Pengganti Ninja 2 Tak Ini Jauh Lebih Sukses, Tapi Bahaya Mengancam!

ktm indonesia

Kawasaki pernah punya andalan penjualan motor di tanah air pada sosok Ninja 150 series. Baik versi R maupun versi RR mampu menguasai line up penjualan Kawasaki di eranya. Sempat limbung setelah sang jagoan distop produksinya, kini Kawasaki telah menemukan pengganti sepadan Ninja 150 yang bahkan lebih greget kontribusinya.

Dia adalah KLX150 Series. Ya, dari motorsport 2tak legendaris ke trail yang juga tidak kalah legend-nya.

KLX150 yang punya 4 varian mendominasi angka penjualan Kawasaki sepanjang tahun 2017 kemarin. Bahkan, persentase kontribusinya mencapai 80%. Informasi yang RA dapat dari warungasep.net (12/1/2017) sepanjang Januari-Desember 2017 total kontribusi KLX150 Series adalah sebanyak 62.715 unit sedangkan penjualan semua varian Kawasaki adalah 78.637 unit. Luar biasa!

Padahal, ketika Kawasaki masih punya Ninja 150 series, kontribusi si jambakan setan itu hanya di kisaran 40-50%. Misalnya blog ini pernah menyajikan data penjualan Kawasaki pada empat pertama tahun 2014, total penjualan geng ijo kala itu mencapai 46 ribuan unit, dari angka tersebut 23 ribu diantaranya sumbangsih Ninja 150 R dan RR. Belum yang varian SS yang terjual nyaris 3 ribuan. Kala itu Ninja 150 memang sangat populer di kalangan pecinta speed freak. Harga yang mencapai 30 jutaan Rupiah tidak menghalangi R dan RR diboyong.

Sebenarnya, peran KLX150 dalam penjualan Kawasaki sudah cukup besar di tahun-tahun terakhir ‘kehidupan’ Ninja 2 tak. Kala itu KLX150S sudah terjual sebanyak 5 ribuan unit atau setara 11%. Kini, 3 tahun kemudian angka itu melonjak hingga 80%!

Di satu sisi, tentu ini kabar baik bagi Kawasaki. Salah satu produk andalannya mampu diterima konsumen dengan sangat antusias. Berarti produk yang mereka lepas sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Apalagi saat ini penggemar motor trail terus meningkat jumlahnya. Namun, ibarat dua sisi mata uang, ada bahaya yang tersaji dari data di atas.

Kawasaki menjadi terlalu bergantung pada penjualan KLX150 Series. Angka 80% dari total penjualan mengundang konsekuensi ketika konsumen sudah bosan dengan motor jenis ini, maka bersiaplah akan turun drastis penjualannya. Sebab, tidak ada varian lain yang bisa mem-back up penjualan KLX. Berbeda dengan di akhir masa edar Ninja 2 tak Kawasaki di tahun 2014-2016, Kawasaki masih punya KLX150 dan Ninja 250 yang masih bisa diterima konsumen dengan cukup baik kala itu.

Masalah makin runyam dengan kehadiran rival di segmen yang sama. Yup, Kawasaki KLX150 kini punya pesaing yang tidak boleh dianggap main-main yakni Honda CRF150L. Sama-sama mengusung genre gasruk tanah, CRF150L punya berbagai kelebihan yang KLX150 tidak miliki. Sebut saja suspensi USD dan pengabutan injeksi, dua item yang secara telak sudah mengungguli KLX150 yang masih suspensi konvensional dan mesin karburator. KLX150 kini kalau bisa dibilang hanya bersandar pada nama besarnya saja. Ketika konsumen fanatik mulai terbuka mindsetnya, ketika penetrasi Honda makin massive ke segmen ini, maka KLX dalam posisi bahaya!

Kawasaki perlu menghadirkan produk baru yang belum dilirik rival untuk mengantisipasi anjloknya KLX. Mereka sudah memulai dengan merilis W175 yang bergenre retro alias motor jadul. Tren pasar ke depan sepertinya memang akan mengarah ke motor-motor retro, setidaknya ini yang sudah dibaca Kawasaki. Kita tunggu saja.

Advertisements