fullnya di peringkat 5 dengan 144 poin, prestasi yang diganjarnya dengan gelar Rookie of the Year. Mir sepertinya hanya tinggal menunggu ledakan performanya di Moto3.

Pic. motogp.com

Benar saja, di musim 2017 ini Mir yang 1 September lalu genap berusia 20 tahun akhirnya mengunci gelar juara dunia Moto3. Mir tampil dominan di balap kelas capung bersama Leopard Racing dengan memenangi 10 dari 18 seri yang dilangsungkan. Termasuk kemenangan sensasional di Argentina dimana saat itu Mir memulai balapan dari posisi 16 dan akhirnya finish di depan pembalap lainnya. Mir meraih total 341 poin unggul sangat jauh dari runner up Romano Fenati dengan poin 248. Talenta Spanyol lainnya siap menggebrak MotoGP 1-2 tahun ke depan. Ketika era Lorenzo, Marquez, dan Vinales masih mendominasi, Spanyol sudah siap menyesakinya dengan pemuda lain bernama Joan Mir.

Lalu, seperti apa sih gaya balap Joan Mir hingga mampu mendominasi Moto3 musim ini?

Sebuah tulisan keren dari Delia Mustikasari di juara.bolasport.com (15/4/2017) lalu cocok menggambarkan sosok Mir.

Dari caranya yang agresif dalam memenangi balapan, Mir pastilah mengingatkan kita akan Marquez. Juara dunia MotoGP termuda itu pernah start dari posisi 33 dan memenangi balapan! Itu ia lakukan pada balapan terakhirnya di Moto2 di Valencia.

Sementara bila mengingat Mir adalah tipe pebalap halus dan tak mudah jatuh, orang pasti menyangkanya itu adalah didikan Lorenzo Competition dan ketenangannya membaca situasi selama balapan merupakan ciri khas Vinales.

Lalu, siapa idola Joan Mir? Dianggap sebagai penerus Marc Marquez, ternyata Mir ogah dikaitkan dengan Juara Dunia MotoGP 2017 itu. Mir justru menyebut Valentino Rossi lah idolanya. Nah lho…

Pic. motogp.com

Dan Mir menganggap karakternya di lintasan lebih mirip idolanya itu dibanding seniornya sesama Spaniard macam Marquez, Lorenzo ataupun Vinales.

Advertisements