Legenda MotoGP Ini Minta Marc Marquez Ubah Gaya Balap, Lho Kenapa Ya?

Marc Marquez selama ini memang dikenal sebagai pembalap yang seringkali menguji batas maksimal kemampuan dirinya dan motor. Tak pelak, hal itu membuat dirinya sering mengalami crash alias ndlosor. Bahkan, di musim 2017 kemarin sang juara dunia itu menjadi pembalap paling sering jatuh kedua di bawah Sam Lowes. Beruntung, Marquez tidak mengalami cedera serius sehingga performanya tetap terjaga hingga akhir musim. Namun, sebuah wejangan atau lebih tepatnya warning diberikan oleh legenda MotoGP agar Marquez mulai mengubah pendekatan balapnya itu musim depan.

Kevin Schwantz

Adalah Kevin Schwantz yang menyarankan Marquez untuk mengubah gaya balapnya menjadi lebih cool dan tidak seagresif sebelum-sebelumnya. Schwantz menganggap Marquez harus menurunkan resiko cedera dengan cara mengubah pendekatan balapnya lebih kalem.

“Marquez harus menemukan cara untuk mengendarai motor dengan cepat, tapi pada saat yang sama turunkan juga resikonya, karena suatu hari Anda bisa cedera dan menyakiti diri sendiri,” ujar Schwantz mengutip motorsport.com, Rabu (3/1/2017).

Schwantz menganggap selama ini Marquez bernasib beruntung tidak sampai cedera serius. Namun, tentu tidak bijak juga jika ke depan hanya bersandar pada nasib alias keberuntungan saja. Pembalap harus memahami bahwa cedera sekecil apapun akan mempengaruhi performanya di lintasan.

“Mungkin hanya patah tulang selangka atau sesuatu yang sederhana, tapi tetap saja itu bisa memperlambat dan menurunkan performa. Marquez sebenarnya beruntung, di mana mengalami beberapa kecelakaan besar tanpa sampai membuatnya menderita,” ujar Schwantz.

Warning dari juara dunia kelas 500 cc tahun 1993 itu ternyata sejalan dengan target Marquez di musim 2018. Ada dua target utama Marquez musim ini yaitu meraih gelar juara dunia kelima di kelas MotoGP dan mengurangi crash di lintasan.

“Salah satu target untuk tahun depan adalah mempertahankan kecepatan saya, tapi dengan sedikit penurunan angka kecelakaan atau jatuh,” kata Marquez dikutip dari kompas.com (4/1/2018).

Memang, jika kita perhatikan sepanjang musim 2017 kemarin, selain memang kencang dan punya skill hebat, faktor luck sangat besar memayungi pembalap 23 tahun itu. Ketika pembalap lain harus mengalami crash, paling beruntung ya tidak cedera, tapi tidak bisa lanjut balapan. Beda dengan Marquez, mulai dari crash hebat hanya motor yang rusak, Marquez fine-fine saja, kemudian crash berikutnya tetap bisa bangkit dan menyelesaikan balapan walau finish di belakang, hingga nyaris mustahil selamat dari hampir crash seperti yang ditunjukkannya di seri pamungkas Valencia November lalu. Itulah Marquez, dewi fortuna seperti sayang banget dengan si baby alien.

Advertisements