Adaptasi Dengan Yamaha Soul GT125, Gantikan Genza!

Soul GT125 AKS SSA Tough Green

Adaptasi Dengan Yamaha Soul GT125, Gantikan Genza! Yamaha baru saja mengeluarkan rilis resmi perubahan salah satu varian skutiknya, Soul GT125. Perubahan tampak pada warna dan grafis baru di skutik 125 cc itu. Secara umum ada 4 warna baru dari 2 varian yang dimiliki Soul GT125. Kalau diperhatikan warna dan grafia baru Soul GT125 lebih terlihat simpel dan elegan. Pemilihan warnanya unik, salah satunya adalah warna Tough Green. Tapi, RA tidak akan bahas itu sih.

Ini lebih ke cerita, atau kalau mau dibilang review juga silahkan, walau nanti jangan kecewa jika reviewnya tidak sekomplit blog-blog papan atas tanah air. Ini lebih ke cerita apa yang RA rasakan ketika sebulan terakhir menggunakan Soul GT125 sebagai tunggangan harian. Lho, Genza kemana? Dijual?

Gak lah, belum ada niatan menjualnya. Genza hanya berpindah majikan sementara ini yakni istri RA sendiri hehehehe… jadi suami itu harus ngalah, gak cocok dan gak enak dilihat naik motor kecil yo wis, istri selalu benar cak wkwkwkwk

Yamaha Soul GT125

Jadi, seperti yang disebut di atas, sebulan terakhir ini RA menggunakan Soul GT125. Motor ini di STNK dan BPKB atas nama Ibu RA, dan memang motor ini awal dibeli pertengahan 2015 silam memang untuk Ibu kesayangan. Awalnya agar Ibu mau naik motor lagi pasca bertahun-tahun tidak berani naik motor akibat trauma terjatuh nabrak pagar tetangga. Eh, ternyata hingga dua tahun dibeli keberanian itu belum muncul juga. Okelah, RA akhirnya ambil hikmahnya, setidaknya Ibu tidak akan beresiko kecelakaan di jalan gara-gara naik motor. Kemana-mana RA antar saja.

Berhubung motor istri, Vario 110 lawas sudah berpindah tangan alias dijual, akhirnya ibunya dua anak RA itu merajuk untuk memakai Genza alias NMax hitam non abs sebagai motor hariannya. Okelah, dengan sedikit berat hari RA ijinkan, daripada tidur di kursi, bro!!! RA ngalah dan akhirnya pakai Soul GT125 warna hitam milik Ibu. Lalu, bagaimana impresinya dari terbiasa naik NMax ke Soul GT125?

Yang jelas pertama kali RA rasakan adalah ‘kecil amat nih motor’ hahahaha… bayangin saja bro, dengan size 188 cm 100 kg naik motor skutik ukuran standar. Ah jangan dibayangin bro, todus alias malu. Tapi walau gedean badan daripada motor, Soul GT125 (gak ada namanya, gak kayak Genza) ini masih bersahabat buat postur seperti RA yang punya tungkai panjang. Artinya, saat duduk riding di atas motor, lutut tidak sampai mengenai dek depan motor. Bahkan, saat stang dibuat belok maksimal, lutut juga masih aman tidak kena. Padahal dulu RA pernah nyobain naik Vario 125 edisi tahun 2013, kaki mentok banget ke dek depan. Buat belok apalagi, jadi bahaya. Padahal kalau diperhatikan tanpa melihat data ukuran motor, Vario 125 terlihat lebih panjang dari Soul GT125. Mau gak fby gimana coba wkwkwkwk

Ergonomi jelas berbeda. NMax mengusung riding position yang santai, rilex dan tidak lekas capek. Posisi stang yang lebih tinggi dari pinggang memang membuat riding dengan NMax tidak lekas capek. Kalau Soul GT125 posisi ridingnya agresif. Stang terletak setara pinggang sehingga tangan cenderung mengarah ke bawah saat riding. Untuk akselerasi posisi ini sangat enak, namun tangan akan cepat capek. RA juga begitu, dengan menggunakan Soul GT125, posisi badan saat riding agak condong ke depan.

Namun, ada satu hal yang RA suka dari Soul GT125 ini yaitu suara mesin saat melaju dari posisi diam. Mesin Soul GT125 yang berkapasitas 125 cc terasa sangat halus saat gas dipuntir hingga motor bergerak. Pun saat riding dengan kecepatan hingga 50 km/jam mesin terasa halus dan getaran seperti tidak terasa ke badan. Kalau NMax suara mesin 150 cc nya gahar bener. Jadi, kalau hanya riding santai benar-benar nyaman si Soul GT ini.

Kenyamanan dan kepuasan kemudian berkurang saat RA geber Soul GT125 ini di atas 70 km/jam. Mesin terasa mulai berteriak. Suara teriakan manja dan menderu semakin terdengar seiring semakin dalamnya tangan kanan ini memuntir kabel gas. Memasuki 80 km/jam dan ke atas mulai ngeden. Seperti tidak mau naik lagi. Dan benar memang, jarum di speedo naiknya pelan banget padahal RA sudah runut gas dengan halus. Tidak heran karena karakter mesin SOHC memang begitu. Dan disinilah kenapa RA sangat menikmati berada di atas jok NMax ketika waktu harus dikejar. Mesin SOHC VVA nya benar-benar bikin nagih untuk terus gaspol.

Apalagi yang bikin RA harus puas dengan Soul GT125 ini? Bagasinya besar! Memang tidak sebesar bagasi NMax lah, tapi desain konstruksi jok yang melengkung ke atas tepat di atas bagasi membuat kapasitasnya makin besar. Jika meletakkan barang dengan size agak tinggi melewati bibir bagasi, jok masih bisa ditutup karena masih ada space dari lekukan struktur jok tadi. Kalau NMax, untuk naruh barang dengan ketinggian di atas bibir bagasi jelas susah untuk ditutup karena struktur desain joknya yang cenderung flat.

Lalu, apalagi yang kurang sip dari Soul GT125 ini? Struktur engsel jok yang terlihat ringkih dan tidak konstan. Maksudnya gini, ketika jok dibuka, kemudian kita tutup dengan mendorong dan membiarkannya jatuh, ternyata jatuhnya tidak selalu pas dengan bodi motor. Suka mensle alias gak pas. Coba digoyang ke kiri ke kanan, memang joknya seperti mau terlepas gitu. Tapi kalau sudah terpasang dan kita duduki, empuk lah khas skutik Yamaha.

Terakhir nih soal konsumsi bahan bakar. RA tidak pernah mengukur konsumsinya, tapi rasa-rasanya Soul GT125 ini termasuk boros. Seberapa boros? Nantilah RA ukur kalau sempat dan gak males hehehehe

Sementara gitu aja deh cerita RA dengan Soul GT125. Mumpung lagi gak ada ide nulis yang lain, mumpung juga lagi rame rilis warna dan grafis baru Soul GT125 AKS SSS. Kalau gak percaya dengan ulasan di atas itu artinya sampeyan memang kritis, dan memang harus begitu biar tidak menelan mentah-mentah tulisan-tulisan model begini wkwkwkwk…¬†Adaptasi Dengan Yamaha Soul GT125, Gantikan Genza!

Advertisements

Comments are closed.