Ketemu Family FR80, Motor Jadul Rare Item Dari Suzuki

Beberapa waktu yang lalu saat RA mandiin si Genza di tempat cuci motor langganan, tiba-tiba datang sebuah motor bebek jadul warna merah yang kinclong. Selidik punya selidik ternyata itu motor Suzuki. Padahal RA pikir itu motor Yamaha atau Honda, maklum paling familier ya dua brand itu (tolong jangan sampluk knalpot ya). Suzuki jenis apa sih?

Perbendaharaan informasi soal motor jadul yang RA miliki bisa dibilang sangat minim. Kalaupun tahu ya paling bebek-bebek jadul seperti Super Cup C70-nya Honda atau V80-nya Yamaha. Untuk C70 sudah banyak berkeliaran di jalan, sedangkan V80 dulu almarhum bapak pernah punya. Nah, apalagi bebek Suzuki yang tidak sebanyak dua brand saudaranya itu. Ternyata yang RA lihat adalah Suzuki FR80. RA baru tahu kalau inilah bebek pertama yang dibuat Suzuki. Dan banyak juga yang familier menyebutnya Suzuki Family, kayak sepeda anak RA nih merknya hahahah

Dan, baik FR80 maupun C70 dan V80 adalah tiga ‘seteru’ di jamannya. Ketiganya saling berebut perhatian konsumen di periode tahun 70-an. FR80 sendiri pertama kali diproduksi tahun 1973. Dikutip dari sepeda-motor.info (15/9/2016), FR80 mengusung lampu kotak, lampu belakang terpisah dari bodi dan material spion yang dari aluminium untuk generasi perdananya itu.

Ketika pertama kali dirilis, Suzuki FR 80 mengusung lampu depan berbentuk kotak, lampu belakang yang terpisah dengan bodi dan berukuran kecil, serta material spion dari bahan alumunium. Lalu, menjelang tahun 1980-an, Suzuki memperbarui model FR 80 dengan perubahan mencolok pada lampu belakang berukuran lebih besar yang menyatu dengan bodi tengah serta material spion yang sudah menggunakan bahan plastik.

Untuk mesin, FR80 mengusung mesin berkapasitas 79cc, 2 stroke, silinder tunggal dan mesin rebah. Tapi, jangan main-main walau hanya 79cc, FR80 mampu mengeluarkan power maksimal 6,8 HP di kitiran mesin 4.500 rpm dan torsinya 8,04 Nm juga di putaran mesin yang sama. Tapi, jangan underestimate dengan angka itu lho ya. Bedanya hanya 0,1 HP dari power yang dimiliki Supra 100 yang sudah berkapasitas 97,1cc. Itupun baru dicapai di putaran mesin 8.000 rpm, galak bener bukan si FR80 ini. Ya, tipikal motor jaman old lah ya…

Namanya motor jadul atau motor antik atau apalah istilahnya, peminatnya juga tidak sedikit. Nah, FR80 yang RA temui itu menurut penuturan si pemilik diperolehnya dari seorang rekannya dengan mahar Rp700.000,- dengan kondisi apa adanya. Beliau meminang karena dua hal yakni pertama tidak terlalu pasaran di jalanan (beliau tidak mau pilih C70 atau V80 karena terlalu banyak yang punya) dan masih cukup banyak part ori yang nemplok di FR80 itu. Namun, walau begitu beliau mengaku menghabiskan dana lebih dari 2 jutaan untuk mendandani si Famili. Dan menurut beliau motornya ini sudah ada yang nawar 3 juta, tapi beliau tidak mau melepasnya. Iyalah ya bro, selain karena modal sudha lebih segitu, nilai historisnya yang terlalu mahal untuk angka 3 juta. Imho.

Well, RA sebenarnya bukan pecinta motor jadul. Namun, kalau melihat motor-motor lawas produksi sebelum tahun 90an dalam kondisi lengkap dan masih banyak part ori serta beraih dan kinclong, hati juga adem lihatnya. Pengen juga sesekali memelihara satu ekor saja. Andaikan badan ini punya size standar orang Indonesia, kayaknya seru juga tuh motor jadul jadi motor harian. Unik dan tidak banyak yang nyamain di jalanan. Tapi, ah sudahlah…

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*