Hasil Dynotest CRF150L Dengan Knalpot Prospeed dan ECU Aracer Power Naik 1,5 HP, Torsi 1,5 Nm

Dynotest seperti menjadi sebuah keharusan untuk mengetahui performa kuda besi ketika dilakukan modifikasi. Tentu saja modifikasi peningjatan performa. Itu juga yang dilakukan oleh akun facebook Tranggono Very terhadap Honda CRF150L. Part apa saja yang dipasang di trail anyar Honda itu? Berapa peningkatan performanya? Lanjuutt…

CRF150L dengan Knalpot Prospeed SX Series
CRF150L dengan ECU Aracer RC1

Hasil dynotest CRF150L diunggah di grup facebook Honda CRF150L Indonesia pada Kamis (30/11/2017). Ada dua part utama yang diujicobakan dipasang di CRF150L yakni knalpot dan ECU. Dynotest dilakukan dengan 3 kombinasi perlakuan yakni:

  1. Knalpot dan ECU standar
  2. Knalpot Prospeed SX Series dan ECU Standar
  3. Knalpot Prospeed SX Series dan ECU Aracer RC1

Persamaan tiga perlakuan di atas adalah mesin masih standar ting ting. Dan hasilnya adalah…

  1. Power 10,02 HP @7.429 rpm – Torsi 10,50 Nm @6.179 rpm
  2. Power 11,01 HP @7.412 rpm – Torsi 11,26 Nm @6.403 rpm
  3. Power 11,45 HP @7.590 – Torsi 11,99 Nm @6.259 rpm
Hasil On Wheel Dynotest CRF150L

Lalu, bagaimana jika kita bandingkan dengan klaim power dan torsi CRF150L oleh pabrikan? Cekidot

Power 12,74 HP @8.000 rpm – Torsi 12,43 Nm @6.500 rpm

Jika membandingkan data di atas maka hasil dynotest yang notabene mengukur performa motor dari putaran ban (on wheels) di atas mesin dyno menunjukkan angka yang lebih rendah dari klaim pabrikan. Wajar, sebab biasanya pengukuran yang dilakukan pabrikan langsung terhadap mesin (crankshaft), artinya tanpa beban sasis hingga rider. Otomatis hasilnya akan lebih kecil.

Sementara itu, dengan penggunaan knalpot Prospeed SX Series power naik nyaris 1 HP dan torsi CRF150L juga alami kenaikan hingga nyaris 1 Nm dengan catatan ECU Standar.

Namun, jika Knalpot Prospeed SX Series dipadukan dengan ECU RC1 seharga 6 jutaan, power naik nyaris 1,5 HP dan torsi CRF150L juga meningkat hingga nyaris 1,5 Nm.

Artinya, aplikasi knalpot dan ECU aftermarket menghasilkan ledakan tenaga dan torsi paling besar jika dibandingkan hanya memasang salah satunya saja.

Sedikit informasi tentang Power dan Torsi yang RA copas langsung dari saft7.com berikut:

Torque (torsi) adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. Pada saat kita merasakan tubuh kita terhempas ke belakang saat berakselerasi, menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.

Power (tenaga) adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.

Rumus Fisika Newton:

HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252

Artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.

Sedangkan perbedaan crankshaft dynotest dan on wheel dynotest sebagai berikut:

Crankshaft Dynotest
Poros output mesin langsung disambung ke alat Dyno, umumnya alat ini digunakan di pabrik kendaraan untuk mengukur performa mesin sebelum dipasang pada body/ chassis.

On Wheel Dynotest
Roda mobil memutar roller atau drum mesin dynotest. Poros roda motor/mobil langsung memutar mesin dynotest. Ini yang umum dilakukan para modifikator untuk mengetahui performa motor garapannya seperti yang dilakukan bro Tranggono di atas.

Bro Tranggono Very
Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*