Franco Morbidelli, Pembalap Hebat Yang Tidak Lupa Kacang Sama Kulitnya!

Franco Morbidelli, Pembalap Hebat Yang Tidak Lupa Kacang Sama Kulitnya! Salah satu rookie MotoGP 2018 yang paling ditunggu penampilannya adalah Franco Morbidelli. Dialah sang juara Moto2 2017 yang tidak lain adalah anak didik sang legenda MotoGP Valentino Rossi. Perjuangan sang rider untuk menapak ke kelas para raja tidak mudah butuh 4 tahun untuk melakukannya. Bagaimana ceritanya? Lanjut…

Franco Morbidelli lahir di Roma 4 Desember 1994. Ia perpaduan dari Brazil dari sang ibu dan Italia dari sang ayah. Salah satu pertimbangan cukup penting yang dilakukan Estrella Galicia 0,0 untuk merekrut Morbi. Darah Brazilnya dianggap penting untuk meraih pasar Amerika Latin, Italianya dianggap penting sebagai negara yang secara tradisional memiliki basis kuat di dunia balap motor.

Morbidelli adalah anak didik pertama dari VR46 Riders Academy saat pertama kali dibentuk oleh Rossi tahun 2014. Kala itu, Morbi ‘sekelas’ dengan Pecco Bagnaia dan Romano Fenati. Berhubung VR46 Riders Academy belum punya tim di Moto2, Morbidelli bergabung dengan tim Italtrans Racing Team. Sedangkan Bagnaia dan Fenati memperkuat tim Sky VR46 milik Rossi di Moto3. Perkembangan Morbi yang akhirnya bisa menembus MotoGP mendapat pengakuan dari sang guru langsung, Rossi.

“Kami sangat bangga pada Franco. Ia mengalami peningkatan luar biasa. Ia bisa jadi sekuat Johann Zarco di MotoGP,” sanjung Rossi seperti dikutip dari indosport.com (7/6/2017).

Dua tahun di Moto2, prestasi Morbi terus meningkat. Tahun 2014 Morbi hanya menempati posisi ke-11 dengan 75 poin tanpa sekalipun meraih podium. Tahun 2015 masih dengan tim yang sama, Morbi memperbaiki posisinya di peringkat 10 klasemen akhir dengan 90 poin. Di tahun ini Ia berhasil sekali naik podium yakni podium 3 di Indianapolis Raceway. Di musim ini pula Morbi harus merasakan absen di 4 balapan beruntun usai mengalami cedera saat bermain motorcross.

Tahun 2016 Michael Bertholemy sang big bos Estrella Galicia 0,0 mencium bakat besar Morbi dan merekrutnya ke tim EG 0,0 Marc VDS. Bertholemy tidak salah, Morbi sukses menghadirkan 8 podium (4 kali podium 2, 4 kali podium 3). Kemenangan seperti tinggal menunggu waktu. Di klasemen akhir, Morbi melesat ke posisi 4 dengan 213 poin. Ia hanya kalah dari sang juara Johann Zarco, Thomas Luthi dan Alex Rins.

Kebintangan Morbi akhirnya benar-benar keluar di tahun 2017. Musim keduanya bersama Marc VDS sukses menghasilkan 12 podium dimana 8 diantaranya adalah podium tertinggi. Hasilnya, Morbi menjadi juara dunia Moto2 dengan poin akhir 308 unggul 65 poin dari Thomas Luthi di tempat kedua. Menariknya, keduanya akan saling bahu membahu di kelas MotoGP musim depan karena menjadi satu tim di EG 0,0 Marc VDS Honda.

Namun, dibalik semua kesuksesannya, Morbidelli tetap tidak melupakan jasa sang mentor. Ia tahu betul siapa saja yang telah berjasa dalam karirnya, dimana salah satunya yang Ia sebut adalah Valentino Rossi.

“Valentino adalah pembalap terkuat sepanjang masa dan (untuk berlatih bersamanya) sangat luar biasa. Berlatih dengannya seperti seorang anak yang cinta sepakbola lalu dilatih Messi. Setiap hari saya belajar banyak hal dan selalu mencatat apa yang ia katakan,” komentar Morbidelli tentang sang mentor masih dikutip dari sumber yang sama.

Di kelas MotoGP Morbidelli memang harus banyak belajar lagi. Dan untuk satu ini rujukan lainnya selain Rossi adalah Johann Zarco. Morbidelli menyukai apa yang telah dicapai Zarco di musim perdananya di MotoGP. Sehingga Ia tak ragu untuk belajar dari sang MotoGP rookie of the year 2017 itu.

Morbidelli memang harus banyak belajar sebab MotoGP jelas berbeda jauh dengan Moto2, baik dari sisi motor tunggangan maupun ketatnya persaingan. Hal itu sudah bisa Morbi rasakan di sesi test pramusim 2018 di Valencia November lalu. Dua hari tes, Morbidelli harus bekerja keras. Hasilnya masih belum begitu memuaskan. Di hari pertama Morbi hanya ada di posisi 18 dari 20 pembalap yang turun berlaga. Catatan waktu Morbi tertinggal 2,5 detik dari Vinales sang pemimpin sesi.

Di hari kedua, Morbi lumayan mengalami peningkatan baik posisi maupun laptime. Kali ini Ia berada di posisi 16 dari 21 pembalap. Best laptimenya tertinggal 1,7 detik dari Marquez sang leader. Terjal jalanmu, bro! Franco Morbidelli, Pembalap Hebat Yang Tidak Lupa Kacang Sama Kulitnya!

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*