Kontrak Habis, Tech 3 Digantikan Sky VR46 Sebagai Tim Satelit Yamaha?

Di MotoGP, Tech 3 sangat identik dengan Yamaha sebab keduanya memang telah menjalin kerjasama sejak 2001 silam. Yamaha memasok motor untuk Tech 3 sebagai tim satelit mereka. Namun, kemesraan keduanya terancam akan bubar seiring masa kontrak yang akan habis, selain itu Yamaha punya anak emas baru yang siap menggantikan tim milik Harve Poncharal itu.


Kontrak Tech 3 dengan Yamaha akan berakhir pada musim 2018. Kontrak keduanya masih belum jelas untuk MotoGP 2019 dan seterusnya. Bahkan spekulasi yang berkembang liar di paddock adalah Yamaha akan mengikat tim milik Valentino Rossi sebagai tim satelit mereka ke depan!

Yuhuu… Sky Racing Team VR46 kabarnya akan menggantikan posisi Tec 3 sebagai tim kedua Yamaha Factory. Sebab, Yamaha tentu tidak akan menggunakan 2 tim satelit. Dan Poncharal juga punya feeling bahwa Yamaha akan lebih memilih timnya Rossi dibanding timnya. Yamaha hanya akan menunggu Rossi pensiun untuk kemudian total mengurus timnya di level MotoGP.

“Jika Valentino benar-benar pensiun di akhir 2018, Yamaha tak akan membekali dua tim satelit, itu sudah jelas. Yamaha memiliki pilihan antara Valentino dan Tech 3, mungkin Valentino akan disukai. Saya sadar akan hal itu,” jelas Poncharal dikutip dari bola.com (24/12/2017).

Betul, target Rossi sejak membentuk Sky Racing Team VR46 adalah tampil di MotoGP. Sky VR46 tampil perdana di Moto3 tahun 2014. Hingga 2016 mereka hanya tampil di Moto3. Baru di tahun 2017 Sky VR46 ikut balapan Moto3 dan Moto2. Sementara itu, kontrak Rossi di Yamaha akan berakhir musim 2018, jika tidak memperpanjang, maka Rossi dipastikan akan total membesarkan timnya. Yamaha yang memang menganakemaskan the doctor tentu akan memprioritaskan Sky VR46 menjadi tim satelitnya dibanding Tech 3.


Sementara itu, sayang sebenarnya jika Yamaha melepas Tech 3. Tim independen satu ini dikenal punya manajemen dan keuangan yang bagus dan stabil. Buktinya, mereka eksis sejak 2001 hingga saat ini. Padahal, turun di MotoGP butuh biaya yang tidak sedikit. Sudah banyak tim independen yang seangkatan dengan Tech 3 yang sudah lebih dulu mundur, sebut saja Pons, Gresini, hingga D’Antin.

Bicara prestasi, Tech 3 juga tidak kalah mentereng. Walau belum pernah memenangi kejuaraan, Tech 3 melalui Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow di tahun 2012 serta Cal Crutchlow dan Bradley Smith tahun 2013 sukses menduduki peringkat ketiga klasemen akhir.

Tapi, sekali lagi memang Yamaha dan Rossi sulit dipisahkan. Yamaha merasa berhutang budi kepada the doctor. Berkat Rossi, Yamaha bisa mencapai levelnya saat ini di papan atas. Maaih ingat di awal tahun 2000-an ketika Rossi masih di Honda, Yamaha bukanlah tim pabrikan berbahaya. Mereka tidak lebih dari sekedar pelengkap di MotoGP. Namun, ketika Rossi masuk tahun 2004, Sirkuit Welkom Afrika Selatan menjadi saksi dahsyatnya M1 usai diobati oleh Rossi. Langsung juara bro! Padahal Yamaha terakhir kali merasakan podium (podium lho ya, bukan juara itu tahun 1992).

Jadi, tidak heran jika di akhir karirnya Rossi masih akan ‘diikat’ Yamaha, salah satunya dengan memberikannya fasilitas sebagai tim satelit untuk tim bentukannya. Kita tunggu saja kapan itu akan terwujud, sekali lagi semuanya akan jadi mungkin setelah Rossi pensiun. Kapan? Entahlah…

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Marquez Kalahkan Rekor Rossi? Carlo Pernat Yakin, Kevin Schwantz Tidak! | rideralam.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*