Selain Van Der Mark, Ini 4 Pembalap Yang Bisa Gantikan Jonas Folger di Tech 3

ktm indonesia

Usai menerima kabar mengejutkan mundurnya sang pembalap, Jonas Folger, dari MotoGP 2018, Harve Poncharal selaku pemilik Yamaha Tech 3 segera mengidentifikasi beberapa nama untuk menjadi tandem Johann Zarco. Poncharal harus bertindak cepat karena sesi test resmi pramusim sudah akan dimulai dua pekan mendatang. Siapa saja ya?

Di artikel sebelumnya, RA sempat menyinggung nama Michael van der Mark, pembalap tim Pata Yamaha Superbike yang pernah menggantikan posisi Folger di beberapa balapan saat dirinya absen musim lalu. Ternyata, di luar sana berkembang beberapa nama yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Folger.

Michael van der Mark
motorsport.com

Laman motorsport.com (18/1/2018) menyebut setidaknya ada 5 nama pembalap yang menjadi kandidat untuk dipilih Poncharal, termasuk di dalamnya ada nama van der Mark.

1. Kohta Nozane

Masih berusia 22 tahun asal Jepang. Nozane tengah terikat dengan Yamaha sebagai pembalap penguji. Menurut motorsport, pembalap ini yang paling mudah untuk direkrut menggantikan pembalap Jerman itu. Nozane digadang-gadang akan menjadi pembalap masa depan Jepang di ajang Grand Prix, seperti yang dikatakan Poncharal dan Valentino Rossi.

Kohta Nozane
japan.webike.net

Kelemahan Nozane ada di sisi pengalaman, sesuatu yang bisa diperolehnya seiring waktu berjalan. Sebenarnya nama Katsuyuki Nakasuga bisa dimasukkan juga, namun usia Nakasuga yang sudah di akhir karirnya menjadi kendala. Apalagi Tech 3 dikenal sebagai ‘sekolah’ untuk pembalap kurang berpengalaman.

2. Stefan Bradl

Jika pengalaman yang dibutuhkan, maka eks pembalap Honda ini bisa menjadi alternatif. Ada 2 faktor utama yang menjadikan Stefan Bradl ini favorit. Pertama Ia kebangsaan Jerman, sehingga Dorna bisa ‘menyelamatkan’ kontrak TV di negeri Andrea Merkel itu. Pengganti yang cocok untuk Folger yang juga berkebangsaan Jerman. Alasan kedua adalah soal pengalaman. Bradl telah malang melintang di dunia balap MotoGP. Sebelum pindah ke Superbike musim lalu, Bradl adalah eks pembalap LCR, Forward dan Aprilia.

Stefan Bradl
redbull.com

Mungkin yang menjadi kesulitan Poncharal menggaet Bradl adalah statusnya sebagai pembalap penguji Honda. Ya, musim ini Bradl balik lagi ke MotoGP usai petualangan buruknya di Superbike.

3. Francesco Bagnaia

Pembalap Italia ini menjalani musim spektakuler di Moto3 saat membawa tim sekelas Mahindra memenangi seri. Naik kelas ke Moto2, penampilan Bagnaia makin meningkat dan konon kabarnya akan naik kelas ke MotoGP tahun 2019. Bagnaia punya faktor X bernama Valentino Rossi. Mentornya di tim SKY VR46 itu semua tahu punya hubungan spesial dengan Yamaha.

Francesco Bagnaia
motorcyclenews.com

Namun, konon kabarnya Bagnaia akan bergabung dengan tim Pramac Ducati di musim 2019. Bisa jadi Bagnaia masih akan memilih menambah jam terbang di Moto2 walaupun justru lebuh baik lagi kalau menambah ilmu dan pengalaman di arena sesuangguhnya.

4. Alex Lowes

Rekan setim Michael van der Mark di Pata Yamaha Superbike. Juara Superbike Inggris ini pernah merasakan kompetisi MotoGP di tahun 2016 kala dua kali menggantikan Stefan Bradl. Hasilnya lumayan, Alex finish ke-13 pada debutnya di Silverstone. Dari perspektif Dorna, masuknya Alex ke MotoGP akan menambah antusiasme Inggris apalagi tahun ini juga akan dimulai British Talent Cup.

Alex Lowes
speedcafe.com

Namun, Alex kini menjadi aset paling menjanjikan yang dimiliki Yamaha di Superbike. Akan lebih susah mendapatkannya dibanding Michael van der Mark.

Kalau empeyan cak yang disuruh memilih, siapa yang pantas menggantikan Jonas Folger? Siapa sih yang paling empeyan tunggu aksinya di MotoGP nanti? Bagnaia kayaknya seru tuh…

Advertisements