Ninja 250 Masih Superior, Tapi Marketshare Terus Menurun!

ktm indonesia

banner.jpg

Kelas Sport 250 khususnya sport fairing memang tidak segemuk sport 150. Faktor harga menjadi jurang yang sangat besar. Namun, persaingan di kelas sport 250 tidak kalah seru dengan kelas di bawahnya itu. Ada tiga pemain di sini yakni Kawasaki Ninja 250, Yamaha R25 dan Honda CBR250RR. Bagaimana penjualan (wholesales) ketiganya sepanjang tahun 2017?

ninja-250-2018-vs-cbr250rr-vs-r25

Secara umum marketshare sport 250cc terus mengalami penurunan. Di bulan Desember 2017, baik CBR250RR maupun Ninja 250 FI mengalami penurunan, justru R25 yang mengalami peningkatan. Jika permintaan Ninja 250 FI turun bisa dibilang wajar karena konsumen mulai menunggu ke Ninja 250 FI terbaru. Dealer pun mulai menghabiskan stock.

Yang agak di luar perkiraan adalah justru CBR250RR. Sebagai produk terbaru dengan semua kelebihannya, kenapa justru tidak menggembirakan tren penjualannya. Apakah karena kebijakan AHM yang hanya menyediakan CBR250RR di big wing dealer saja yang jumlahnya terbatas? biarkanlah mereka yang memikirkannya.

Tapi jika melihat tren penjualannya, nampaknya CBR250RR sudah menemukan angkanya di kisaran 300-400 unit per-bulannya.

Untuk R25 nampaknya Yamaha sudah cukup puas dengan kisaran 100-300an unit per-bulan. Yamaha tidak begitu peduli dengan penjualan lokal, lebih fokus ke pasar ekspor yang punya marketshare 2000an unit setiap bulan.

Secara akumulasi marketshare sport 250 cc terus mengalami penurunan. Awal tahun nyaris mencapai 3000 unit, turun hingga separuh di pertengahan tahun dan akhirnya turun lagi hingga di bawah 1000 unit jelang akhir tahun.

sport 250 tahun 2017
data by 7leopold7.com

Konsumen nampaknya semakin nyaman dengan varian lain di kelas 250cc yakni skutik. Kehadiran Yamaha XMax 250 sedikit banyak membuat ‘kue’ sport 250 terus tergerus.

Advertisements