MotoGP Akan Adopsi Sistem Jendela Transfer Kayak Sepakbola? Seru Juga tuh…

Ajang balap MotoGP dan Sepakbola memiliki perbedaan, yang satu lebih ke individu yang lainnya kolektif. Bisa dibilang keduanya tidak mungkin disatukan. Namun, bagaimana kalau MotoGP akan dibuat mirip sepakbola? Lho, maksudnya bagaimana?

Jadi begini, mirip di sini bukan soal teknis perlombaannya. Jangan berpikiran main bola naik motor lho ya, tak siram kuah soto lho! Kemiripannya lebih ke soal perpindahan antar pembalap. Bingung? Lanjut…

Di sepakbola Eropa itu ada yang namanya bursa transfer pemain. Sepanjang satu musim kompetisi, bursa transfer pemain dibuka sebanyak dua kali. Pertama di awal musim yang disebut bursa transfer musim panas dan kedua di tengah musim atau disebut bursa transfer musim dingin mengacu pada kondisi cuaca waktu itu. Nah, MotoGP disarankan untuk mengikuti model transfer spekbola Eropa gitu.

Jadi, ke depannya pembalap bisa melakukan negosiasi kepindahannya tidak hanya di akhir musim hingga musim berakhir tapi juga di tengah musim berjalan. Sebenarnya jika melihat jadwal MotoGP satu musim di pertengahan musim ada jeda sekitar 2 minggu (musim lalu dan sebelum-sebelumnya bahkan satu bulan). Nah, pada selang waktu itulah sebenarnya pembalap dan tim bisa bergerilya menentukan masa depannya masing-masing melalui pendekatan dan pembicaraan resmi untuk musim berikutnya.

Nah, ide di atas datang dari pembalap tim KTM, Bradley Smith. Smith menilai sudah seharusnya MotoGP menyediakan waktu pembicaraan bagi pembalap untuk menentukan masa depannya. Jadi, di luar waktu itu tidak ada pembicaraan soal masa depan sehingga pembalap akan bisa fokus ke kompetisi.

“Harus ada jendela pasar seperti sepak bola dan pada saat itulah kami harus memutuskan masa depan kami,” ucap Smith seperti dikutip dari bolasport.com (18/1/2018).

Seru juga ya jika itu terealisasi. Tentu saja tidak sama persis dengan bursa transfernya sepakbola, khususnya yang di paruh musim. Jika di sepakbola para pemain bisa pindah klub di paruh musim, tentu hal itu mustahil dilakukan di MotoGP. Gak lucu dong setelah 9 atau 10 seri, Marquez pindah ke KTM misalnya setelah paruh pertama membalap untuk Honda. Yang bisa ditiru mungkin adalah soal waktu pembicaraan resmi.

Advertisements