Jual Motor Nanggung, Apa Maksud BMW?

BMW Motorrad baru saja merilis motor petualang G 310 GS dengan banderol tidak murah. Motor yang sejatinya kala di jual di luar negeri tidak pernah menyentuh harga jual Rp100 juta, di Indonesia bahkan menjadi Rp125 juta itupun off the road alias belum dengan surat-surat lengkap. Mengapa BMW begitu percaya diri menjual motor nanggung seperti G 310 GS atau G 310 R sebelumnya?


Nanggung karena struktur pajak di Indonesia membuat posisi G 310 GS serba kurang pas. Struktur pajak motor di atas 250cc memang mengharuskan masuk kategori barang mewah sehingga ada beban 60% untuk harga jualnya. Belum pajak-pajak lainnya. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013, tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) memang membuat motor di atas 250cc sampai 500cc masuk kategori tersebut.


Sehingga dengan kapasitas mesin ‘hanya’ 313cc, G 310 GS membuat posisinya tidak bisa bersaing dengan motor-motor kelas 250cc macam Versys 250 yang punya banderol di kisaran Rp60-70 jutaan saja. Pun jika dibandingkan dengan motor berkubikasi 500cc atau 650cc seperti CBR500R atau Ninja 600, harga jual G 310 GS tidak begitu jauh. Alhasil, walau konsumen di kelas ini sudah lebih mature dari sisi finansial dan logika, rasanya masih akan condong ke yang berkubikasi lebih besar.

Kalaupun BMW masih berharap ‘belas kasihan’ konsumen di sini adalah genre yang ditawarkan serta tentu saja nama besar BMW. G 310 GS merupakan motor adventure yang masih jarang dilirik produsen lain. Motor ini masuk segmen hobi sehingga BMW masih berharap ada konsumen ‘gila’ turing yang mau memilihnya. Sokongan nama besar BMW juga menjadi nilai plus. Bayangkan ketika kopdar motor all varian, empeyan bawa BMW G 310 GS, satu-satunya pula. Bergengsi bukan?

Dan benar saja, walau punya harga yang sulit diterima logika dibanding motor 250cc, G 310 GS sudah dipesan oleh sekitar 50 unit. Seperti dikutip dari detik.com (20/1/2018).


Hingga Januari 2018, walaupun baru diluncurkan, Joe mengungkap sudah mendapat pesanan inden 50 unit G310GS. Rencananya pengiriman unit bakal dilakukan pada Februari, setelah impor datang.

“Artinya konsumen di Indonesia sudah memaham kualitas, jadi tidak semua orang maunya murah. Tapi ada beberapa konsumen yang memahami merek dan kualitas itu penting,” ungkap Joe Frans, CEO Maxindo Moto sebagai main dealer BMW di Indonesia.

Bicara karakter konsumen Indonesia memang unik bahkan cenderung gokil.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*